
Pagi ini Bintang sengaja pergi lebih awal, karena Ia ingin pergi ke sebuah tempat untuk membeli sesuatu. Setelah selesai, Bintang segera berangkat ke tempat kerjanya. Perasaan cemas mulai menyelimuti hatinya, mengingat apa yang akan terjadi nanti.
"Pagi Al, udah sampai dari tadi yaa.." sapa Bintang saat melihat Alya yang telah lebih dulu tiba di tempat kerja.
"Pagi juga Mbak, baru sampai juga kok.." sahut Alya sambil meletakkan tasnya.
"Kamu udah sarapan belum Al..? Tadi di jalan aku beli gorengan dan kue, ayo sarapan dulu. Masih ada waktu kok, sebelum kita buka butiknya.." ujar Bintang yang menyerahkan bungkusan pada Alya.
"Kebetulan Mbak, aku juga belum sarapan. Tadi bangun kesiangan, jadi gak sempat buat sarapan karena buru-buru berangkat kerjanya.." jelas Alya sambil memakan kue dari Bintang.
"Oh gitu, yaa udah sarapan dulu aja.." seru Bintang.
Selesai sarapan, Bintang dan Alya mulai membuka butik dan merapikan pakaian-pakaian yang ada di dalamnya. Seraya mendengarkan lagu dari sebuah band terkenal yang di putar, Bintang pun ikut bernyanyi.
*Aku berhenti, sayang
Ku tak bisa lanjutkan, kisah ini bersamamu
Aki takkan mampu
Menghadapinya semua kebohongan yang biasa kau lakukan
Aku hanya minta, bebaskan diriku*....
"Mbak Bintang lagi galau yaa..?" tanya Alya tiba-tiba, membuat Bintang langsung berhenti bernyanyi.
"Hahh,, memang galau kenapa, Al..?" ucap Bintang yang balik bertanya.
"Nah itu, nyanyi lagu galau.." sahut Alya tersenyum.
"Kamu ini ngeledek yaa, masa nyanyi lagu sedih di bilang galau. Gak kok Al.." balas Bintang yang berusaha menutupi apa yang di rasakannya.
"Syukurlah kalau gak galau, soalnya aneh kalau Mbak Bintang galau. Karena Mbak kan gak punya pacar,hahahaa.." ucap Alya sambil tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Kamu ini yaa Al, ngeledek aku terus, huhhh..." ujar Bintang dengan nada kesal.
"Iyaa maaf Mbak, kan sengaja,hehee.." balas Alya lagi.
"Dasar yaa nih anak.." seru Bintang sambil mencubit pipi Alya dengan gemasnya.
"Auww,, ampun Mbak, sakit.." rengek Alya yang langsung membuat Bintang melepaskan cubitannya.
"Perasaan aku cubitn gak kuat, kenapa bisa sakit yaa..?" tanya Bintang pada dirinya sendiri.
"Memang gak sakit kok, Mbak.." ujar Alya dengan senyuman mengejeknya.
"Ohh, jadi kamu sengaja ngerjain yaa,mmmh.." ucap Bintang sambil kembali mencubit pipi Alya, tapi Alya segera menghindar.
Di sisi lainnya, terlihat Nadya yang sibuk merapikan kamarnya dengan wajah yang sangat ceria dan semangat. Ia akan kedatangan tamu istimewa, tamu yang sangat Ia tunggu kedatangannya.
Selesai merapikan kamarnya, Nadya mengambil ponsel miliknya yang ada di atas meja. Lalu segera menghubungi sese'orang, panggilannya tersambung tapi tidak juga mendapat jawaban.
"Mungkin dia lagi sibuk, nanti aja aku coba telepon lagi.." ucap Alya sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil membayangkan wajah sese'orang yang telah berhasil mencuri hatinya.
~***********~
Malam harinya, Bintang yang telah pulang kerja segera menemui Anya di sebuah tempat yang telah mereka tentukan yang tak jauh dari tempat Bintang bekerja.
"Kamu yakin, Bin..?" tanya Anya setelah mendengar cerita dari Bintang.
"Yakin gak yakin Nya, cuma itu pilihan yang ada. Kamu tau sendiri kan, Fida seperti apa,mmmh.." sahut Bintang menarik nafasnya dengan dalam.
"Terus kapan rencananya..?" tanya Anya lagi.
"Besok pagi Nya, do'ain yaa semua lancar.." ujar Bintang pada Anya yang masih tidak percaya dengan apa yang akan di lakukan oleh teman baiknya itu.
"Iyaa pasti Bin, aku juga udah cari orang untuk menggantikan kamu di tempat kerja nanti. Apa kamu udah ada bilang ke Alya..?" tanya Anya.
__ADS_1
"Aku gak ada ngomong apa-apa ke Alya, yang ada pasti dia jadi bertanya-tanya nantinya. Soal itu aku serahkan ke kamu yaa, karena kamu lebih kenal lama sama Alya di banding aku.." jelas Bintang.
"Iyaa aku ngerti, kamu tenang aja, Bin.." balas Anya.
"Terimakasih banyak yaa Nya, selama aku di sini kamu udah banyak bantuin aku. Aku gak akan pernah lupakan semua kebaikan kamu.." ucap Bintang dengan tulus.
"Sama-sama Bin, kamu juga banyak bantuin aku kok. Kita kan teman baik, jadi harus saling membantu.." sahut Anya sambil tersenyum.
"Kalau gitu, aku pulang ke kost-an dulu yaa, Nya. Takutnya nanti Fida ngamuk lagi, karena aku telat pulang.." ujar Bintang.
"Kan anak itu memang hobi ngamuk,hehee.." sahut Anya yang merasa kasihan pada teman baiknya itu, karena Ia tau semuanya yang terjadi antara Bintang dan Fida.
"Aku duluan yaa, Anya.." seru Bintang sambil berlalu pergi meninggalkan Anya.
"Iyaa Bin, hati-hati. Besok pagi kabari aku yaa..!" teriak Anya pada Bintang yang terlihat semakin jauh.
Sesampainya di kost-an, Bintang segera menuju ke kamar mandi. Fida yang sedang asyik dengan ponselnya, hanya menatap sekilas pada Bintang lalu tatapannya kembali ke layar ponsel.
"Kamu belum ngantuk juga..? Ayo tidur, aku udah ngantuk.." ajak Bintang yang ingin secepatnya tidur, karena besok Ia harus bangun pagi-pagi.
"Kamu tidur aja, aku belum ngantuk.." sahut Fida.
"Yaa udah aku tidur duluan, nanti kalau mau di peluk bangunin aku aja.." ucap Bintang sambil memejamkan matanya.
Mendengar itu, Fida segera meletakkan ponsel di tangannya. Lalu mendekat pada Bintang dan ikut berbaring, di lihatnya wajah Bintang yang terlihat sangat lelah.
"Peluk aku.." pinta Fida pada Bintang yang langsung membuka matanya, lalu memeluk erat tubuh Fida.
Entah mengapa, Fida merasakan pelukan Bintang terasa begitu hangat. Membuatnya seolah merasakan kembali, ke waktu dimana Ia dan Bintang masih baik-baik saja.
"Maafin aku yaa, Bin.. Aku akan berusaha untuk berubah, aku gak akan kasar lagi sama kamu.."
Gumam Fida dalam hati, sambil mengusap air matanya yang terjatuh.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59