Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Cinta Yang Terpendam


__ADS_3

"Bin, terimakasih yaa, kamu sudah membantu mengantarkan Farid pulang ke rumahnya kemarin.." seru Billa dengan senyuman di wajah cantiknya.


"Sama-sama Bill, lagi pula aku dan Farid juga satu arah jadi tidak masalah.." ucap Bintang yang membalas senyuman Billa.


"Oh yaa Bin, kenapa kemarin kamu bisa kembali ke kelas ?" tanya Billa sambil mengingat kejadian kemarin.


"Itu karena waktu duduk di samping pintu gerbang sekolah, aku melihat Riko yang terburu-buru masuk ke dalam sekolah. Aku pikir, mungkin akan ada sesuatu yang terjadi. Jadi, aku juga ikut masuk.." jelas Bintang pada Billa.


"Jadi begitu yaa, Bin.." sahut Billa.


"Sekarang Riko pasti semakin membenci aku dan Farid, aku tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini Bin.." ucap Billa sambil menarik nafasnya dengan berat.


"Cepat atau lambat, Riko pasti akan tau Bill. Dia hanya perlu waktu, dan kamu juga harus meluruskan kesalahpahaman ini pada Riko.." ujar Bintang yang berusaha menenangkan Billa.


"Itu memang benar, terimakasih yaa Bin.. Kamu selalu ada saat aku butuh seseorang untuk mendengarkan.." sahut Billa dengan seulas senyuman.


"Sama-sama Bill, kita kan teman jadi harus saling membantu.." ucap Bintang.


"Tapi traktir yaa,hee.." seru Bintang yang mencoba mencairkan suasana, karena Ia tidak ingin melihat Billa terus bersedih.


"Boleh, mau aku traktir apa, Bin ?" tanya Billa yang sambil menunggu jawaban dari Bintang.


"Mmm,,aku mau bakso, mie ayam, siomay, es krim, coklat dan jus alpukat.." seru Bintang yang sedang menahan tawanya.


"Itu mau minta traktir atau mau merampok Bin..?!" tanya Billa yang langsung membuat mereka berdua tertawa terkekeh-kekeh.


Di sudut ruang perpustakaan, terlihat seorang anak laki-laki yang memperhatikankan mereka sejak tadi. Namun kini, Ia menatap tajam ke arah Bintang sambil tersenyum penuh arti.


Bintang yang akhirnya merasa di perhatikan oleh sese'orang, kini mulai tidak nyaman. Lalu sengaja mengajak Billa untuk segera kembali ke kelas, tanpa mengatakan pada Billa tentang apa yang barusan Ia rasakan.


"Bill, kita kelas yukk, nanti pulang sambung lagi ngobrolnya.." ajak Bintang sambil berjalan ke arah pintu keluar, di ikuti oleh Billa yang berjalan di sampingnya.


~***********~

__ADS_1


"Bintang,, Billa,, ayo buruan jalannya, keburu habis nanti siomay nya.." seru Safa yang merasa kesal, karena melihat kedua temannya itu dari tadi asyik mengobrol.


"Iyaa Faa, kamu beli duluan aja yaa..!!" sahut Bintang.


"Bin, menurut kamu apa aku dan Farid bisa pacaran nantinya ?" tanya Billa dengan wajah penuh harap.


"Mungkin bisa, Bill.." jawab Bintang dengan berat hati.


"Kok mungkin, Bin ?!" tanya Billa lagi yang merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Bintang.


"Iyaa karena sekarang keadaannya masih seperti ini, Bill.." seru Bintang menjelaskan.


"Kamu benar juga Bin, aku bisa mengerti sekarang. Terimakasih yaa Bin, kamu memang teman yang paling..!!" sahut Billa sambil menunjukan kedua jari jempolnya.


"Paling keras kepala maksudnya..?!" ucap Bintang dengan wajah cemberut.


"Itu juga benar kok Bin,hehee.." ujar Billa tersenyum kecil, sambil menggandeng tangan Bintang dan menghampiri Safa yang kini sedang asyik menikmati siomay kesukaannya.


Gumam Bintang dalam hati, seraya menatap lekat wajah Billa yang kini berada di sampingnya. Tanpa Ia sadari, hal itu di lihat oleh Safa yang berada di depannya.


"Bin, kamu kenapa lihatin Billa terus, menakutkan tau.." seru Safa asal, sambil tertawa cengengesan.


"Ohh iyaa, itu tadi ada anu, ada semut kecil Faa.." seru Bintang yang langsung berpura-pura mencari semut di rambut Billa.


"Duhh, nih mata kalau sudah melihat wajah cantik Billa, jadi sulit di atur.."


Bathin Bintang, sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Sudah dapat semutnya, Bin..?" tanya Billa.


"Sudah Bill..!" sahut Bintang yang tersenyum, sambil membuang semut yang sebenarnya hanya ada dalam angan-angannya. Billa yang mendengar itupun, langsung bernafas lega.


~************~

__ADS_1


Kini malam telah tiba, Bintang masih saja mengurung diri di kamar. Hal ini biasa Ia lakukan, saat suasana hatinya sedang tidak baik. Ayah dan Ibu pun telah tau sejak lama, tentang kebiasaan putri kesayangannya itu.


Tokk, tokk, tokk..


"Bintang,, ayo makan Nak..!! Makanannya sudah Ibu siapkan.."


Terdengar ketukan pintu dan suara Ibu dari luar pintu kamar, membuat Bintang menghentikan sejenak gerakan jarinya yang saat itu sedang menulis.


"Iyaa Bu, sebentar lagi Bintang keluar.." jawab Bintang, sambil melanjutkan kembali menulis puisi yang telah hampir selesai.


Selain dari memancing, menyanyi dan menulis puisi juga menjadi hobi yang sangat Bintang sukai dan akhirnya puisi yang tengah Ia tulis pun kini selesai. Puisi yang berisi tentang isi hatinya pada Billa, perlahan Bintang pun mulai membacanya dengan perasaan sedih.


Andai rasa mampu bersuara


Tak mungkin ada cinta yang harus terpendam


Andai hati mampu mendengarnya


Tak kan ada luka berkepanjangan


Namun,


Cinta ini hanyalah seperti pungguk merindukan bulan


Yang hanya bisa menatap dari kejauhan


Sambil bermimpi dalam angan


Tapi tak pernah bisa untuk menggapainya...


Bersambung...


🙏😊A59

__ADS_1


__ADS_2