Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Hanya Di Awal Saja


__ADS_3

Hari-hari yang di lalui Bintang dan Nadya kini begitu bahagia, mereka semakin mesra dan kompak satu sama lain. Nadya juga membantu Bintang untuk mencarikannya pekerjaan, dan akhirnya Bintang di terima kerja di sebuah pabrik percetakan buku. Kebetulan tempatnya juga tidak jauh dari mereka tinggal, jadi itu akan memudahkan Nadya untuk mengantar jemputnya.


"Sayang,, ayo berangkat, nanti kamu bisa telat.." seru Nadya yang telah bersiap untuk mengantar Bintang bekerja.


"Iyaa sayang, nih udah siap kok.." sahut Bintang sambil mengenakan sepatunya.


Bintang dan Nadya pun segera menuruni anak tangga, sesampainya di parkiran Bintang segera mengeluarkan motor dan menyalakannya.


Tak butuh waktu lama, Bintang telah sampai di sebuah ruko yang memiliki empat lantai. Lantai pertama sebagai tempat penjualan, lantai kedua dan tiga adalah tempat produksi serta lantai paling atas sebagai gudang tempat penyimpanan bahan dan barang.


Bintang yang baru tiba langsung di sambut hangat oleh pemilik percetakan, semua karyawannya memanggil dengan Kak Darma. Kak Darma yang tersenyum, menyuruh Bintang dan karyawan lainnya yang telah sampai untuk segera masuk. Tapi sebelum masuk, Bintang menghampiri Nadya yang akan kembali pulang.


"Aku masuk kerja dulu yaa.." seru Bintang sambil tersenyum.


"Iyaa kamu hati-hati dan semangat kerjanya, nanti siang aku anterin makan siang buat kamu.." ujar Nadya yang tersenyum sambil menyalakan motornya.


"Iyaa, kamu hati-hati di jalan.." sahut Bintang yang segera berjalan masuk ke ruko.


Setelah saling berkenalan dengan semua karyawan, Bintang mulai bekerja di bantu oleh seorang karyawan lama yang di perintahkan Kak Darma untuk mengajarinya.


"Kamu kerjakan pelan-pelan yaa, jangan terburu-buru. Nanti kalau sudah terbiasa, baru kerjakan dengan cepat.." jelas Kak Ika salah satu karyawan lama di percetakan itu.


Dengan ramah dan sabar, Ika mengajarkan Bintang apa saja yang harus di lakukan. Perlahan Bintang pun mulai mengerti dan lancar dengan apa yang telah Ia pelajari, hal ini membuat Ika senang.


Di sudut ruangan yang lain, terlihat Kak Darma sedang memperhatikan Bintang sambil tersenyum.


"Anak ini dari sejak interview memang sangat menarik perhatian.." gumam Darma dalam hati sambil masih melihat Bintang yang sudah mulai lancar mengerjakan tugasnya.


Waktu sudah mulai sore, Bintang dan teman-temannya yang lain bersiap-siap untuk pulang. Sedangkan yang mendapat tugas piket hari itu, segera membersihkan setiap ruangan.


"Apa kamu di jemput, Bin..?" tanya Ika saat melihat Bintang yang masih berdiri di teras ruko.

__ADS_1


"Gak Kak, Kak Ika sendiri mau naik apa..?" tanya Bintang.


"Biasanya jalan kaki, tapi kalau ada bentor yaa naik bentor aja.." jawab Ika. "Apa kamu pulang bareng..?" tanya Ika lagi.


"Iyaa boleh Kak, kebetulan arah kita juga sama.." ucap Bintang sambil tersenyum.


Bintang dan Ika pun berjalan kaki menuju pulang, sambil melihat-lihat gedung-gedung di sekeliling yang mereka lewati.


"Kapan-kapan kita ke Mall, mau kan Bin..?" tanya Ika pada Bintang.


"Iyaa Kak, kapan-kapan yaa.." balas Bintang seraya menatap salah satu Mall terbesar di kota M yang mereka lewati.


Tak berapa lama, Bintang telah sampai di sebuah gang yang menuju kost-an nya.


"Kak, kita jalan bareng sampai sini aja yaa, kost-an aku masuk di dalam gang itu.." ucap Bintang sambil menunjuk ke sebuah gang yang ada di samping kanannya.


"Iyaa Bin, sampai besok yaa.." sahut Ika dengan senyuman.


Bintang mempercepat langkahnya, Ia ingin segera sampai di kost-an agar bisa cepat beristirahat. Setelah beberapa menit berlalu, Bintang telah tiba di depan kost-an nya dan segera menaiki tangga.


Malam harinya, Nadya yang baru saja pulang kerja segera masuk ke dalam kost-an seraya mencari sosok Bintang. Lalu menjatuhkan tubuhnya ke dalam pelukannya, Ia merasa sangat merindukan Bintang.


"Sayang pasti capek yaa, sini istirahat dulu.." ucap Bintang yang mendekap erat tubuh wanitanya itu, seraya mencium keningnya.


"Tadi memang capek banget, tapi sekarang udah gak karena udah di peluk cium sama kamu sayang,hee.." sahut Nadya dengan tersenyum manja.


"Pinter gombal yaa sekarang.." sahut Bintang sambil mencubit pipi Nadya.


"Sayang,, apa boleh aku minta sesuatu..?" tanya Nadya yang masih berada di dalam pelukan Bintang.


"Memang sayang mau minta apa..?" ucap Bintang yang balik bertanya.

__ADS_1


"Aku mau minta sedikit darah kamu.." jawab Nadya.


"Hahh,, darah aku, memang mau buat apa..?" tanya Bintang dengan raut wajah bingung.


"Mau aku satukan dengan darah aku nantinya, terus aku masukkan ke dalam botol kecil. Sebagai bukti kalau kamu benar-benar sayang dan cinta sama aku.." jelas Nadya dengan serius.


"Apa harus seperti itu sayang..?" tanya Bintang heran.


"Iyaa harus sayang, gak harus sekarang. Kapan-kapan aja yaa.." ujar Nadya.


"Aku mandi dulu yaa sayang, badan lengket banget rasanya.." seru Nadya sambil berjalan menuju ke kamar mandi.


"Jangan lama-lama, nanti masuk angin.." sahut Bintang yang di balas teriakan oleh Nadya dari dalam kamar mandi.


Selesai mandi, Nadya segera membuka lemari dan mencari pakaian tidurnya. Namun tiba-tiba saja, Bintang memeluknya dari belakang sembari menciumi punggung Nadya.


"Geli sayang.." seru Nadya sambil menikmati ciuman lembut dari bibir Bintang.


"Aku pakai baju dulu yaa, dingin tau.." ucap Nadya sambil melepaskan tangan Bintang yang melingkar di pinggangnya.


"Nanti aku hangatkan sayang.." sahut Bintang yang berbisik lembut di telinga Nadya, hingga membuat bulu kuduknya merinding.


"Gimana caranya sayang, memang bisa..?" tanya Nadya dengan polos.


"Bisa sayang, akan aku tunjukkan.." sahut Bintang sambil memutar balik tubuh Nadya, hingga kini mereka saling bertatapan.


Dengan perlahan Bintang mengecup bibir mungil Nadya dengan lembut, lalu ********** dengan penuh gairah. Tangan Bintang pun tak tinggal diam, Ia segera melepaskan handuk yang masih di kenakan oleh Nadya dan memainkan tangannya menyusuri tiap lekuk tubuhnya.


Nadya yang baru pertama kali mendapat perlakuan seperti itu, hanya bisa terdiam menikmati. Sambil sesekali terdengar suara lenguhan panjang, yang membuat Bintang semakin tidak mampu untuk menahan hasratnya.


Malam itu pun, menjadi malam yang tak terlupakan bagi Nadya dan juga Bintang. Karena itu menjadi pengalaman pertama untuk Nadya, yang baru merasakan sentuhan hangat dan nikmat dari seorang Bintang. Begitupun Bintang menjadi wanita pertama yang menyentuh dan menikmati tubuh Nadya, hingga membuat wanitanya itu lemas dan tertidur pulas.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2