
Sudah beberapa jam Bintang berada sendiri di luaran, Ia melihat jam di tangannya lalu memutuskan untuk pulang. Tapi setelah sampai di kost-an, pintu telah di kunci oleh Fida. Meskipun Bintang telah mengetuk pintu serta memanggilnya berulang kali, Fida tetap saja tidak mau membukakan pintu untuknya.
"Niatnya mau marah dan ngambek, kenapa malah jadi di kurung dari luar,mmmh.." ucap Bintang sambil menghela nafasnya dengan kasar.
Bintang segera berpikir dan mencari cara untuk bisa masuk ke dalam kost-an, tidak mungkin Ia harus tidur di luar karena pasti akan di lihat dan bisa menimbulkan kecurigaan banyak orang.
Bintang pun mencoba membuka jendela yang ternyata tidak tertutup rapat, karena dari awal Ia menempati kost-an itu jendelanya memang tidak bisa tertutup rapat dan di kunci.
"Alhamdulillah, akhirnya bisa terbuka juga.." seru Bintang sambil mencoba masuk lewat jendela dengan perlahan dan hati-hati.
"Dasar cewek gila..! Membuatku benar-benar seperti maling di tempat tinggal sendiri,huuhhh..." umpat Bintang.
Setelah berhasil masuk ke dalam, Bintang pun segera bergegas untuk tidur karena waktu sudah sangat larut malam.
Keesokan harinya, Bintang bangun agak siang karena libur kerja dan memang Ia masih mengantuk juga. Fida yang bangun lebih dulu, kini terlihat baru selesai mandi. Ia dengan sengaja tidak menggunakan handuknya, lalu berjalan mendekati Bintang.
"Apa kamu gak tergoda dengan tubuhku..?" tanya Fida dengan tersenyum, Ia berpikir Bintang pasti merasa tergoda dan segera menyentuhnya.
"Biasa aja, aku mau ke kamar mandi dulu.." sahut Bintang sambil bangkit dari tempat tidurnya, tanpa tergoda sedikitpun melihat tubuh polos Fida yang tidak tertutup oleh apapun.
"Jangan bohong..! Sebenarnya kamu pasti ingin menyentuhku kan, tapi kamu terus menahan.." seru Fida yang kini berada tepat di depan Bintang.
Bintang menarik tubuh Fida, lalu dengan perlahan mendorongnya ke dinding dan menatap tajam ke arahnya.
"Kamu dengar yaa Fii, asal kamu tau. Selama ini aku bertahan, bukan karena aku masih sayang dan cinta sama kamu. Tapi karena aku merasa bertanggung jawab, telah membawa kamu ke kota ini.." jelas Bintang yang tidak ingin Fida salah paham.
"Kamu bohong kan..?! Pasti karena kamu udah punya cewek lain, iyaa kan..?!" ucap Fida dengan kasar.
"Bukannya kamu sendiri yang menyuruh aku untuk mencari lain, kamu lupa..?!" balas Bintang sambil tersenyum tipis.
"Iyaa, tapi kamu gak boleh pakai hati. Kamu itu milik aku, Bin..!" ujar Fida yang kini mulai menangis, dan mencari-cari sesuatu.
__ADS_1
"Mau ngapain kamu, Fii..?!" tanya Bintang yang melihat Fida sibuk mencari sesuatu entah apa itu.
"Pokoknya aku gak mau kamu sama cewek lain..!" seru Fida dengan tangisannya yang menjadi-jadi.
"Jangan seperti ini Fii..! Kamu kenapa suka banget mengancam aku, haahh..?" ucap Bintang yang menyadari bahwa Fida ingin melukai dirinya sendiri.
Seperti yang biasa Ia lakukan, jika keinginannya tidak di turuti Fida berusaha mengancam akan melukai dirinya. Hal itu yang menjadi kelemahan Bintang, yang akhirnya harus mengikuti dan bersikap lebih baik pada Fida. Bintang tidak ingin terjadi sesuatu padanya, hingga Ia akan berusaha untuk menenangkan Fida.
~************~
"Aku mau beli makanan dulu, kamu mau ikut gak..?" tanya Bintang pada Fida yang sedang asyik dengan ponselnya.
"Gak, kamu aja.." balas Fida.
"Yaa udah, aku pergi dulu.." ujar Bintang sambil berjalan meninggalkan Fida..
Saat di perjalanan, Bintang mengeluarkan ponsel yang ada di saku celananya lalu menghubungi sese'orang perempuan yang bernama Nadya.
Nadya: "Wa'alaikumsalam, kamu lagi dimana, Bin..? Kok bisa telepon..?"
Bintang: "Aku lagi di luar, mau beli makanan. Makanya bisa telepon kamu.."
Nadya: "Ohh, pantesan aja, gimana keadaan kamu sekarang..? Baik-baik ajakan..?"
Bintang: "Iyaa aku baik kok, kamu tenang aja.."
Nadya: "Syukurlah, kamu hati-hati di sana yaa, Bin.."
Bintang: "Iyaa pasti aku hati-hati, udah dulu yaa, Nad. Nanti aku hubungi lagi. Wassalamu'alaikum.."
Nadya: "Iyaa Bin, wa'alaikumsalam***.."
__ADS_1
Bintang yang telah sampai di depan sebuah rumah makan, kini segera masuk ke dalam dengan senyum di wajahnya saat mengingat kembali sosok Nadya.
Selesai membeli makanan yang di inginkan, Bintang lalu kembali menghubungi Nadya sambil memperlambat langkahnya. Agar Ia tidak cepat sampai di kost-an, dan bisa berlama-lama mengobrol dengan Nadya.
"Lama banget, kemana aja..?" tanya Fida saat melihat Bintang yang baru pulang.
"Tadi banyak yang beli, jadi harus ngantri dulu. Yaa udah, buruan makan.." ucap Bintang sambil tersenyum penuh arti.
Selesai makan, Bintang lalu membereskan semuanya. Setelah itu menyiapkan baju kerja yang akan Ia pakai besok, sambil merapikan tempat tidur yang terlihat berantakan.
"Apa kamu benar-benar gak mau menyentuh aku..?" tanya Fida tiba-tiba, sambil menatap wajah Bintang yang tanpa ekspresi apapun.
"Maaf, aku gak bisa dan gak mau juga.." jawab Bintang yang menarik nafasnya dengan berat, Ia bisa merasakan bahwa sebentar lagi mungkin akan terjadi pertengkaran.
"Tapi aku mau, aku kangen banget dengan sentuhan dan ciuman lembut dari kamu, Bin.." ucap Fida lirih.
"Terutama saat kamu bermain di bawah sana, apa kamu gak ingin menikmatinya lagi..?"
Fida terus saja menggoda, sambil membuka satu persatu kancing bajunya. Bintang yang melihat itu hanya terdiam, memikirkan hal apa yang akan terjadi.
"Ayolah sayang,, beri aku kehangatan dan kenikmatan itu lagi. Aku tau, kamu pasti juga menginginkannya bukan.."
Seru Fida sambil melepaskan baju yang Ia kenakan, dan membuka pakaian dalamnya.
"Cukup Fii..! Aku gak akan melakukan apapun ke kamu.." seru Bintang.
"Tapi kenapa Bin..? Kenapa kamu terus menolak aku, apa aku kurang cantik atau tidak menarik lagi buat kamu..?" tanya Fida dengan air matanya terjatuh.
"Karena aku udah gak ada perasaan apa-apa lagi sama kamu, maafin aku, Fii.." ujar Bintang.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59