Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Mengenal Keluarga Gia


__ADS_3

Setelah mengajak Bintang masuk dan duduk, kini Gia memanggil Ibunya untuk berkenalan dengan Bintang.


"Maa, kenalin ini teman Gia, namanya Bintang.." ucap Gia pada Ibunya.


"Ohh namanya Bintang, saya mamaa nya Gia, Ibu Nani. Tapi orang-orang di sini biasa memanggil saya, Bu Hajah.." ucap Bu Nani pada Bintang yang segera bersalaman dan mencium punggung tangan Bu Nani.


"Iyaa Bu Hajah.." balas Bintang dengan senyuman di bibirnya.


"Gia,, kok temannya tidak di buatkan minuman.." seru Bu Nani pada Gia.


"Tidak usah repot-repot Bu.." sahut Bintang.


"Tidak repot Nak Bintang, hanya minuman.." ucap Bu Nani tersenyum ramah.


Dari arah sebuah kamar, tiba-tiba ada sese'orang wanita yang keluar dan menghampiri Bu Nani.


"Ehh, ada tamu rupanya, siapa Maa ?" tanya wanita itu pada Bu Nani.


"Ini temannya Gia, namanya Bintang dan Bintang kenalin ini Kakaknya Gia, Tika.." jelas Bu Nani pada mereka berdua.


Bintang pun segera berjabat tangan dengan kak Tika, sambil tersenyum ramah. Mereka kini asyik bercerita, lalu dari arah dapur tampak Gia dengan membawa minuman dan kue di sebuah nampan.


"Silahkan di minum dan di makan, Bin.." ucap Gia pada Bintang.

__ADS_1


"Iyaa Gia, terimakasih.." balas Bintang sambil tersenyum.


"Yaa sudah kalau begitu, saya tinggal dulu yaa Nak Bintang. Kalian berdua ngobrol saja.."


Ujar Bu Nani sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke dapur, di ikuti oleh Tika yang juga meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.


"Ayo di minum dan makan kue nya Bin, kamu pasti haus.." ajak Gia sambil memberikan gelas berisi teh hangat pada Gia.


"Iyaa Gia, kamu juga minum.." sahut Bintang yang melihat Gia juga ikut minum bersamanya.


"Tadi ngobrol apa saja sama Mamaa..? Tidak di galakin kan,hee.." tanya Gia seraya tertawa kecil.


"Mamaa kamu tidak galak kok, ramah sekali malah. Cuma bertanya biasa saja, tinggal dimana, sama siapa, berapa bersaudara. Yaa seperti itulah.." jawab Bintang sambil memakan kue yang ada di hadapannya.


"Mamaa memang begitu, sudah seperti wartawan kalau bertanya.. Terus Kak Tika, ada tanya sesuatu tidak..?" tanya Gia lagi.


"Tidak apa-apa sih, cuma Kak Tika orangnya suka begitu.." jawab Gia dengan wajahnya yang terlihat seperti kurang senang.


"Begitu bagaimana maksudnya..?" tanya Bintang yang belum mengerti maksud dari perkataan Gia padanya.


"Nanti kamu juga pasti akan tau, Bin.." ujar Gia yang tidak ingin membahas tentang Kakaknya itu.


"Iyaa Gia, tidak apa-apa kalau tidak mau cerita.." ucap Bintang sambil menatap Gia dengan penuh arti.

__ADS_1


~*********~


Karena asyiknya bercerita, Bintang dan Gia pun tidak sadar jika waktu telah berlalu beberapa jam lamanya. Bintang yang baru pertama kali bertamu di rumah Gia, tidak ingin terlalu lama berada di sana. Ia segera pamit pulang pada Gia dan Ibunya.


"Kenapa tidak sekalian makan siang di sini saja, Nak Bintang ?!" ujar Bu Nani saat tau Bintang ingin pulang.


"Tidak Bu, terimakasih. Mungkin lain waktu, Bu.." sahut Bintang yang kini sudah berada di depan teras.


"Saya pamit pulang dulu yaa Bu, Gia.." ucap Bintang sambil bersalaman pada keduanya.


"Hati-hati yaa Nak Bintang..!" seru Bu Nani.


"Iyaa Bu, assalamu'alaikum.." seru Bintang sambil berjalan meninggalkan rumah Gia.


"Wa'alaikumsalam.." sahut Bu Nani dan Gia bersamaan.


"Hati-hati Bin..!" seru Gia pada Bintang yang di balas dengan anggukan kepala dan senyuman.


Kini Bintang mempercepat langkah kakinya, sambil mengingat kembali wajah Gia yang tersenyum dengan manisnya.


"Membayangkan senyum dan wajahnya saja, sudah membuat jantungku berdegup kencang..!"


Ucap Bintang dalam hati, sambil terus tersenyum sendiri.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2