
Beberapa bulan berlalu, hubungan Bintang dan Fida semakin dekat dan mesra. Tapi keduanya tetap selalu menjaga, agar tidak menimbulkan kecurigaan pada orang lain dan juga teman-teman mereka.
"Sayang,, nanti malam kita jalan-jalan yaa, kan besok libur.." seru Fida sambil tersenyum pada Bintang yang tengah sibuk menulis catatan barang.
"Sayang atur aja yaa.." balas Bintang tanpa melihat ke arah Fida.
"Yaa udah kalau gitu, aku lanjut kerja dulu yank.." ujar Fida sambil berlalu pergi, seraya bernyanyi kecil menunjukkan bahwa hatinya merasa sangat senang.
Indah yang mendengarnya pun langsung menatap Fida dan bertanya.
"Sepertinya ada yang lagi girang banget nih..!" seru Indah sambil melirik ke arah Fida.
"Kamu ngomong sama aku, Inn..?" tanya Fida seraya melihat ke sekelilingnya.
"Bukan sama kamu, tapi sama hantu..!" balas Indah dengan kesal.
"Yaa sama kamu lah Fii, kan kamu yang ada di sini.." ujar Indah dengan cemberut.
"Hee,,iyaa maaf Inn, tadi kamu ngomong apa..?" tanya Fida sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Gak ada apa-apa..!" sahut Indah yang kini tengah sibuk memainkan ponselnya.
"Yahh,, ngambek dia, kamu mau siomay gak, rujak atau bakso bakar. Aku mau keluar nih, beli jajanan.." tanya Fida pada Indah.
"Iyaa mau mau Fii, semuanya aku mau kok,hehee.." seru Indah sambil tersenyum.
"Mmmh,, banyak banget, memang muat tuh perut.." ledek Fida.
"Tenang aja, perutku masih muat kok. Belum banyak isinya.." ujar Indah sambil memegang perutnya.
__ADS_1
"Ya udah iyaa, aku tinggal dulu yaa.." ucap Fida meninggalkan Indah yang sudah membayangkan siomay, rujak dan bakso bakar yang akan Ia makan nanti. Hingga tidak menyadari kedatangan Bintang, yang sudah berada di sampingnya.
"Inn,, Inn,, Indah,, kamu kenapa senyum-senyum sendiri gitu..?" tanya Bintang sembari menepuk pundak Indah.
"Ehh,, copot copot..! Bintang ihh,, kamu ngagetin aja..!" seru Indah sambil mengelus dada.
"Yaa habis kamu, aku panggil-panggil gak nyahut malah senyum-senyum sendiri. Lagi jatuh cinta yaa..?" ledek Bintang sambil tersenyum.
"Yaa gak lah, aku cuma lagi ngebayangin..." Indah tidak melanjutkan ucapannya, karena merasa malu kalau Bintang sampai tau apa yang Ia bayangkan.
"Bayangin pacar yaa, Inn.." tebak Bintang sambil tersenyum.
"Mmmm,,apa yaa,hee.." ujar Indah membalas senyuman Bintang.
Tak lama kemudian, terlihat Fida yang telah kembali dari luar. Sambil membawa banyak bungkusan makanan di tangannya, lalu berjalan menuju Indah dan Bintang.
"Dan ini buat kamu, Bin.." ujar Fida sambil tersenyum menatap Bintang.
"Terimakasih yaa Fii, kamu memang teman yang baik banget,hehee.. Tau aja yang aku suka.." seru Indah yang langsung memakannya.
"Iyaa sama-sama, Inn.. Nanti kalau gajian, bayar yaa.." balas Fida dengan wajah serius.
"Apa Fii, bayar..?! Gak jadi deh, kirain gratis,mmmh.." sahut Indah sambil mengembalikannya pada Fida.
"Hahaa,, aku bercanda Inn, serius banget sih. Habisin gih.." ucap Fida sambil tertawa terkekeh-kekeh, karena berhasil mengerjai temannya itu.
"Iish,, memang yaa nih anak.." seru Indah sambil mencubit lengan Fida.
Bintang yang melihat mereka berdua pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
__ADS_1
~************~
Malam yang di tunggu kini telah tiba, Fida dan Bintang tengah asyik berjalan-jalan di sebuah tempat perbelanjaan di kota P. Sambil memasuki toko-toko yang ada di sana, mencari sesuatu yang mereka inginkan.
"Sayang,, ayo kita ke sana.." ajak Fida sambil menunjuk ke arah sebuah toko jam tangan.
Setelah sampai di depan toko itu, mereka berdua langsung masuk ke dalam dan melihat-lihat jam tangan yang ada di dalamnya.
"Yang ini bagus gak sayang?" tanya Bintang berbisik.
"Bagus, kamu suka..?" ucap Fida balik bertanya.
"Iyaa suka, tapi aku lebih suka kamu sayang.." bisik Bintang di telinga Fida yang langsung membuat wajahnya memerah karena menahan malu.
"Jangan mulai deh, di sini banyak orang.." ujar Fida sambil mencubit perut Bintang.
"Yaa udah nanti sambung di rumah aja,hehee.." ucap Bintang sambil mengedipkan matanya.
Fida hanya tersenyum melihat tingkah Bintang yang selalu bisa membuatnya malu dan merasa senang, Ia merasa beruntung memiliki Bintang sebagai kekasihnya.
Begitu juga dengan Bintang, yang merasa sangat senang saat bersama Fida. Ia seolah mendapatkan semangatnya kembali, yang dulu pernah hilang.
"Mudah-mudahan, hubungan kita bisa tetap baik-baik aja.." gumam Bintang dalam hati, sambil menatap wajah cantik Fida yang tersenyum padanya.
Bersambung...
🙏😊 A59
(Dukung Author terus yaa pembaca setia "RHSL", biar Author tetap semangat..! 💪 Terimakasih..) 😊🙏
__ADS_1