
Mery yang telah bangun tidur lebih dulu, segera berjalan menuju ke kamar mandi. Setelah selesai, Ia lalu bersiap-siap dan merapikan pakaiannya. Di lihatnya Bintang yang masih tertidur dengan pulas, Mery pun berusaha untuk membangunkannya. Namun Mery merasakan tubuh Bintang yang terasa panas, dan langsung mengambil obat penurun panas di dalam sebuah laci.
"Kamu udah bangun Mer, jam berapa ini yaa..?" tanya Bintang sambil mengucek matanya yang terasa sedikit bengkak.
"Belum ada jam tujuh Bin, badan kamu panas. Kamu minum obat dulu yaa, terus istirahat lagi. Gak usah masuk kerja hari ini, nanti biar aku yang bilang ke bos.." ujar Mery yang kini tengah duduk di samping Bintang, seraya memegang obat dan segelas air putih di tangannya.
"Aku gak apa-apa kok Mer, cuma panas sedikit. Aku mau mandi dulu, terus siap-siap. Aku mau tetap masuk kerja aja.." ucap Bintang sambil berjalan menuju ke kamar mandi dengan langkah yang gontai.
"Keras kepala nih anak kalau di kasi tau,mmmh.." seru Mery yang bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke pintu keluar.
Tak lama kemudian, Mery telah kembali dengan membawa bungkusan makanan yang Ia beli untuk sarapan. Lalu meletakkannya di atas meja, dan menyiapkan dua piring untuknya juga Bintang.
"Sarapan dulu Bin, terus kamu minum obatnya.." seru Mery pada Bintang yang masih merapikan rambutnya.
"Iyaa Mery.." balas Bintang.
Keduanya pun kini tengah menikmati sarapannya, namun tiba-tiba ponsel milik Bintang berbunyi. Ia segera mengambilnya, lalu melihat isi pesan yang ternyata dari Yumie.
"Siapa Bin, dia..?" tanya Mery dengan raut wajah tidak senangnya.
"Iyaa Mer.." balas Bintang sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Ngomg apa dia..? Ngapain masih ngubungin kamu lagi.." seru Mery yang merasa kesal.
"Cuma ngucapin selamat pagi dan tanya lagi apa, Mer.." sahut Bintang.
"Itu aja, Bin..? Gak ada yang lain lagi gitu..?" tanya Mery lagi.
"Iyaa cuma itu aja, memang mau ngomong apa lagi dia.." ucap Bintang.
"Udah mutusin kamu, sekarang masih sok perhatian. Tanpa ngerasa bersalah sedikitpun, lebih baik gak usah kamu balas, Bin.." seru Mery dengan kesal.
"Gak apa-apa Mer, selagi dia masih ngomong baik-baik.." sahut Bintang yang kini telah selesai sarapan.
__ADS_1
"Tapi aku gak suka kalau kamu masih komunikasi sama dia, karena dia udah se'enaknya aja nyakitin kamu gitu.." jelas Mery sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Iyaa Mer, aku gak apa-apa kok.." ucap Bintang yang kini memegang kepalanya.
"Gak apa-apa, tapi hati kamu yang sakit dan terluka,mmmh.." balas Mery.
"Kamu kenapa, Bin..?" tanya Mery saat melihat Bintang dengan raut wajah yang pucat dan menahan rasa sakit.
"Gak apa-apa Mer, cuma kepalaku rasanya sakit banget.." sahut Bintang yang masih memegangi kepalanya.
"Kamu istirahat dulu aja Bin, bawa tiduran yaa.." seru Mery pada Bintang yang kini langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kamu yakin mau masuk kerja hari ini, Bin..? Apa gak sebaiknya kamu istirahat aja di kost-an.." tanya Mery yang melihat keadaan Bintang sedang tidak baik-baik saja.
"Aku mau masuk kerja aja Mer, aku gak apa-apa kok.." sahut Bintang sambil tersenyum. Meski dalam hati Ia merasa sangat sedih karena harus menerima kenyataan, bahwa Yumie telah memutuskan hubungan dengannya.
"Bin,, Bintang..! Kok malah bengong sih, pasti kepikiran Kak Yumie nih.." seru Mery.
"Gak kok Mer,mmmh.." balas Bintang.
"Udah, gak usah lihatin handphone terus.." seru Mery yang langsung membuat Bintang mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Siapa juga yang lihat handphone terus, yaa udah ayo kita berangkat. Sekarang sakit kepalaku udah berkurang kok.."
Ajak Bintang yang kini bangkit dari tempat tidurnya, lalu mengambil djaket yang tergantung dan memakainya. Karena Ia merasakan dingin dan tidak enak badan, namun tetap berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja.
~************~
Di sisi yang lain, terlihat Yumie dengan wajah yang bahagia sedang sibuk merias wajahnya. Sambil bernyanyi mengikuti alunan lagu yang Ia putar, menandakan bahwa suasana hatinya sedang sangat baik.
"Akhirnya, aku udah putus juga dari Bintang. Jadi aku bisa bebas menjalani hubungan aku yang sekarang, tanpa harus sembunyi-sembunyi lagi.." ucap Yumie sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Sayang,, Mamaa berangkat kerja dulu yaa.. Arya baik-baik di rumah sama Bik Nani, nanti siang kita makan bareng sama Papaa.." ucap Yumie pada putranya.
__ADS_1
"Horeee,, asyik...! Arya seneng banget Maa, sekarang bisa sering main sama Papaa terus jalan-jalan juga.." sahut Arya dengan wajah bahagianya, karena akhir-akhir ini bisa menikmati banyak waktu bersama kedua orang tuanya.
"Yaa udah, kalau gitu Mamaa berangkat sekarang yaa sayang.." ucap Yumie seraya mengecup kening Arya dengan penuh kasih sayang.
Yumie pun segera meninggalkan Arya bersama Nani, lalu Ia mengendarai mobilnya menuju rumah makan miliknya. Tak butuh waktu lama, kini Ia telah pun tiba di sebuah rumah makan yang masih terlihat agak sepi. Setelah memarkirkan mobilnya, Ia bergegas masuk ke dalam dan memulai kesibukannya.
Siang harinya, saat jam istirahat kerja. Terlihat Mery yang sedang memesan makanan, lalu Yumie pun menyapanya seperti biasa. Dengan tersenyum ramah, Ia menghampiri Mery yang tengah duduk menunggu.
Namun Yumie yang tidak ingin berlama-lama berbincang dengan Mery, segera melanjutkan pekerjaannya. Begitu juga dengan Mery yang kini telah berlalu pergi, dengan raut wajah dan tatapan tajam ke arah Yumie.
"Nih Bin, makanannya.." seru Mery pada Bintang, sambil meletakkan makanan yang Ia beli di atas meja.
"Iyaa Mer, yaa udah ayo kita makan. Mumpung lagi gak ada orang nih.." ajak Bintang sambil membuka bungkusan makanannya.
"Kamu aja duluan, aku masih kenyang dan belum selera.." sahut Mery dengan ketus.
"Kamu itu kenapa Mer, pulang-pulang kok sepertinya kesal gitu. Seperti habis ketemu mantan aja.." ucap Bintang sambil tersenyum.
"Iyaa ketemu mantan kamu, biasa aja dia..! Gak ada ngerasa bersalah sedikitpun gitu udah mutusin kamu, rasanya pengen aku cakar-cakar tuh muka sok baiknya.." seru Mery sambil mempraktekkan apa yang ingin Ia lakukan.
"Terus udah kamu cakar-cakar belum..?" tanya Bintang.
"Belum Bin,, kan cuma pengen,hehee.." sahut Mery sambil tertawa kecil.
"Mungkin dia seperti itu, karena memang udah gak ada perasaan lagi sama aku, Mer.. Tapi aku-nya aja yang selama ini gak peka dan menyadarinya.." ucap Bintang dengan raut wajah yang sedih.
"Iyaa Bin, sepertinya sih gitu. Kalau gak, mana mungkin dia bisa bersikap biasa aja seolah gak terjadi apa-apa.." seru Mery.
"Tapi yaa udahlah Mer, mungkin udah jalannya harus berpisah.." balas Bintang sambil mengusap wajahnya.
Kini keduanya saling diam, dan melanjutkan makan siang mereka masing-masing. Meski pikiran Bintang saat ini tertuju pada Yumie, orang yang sangat Ia rindukan dan sekaligus mengecewakan...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59