Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Tidak Terima


__ADS_3

"Bin,, kamu gak apa-apa..?" tanya Mery pada Bintang yang sejak pulang tadi hanya diam dan berbaring di tempat tidur, tanpa berbicara apapun.


"Gak apa-apa Mer, aku mau tidur duluan yaa.." sahut Bintang tanpa menatap ke arah Mery, lalu menarik selimut yang Ia gunakan hingga menutupi wajahnya.


"Aku tau Bin, kamu sekarang pasti lagi nangis.." gumam Mery dalam hati.


"Yaa udah, kamu tidurlah Bin.." seru Mery yang berjalan menuju pintu keluar, Ia memilih untuk duduk di teras sambil menghubungi sese'orang.


Sudah cukup lama Mery duduk di luar, sambil berbicara dengan sese'orang di telepon. Kini Ia segera masuk ke dalam kost-an, berharap Bintang telah tidur dan berhenti menangis.


"Syukurlah sekarang kamu udah tidur, kamu pasti kecapekan habis nangis, Bin.." ucap Mery lirih sambil merapikan selimut di tubuh Bintang.


Lalu Mery merebahkan tubuhnya di samping Bintang, sambil menghela nafasnya dengan dalam. Ia mengingat kembali semua yang terjadi padanya dan Bintang hari ini, semua seperti mimpi buruk. Namun Ia tetap merasa bersyukur, karena telah mengetahui semua kebenarannya tentang Yumie dan Gemy.


Keesokan paginya, Mery yang telah selesai bersiap-siap untuk berangkat kerja sengaja tidak membangunkan Bintang. Ia hanya duduk menonton televisi, sambil menunggu Bintang bangun tidur dengan sendirinya.


"Kamu udah bangun, Bin..?" tanya Mery saat melihat Bintang kini berusaha untuk duduk sambil mengucek matanya.


"Kok kamu gak bangunin aku sih, Mer.. Kesiangan deh nih.." ucap Bintang yang segera bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan dengan terburu-buru menuju ke kamar mandi.


"Lebih baik kamu istirahat aja di kost-an Bin, aku khawatir dengan keadaan kamu sekarang.." seru Mery yang melihat Bintang telah masuk ke dalam kamar mandi, tanpa menanggapi perkataannya.


"Tuh anak, orang ngomong bukannya di sahutin kek.." gerutu Mery yang kini tengah sarapan, sambil sibuk dengan ponselnya.


Tak lama kemudian, Bintang keluar dari kamar mandi dan segera bersiap-siap. Kini Ia duduk di samping Mery, sambil ikut sarapan yang sebelumnya telah di siapkan oleh Mery untuknya. Tanpa banyak bicara, Bintang menikmati sarapannya meski hanya sedikit. Perasaan sedih dan kecewa yang Ia rasakan, membuat selera makannya pun menghilang.


"Ayo Mer, kita berangkat.." ajak Bintang pada Mery yang belum selesai sarapan.


"Habisin dulu sarapan kamu, Bin.. Aku juga belum selesai nih.." seru Mery sambil memakan sarapannya dengan terburu-buru.


"Aku udah kenyang, kalau gitu aku tunggu di luar yaa.. Buruan, jangan lama-lama.." ucap Bintang.


"Nih anak gak sabaran banget sih, dasar.." ucap Mery yang baru saja menghabiskan sarapannya, lalu bangkit dari tempat duduk dan berjalan menghampiri Bintang.

__ADS_1


Keduanya pun segera meninggalkan kost-an, dan pergi menuju ke tempat kerjaan. Bintang yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi, membuat Mery berpegangan erat pada pinggangnya.


"Lepasin Mer..! Ngapain kamu pegangan sekencang itu.." seru Bintang yang merasa tidak nyaman.


"Habis kamu sih, siapa suruh bawa motor ngebut. Aku belum mau mati Bin, belum juga punya pacar lagi.." ucap Mery.


"Kamu pikir aku mau ngajak kamu buat mati gitu,mmmh.." sahut Bintang yang langsung menurunkan laju kendaraannya.


"Nah gini kan enak, pelan-pelan aja asal selamat sampai tujuan. Bukan sampai kuburan.." ledek Mery.


"Yaa udah lepasin tangan kamu, Mer.." seru Bintang yang masih belum melepaskan pegangannya.


"Ohh, iyaa maaf Bin,hehee.." balas Mery.


Tak butuh waktu lama, kini Bintang dan Mery telah tiba di tempat kerjaan. Mereka segera bergegas masuk dan memulai pekerjaan mereka masing-masing, meski dengan pikiran dan perasaan yang masih tidak karuan.


~***********~


Di tempat yang lain, Sarah dan Sandra baru saja menyelesaikan sarapannya. Kini mereka berpindah tempat duduk ke ruang tengah, sambil bercerita tentang hubungan Bintang dan Yumie yang telah kandas. Sarah yang merasa tidak terima dengan apa yang sudah di lakukan Yumie pada Bintang, berniat untuk menghubungi Yumie dan meminta penjelasan.


"Iyaa jadi dong sayang, aku gak terima Bintang di sakiti seperti itu.." ucap Sarah.


"Iyaa sayang, aku juga gak terima dan gak nyangka kalau Yumie orangnya seperti itu. Padahal dulu dia berusaha banget untuk bisa mendapatkan Bintang, ehh setelah dapat malah di khianati gitu. Siapa coba yang gak kesal dan emosi.." seru Sandra.


"Apa lagi aku, sangat gak terima. Untung aja Mery udah ceritain semua ke aku, karena aku tau Bintang pasti gak mau cerita soal itu. Yaa udah, kalau gitu aku mau telepon Yumie dulu sayang.." ucap Sarah yang langsung mengambil ponselnya.


"Iyaa sayangku, hajar aja,hehee.." sahut Sandra sambil tersenyum.


"Siap boss,hehee.." balas Sarah yang kini telah menghubungi Yumie, dan setelah beberapa saat telepon pun tersambung.


Yumie : "Hallo assalamu'alaikum, Sarah. Ada apa yaa, tumben telepon..?"


Sarah : "Wa'alaikumsalam, aku pengen tau apa benar kamu selingkuhi Bintang sama Gemy, mantannya Mery..?"

__ADS_1


Yumie : "Ohh, jadi Bintang ngadu ke kamu yaa,hahh.. Benar-benar seperti anak kecil.."


Sarah : "Bintang gak ada ngomong apapun, lagi pula gak penting aku tau dari mana. Kamu jawab aja pertanyaan aku.."


Yumie : "Kalau aku gak mau jawab, kamu mau apa, hahh..?!"


Sarah : "Jadi memang benar kan, kamu selingkuh sama Gemy. Memang dasar ulat bulu, jahat banget kamu jadi orang. Salah apa sih Bintang sama kamu, sampai kamu tega sakiti dia..?!!"


Yumie : "Dia gak salah apa-apa, tapi aku udah bosan dan gak ada lagi perasaan sama dia. Terus mau gimana, yaa aku cari yang lain dong.."


Sarah : "Keterlaluan banget yaa kamu, bisa-bisanya ngomong seperti itu. Padahal Bintang udah benar-benar tulus dan sayang banget sama kamu, tapi kamu sia-siakan dan sakiti dia.."


Yumie : "Udahlah gak usah urusin hubungan orang, mending kamu urusin aja hubungan kamu sendiri. Lagi pula yang namanya perasaan itu bisa berubah kapan aja, termasuk perasaan aku. Jadi gak salah dong, kalau aku udah gak sayang dan cinta lagi sama Bintang.."


Sarah : "Tapi gak gitu juga kali caranya, dasar cewek breng*** gak tau diri banget sih..! Lu tuh yaa jadi orang gak ada bersyukurnya, Gue sumpahin Lu dapat karma dan ngerasain apa yang udah Lu lakuin ke Bintang. Ingat itu, dasar ulat bulu..!!"


Tutt,, tutt, tuuttt...


Sarah pun segera mematikan sambungan teleponnya, karena tidak mau mendengar perkataan Yumie yang hanya akan membuatnya semakin merasa marah dan emosi.


"Sayang minum dulu yaa, pasti capek kan habis marah-marah,hehee.." seru Sandra sambil memberikan segelas air putih pada Sarah yang masih terlihat emosi.


"Iyaa sayang, terimakasih.." sahut Sarah seraya meneguk air putih yang di berikan Sandra padanya.


"Sekarang kamu yang tenang yaa sayang.." ucap Sandra sembari mengusap-ngusap pundak Sarah.


"Iyaa udah tenang kok, kan ada kamu yang selalu bisa tenangin aku.." sahut Sarah sembari memeluk Sandra yang juga membalas pelukannya.


"Yaa udah, gimana kalau sekarang kita keluar jalan-jalan. Biar pikiran kamu lebih tenang lagi sayang.." ajak Sandra.


"Ayo sayang, aku mau banget.." seru Sarah yang langsung menarik tangan Sandra untuk segera pergi jalan-jalan, Sandra pun hanya bisa mengikutinya sambil menggandeng tangan Sarah dengan mesra...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2