Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Perubahan


__ADS_3

Bintang yang melihat Mery sejak tadi hanya diam dan melamun, mencoba mendekati dan bertanya. Karena tidak seperti biasanya Mery bersikap seperti itu, seolah ada sesuatu masalah yang sedang Ia pikirkan.


"Kamu kenapa, Mer..? Aku perhatikan dari tadi kamu diam aja, melamun terus. Apa kamu sakit atau ada masalah..?" tanya Bintang yang kini telah duduk di samping Mery.


"Hmmm,, aku gak sakit kok Bin, cuma aku mikir dan ngerasa kalau akhir-akhir ini Gemy sepertinya berubah.." jawab Mery.


"Berubah gimana maksud kamu, Mer..?" tanya Bintang lagi.


"Dia udah jarang ngubungin aku, perhatiannya juga udah berkurang. Kalau ngobrol di telepon juga banyak diam, setiap aku tanya kenapa. Jawabnya pasti gak apa-apa, terus bilang capek atau udah ngantuk dan mau tidur.." jelas Mery.


"Apa mungkin, Gemy seperti itu karena ada hubungannya dengan Ibunya yang lagi sakit, Mer..? Karena kalau memang benar, mungkin itu wajar. Kamu harus bisa mengerti dan memakluminya.." ucap Bintang.


"Awalnya aku pikir juga gitu Bin, tapi lama-lama rasanya aneh. Seperti ada yang di sembunyikan dari aku, tapi entah apa itu,mmmh.." ujar Mery sambil menarik nafasnya.


"Coba nanti kamu omongin lagi aja sama Gemy, sebenarnya apa yang terjadi sama dia di sana. Biar kamu juga gak mikirin yang bukan-bukan terus, kalau perlu kamu datangi aja dia ke kampung halamannya.."


Mery yang mendengar ucapan Bintang pun mulai tersenyum, Ia membenarkan perkataan Bintang dan berniat untuk menemui Gemy. Meski itu masih sebatas rencana, tapi Mery tetap akan mewujudkannya.


"Kamu benar juga Bin, walaupun Gemy gak tau kapan bisa kembali ke sini. Tapi bukan berarti aku gak bisa nemuin dia di sana, Terimakasih yaa Bin udah ingetin aku,hehee.." ujar Mery sambil tersenyum dan ingin memeluk Bintang, namun Bintang segera menghindarinya.


"Iyaa sama-sama Mer, gak perlu pakai peluk-peluk gitu juga kali.." seru Bintang yang sejak dulu memang tidak suka di peluk oleh orang lain, selain dari orang yang Ia sayangi.


"Sesekali gak apa-apa lho Bin, ihh pelit sekali dirimu ini,hehee.." balas Mery sambil tertawa kecil.


"Enak aja sesekali, bukan muhrimnya tau,hahaa.." sahut Bintang seraya tertawa, lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju lemari pakaian.


"Kamu mau ke rumah Kak Yumie yaa, Bin..?" tanya Mery yang melihat Bintang yang kini tengah bersiap-siap untuk pergi.

__ADS_1


"Iyaa Mer, sekalian nginap di sana. Aku ngerasa dia seperti ada masalah, makanya aku pengen tau dan tanya ke Yumie.." sahut Bintang.


"Ohh,, yaa udah kalau gitu, kamu pergilah. Semoga hubungan kalian berdua baik-baik aja, Bin.." ucap Mery sambil tersenyum.


"Aamiin,, terimakasih yaa Mer.. Kamu dan Gemy juga, semoga tetap baik-baik aja yaa.." balas Bintang.


"Sama-sama yaa, Bin.. Yaa udah buruan pergi gih, Kak Yumie pasti udah nungguin.." seru Mery pada Bintang.


Dan tak menunggu waktu lama, Bintang pun berjalan menuju pintu keluar. Lalu meninggalkan Mery yang masih berdiri menatapnya, dan kembali masuk ke dalam kost-an. Ia kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil menatap foto Gemy yang tersimpan di dalam ponselnya.


"Apa kamu baik-baik aja di sana sayang, aku kangen banget sama kamu, Gemy.." gumam Mery dalam hati.


~***********~


Di sebuah kamar yang berukuran agak besar, dengan lampu tidur yang menyala dengan redup. Terlihat Yumie yang tengah berbaring, sambil memeluk tubuh Bintang dengan mata terpejam. Sedangkan Bintang asyik mengusap wajah Yumie dengan lembut, sembari sesekali mencium keningnya.


"Apa ada masalah sayang..?" tanya Bintang sambil menatap wajah Yumie.


"Ohh,, sayang sabar aja yaa, nanti pasti dapat kok. Yang penting jangan terlalu kecapekan, nanti kamu jatuh sakit.." ujar Bintang.


"Sayang,, kalau untuk sementara waktu kamu jangan datang dan nginap dulu di rumah, gak apa-apa kan..? Karena udah beberapa hari ini, Papaa nya Arya sering datang. Aku gak mau dia curiga, atau bertanya apapun tentang kamu.." ucap Yumie.


"Ohh gitu, iyaa gak apa-apa sayang. Apa dia ingin mengajak sayang balikan lagi..?" tanya Bintang dengan raut wajah serius.


"Iyaa memang benar sayang, tapi aku selalu menolak. Dia selalu menjadikan Arya sebagai alasan untuk bisa menemui aku, sebenarnya aku malas kalau harus ketemu sama dia. Tapi mau gimana lagi, Arya ngerasa seneng banget kalau Papaa nya datang dan mengajak bermain. Jadi aku gak mungkin bisa melarang, aku harap kamu bisa mengerti yaa sayang.." jelas Yumie yang kini menatap wajah Bintang.


"Iyaa sayang, aku bisa ngerti kok. Aku percaya sama kamu, yang paling penting kamu cerita sama aku kalau ada apa-apa.." pinta Bintang pada Yumie.

__ADS_1


"Iyaa aku pasti cerita ke sayang, kan cuma kamu tempat aku berbagi segalanya.." balas Yumie sambil mengecup pipi Bintang, lalu Bintang pun segera membalas mengecupnya.


"Ohh yaa sayang, apa Gemy ada ngubungin kamu..? Karena dari cerita Mery, sekarang Gemy agak berubah dan gak seperti biasanya.." tanya Bintang.


"Gak ada sayang, aku hubungi juga gak ada di jawab. Aku kirim pesan juga, gak ada di balasnya.." jawab Yumie.


"Ohh gitu, kira-kira Gemy kenapa yaa sayang, apa mungkin dia sibuk mengurus Ibunya yang lagi sakit.." ujar Bintang.


"Mungkin juga sayang, yaa udah jangan terlalu di pikirkan. Itu urusan mereka berdua, yang penting kita baik-baik aja.." sahut Yumie.


"Aku ke kamar mandi dulu sebentar yaa sayang.." seru Yumie sambil berjalan menuju ke kamar mandi.


Tak lama kemudian, Yumie pun telah keluar dari kamar mandi. Ia menghampiri Bintang yang masih terbaring di tempat tidur, lalu Yumie merebahkan tubuhnya di samping Bintang.


"Sayang,, tolong pijitin punggung aku sebentar yaa, rasanya pegal-pegal gitu.." pinta Yumie yang kini telah membalikkan badannya.


"Okey sayang, dengan senang hati.." sahut Bintang yang langsung memijat punggung Yumie dengan perlahan.


"Agak kuat yaa sayang, biar lebih kerasa. Sekalian sama kaki juga sayang,hehee.." ucap Yumie sambil tertawa kecil.


"Iyaa sayang, semuanya aku pijitin kok,hehee.." balas Bintang dengan senyuman penuh arti.


"Tangannya jangan nakal sayang.." seru Yumie yang merasakan geli pada bagian kakinya yang sengaja di buat geli oleh Bintang.


"Nakal sedikit aja kok sayang,hee.." sahut Bintang sambil melanjutkan memijat tubuh Yumie dengan lembut dan hati-hati.


"Enak banget sayang, kamu pintar mijit. Sering-sering aja yaa sayang.." puji Yumie yang begitu menikmati pijatan tangan Bintang pada tubuhnya. Hingga membuatnya lama kelamaan jadi mengantuk, dan akhir ketiduran...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2