
Keesokan paginya, Bintang yang telah bangun tidur lebih dulu sengaja menunggu Nadya terbangun. Karena ada sesuatu yang ingin Ia tanyakan, sesuatu yang mengganjal di hatinya sejak tadi malam.
"Akhirnya kamu bangun juga sayang.." seru Bintang sambil menatap Nadya yang terlihat masih mengantuk.
"Memang kenapa..?" tanya Nadya dengan mata yang masih belum terbuka sepenuhnya.
"Ada yang mau aku tanyakan sama kamu.." ujar Bintang.
"Yaa udah tanya aja.." balas Nadya yang berpikir, bahwa yang ingin di tanyakan oleh Bintang pasti tentang tadi malam.
"Siapa Winda..? Orang yang sering kamu hubungi itu.." tanya Bintang menatap tajam Nadya.
"Bukan siapa-siapa, dia cuma teman.." jelas Nadya dengan raut wajah yang heran.
"Dari mana kamu tau soal Winda, kamu periksa handphone aku..?" ucap Nadya yang balik bertanya.
"Gak penting dari mana aku tau, kamu jawab jujur aja. Siapa Winda..? Selingkuhan kamu..?" tanya Bintang lagi yang ingin Nadya menjawabnya dengan jujur.
"Aku memang ada rasa sama dia, tapi dia bukan selingkuhan aku. Lagi pula dia juga udah punya pacar, dan dia sering curhat tentang pacarnya.." jelas Nadya.
"Jadi karena itu, kamu mulai berubah. Udah gak begitu peduli lagi sama aku,mmmh.." ujar Bintang sambil menarik nafasnya dengan berat.
"Iyaa maaf.." balas Nadya singkat.
"Kalau kamu seperti itu terus, lebih baik aku balik lagi ke kota B.." seru Bintang sambil menahan sedihnya.
"Kamu gak boleh pergi kemana-mana, iyaa aku akan mencoba untuk gak menghubungi dia lagi.." sahut Nadya seraya memeluk Bintang.
__ADS_1
"Benar yaa..? Awas kalau bohong..!" ucap Bintang serius.
"Iyaa benar, sekarang jangan marah lagi. Nanti berangkat kerja, biar aku anterin yaa.." bujuk Nadya sambil tersenyum.
Setelah mendengar itu, Bintang sedikit merasa lega. Ia berharap, apa yang di katakan oleh Nadya memang benar. Lalu Bintang pun menuju ke kamar mandi, dan bersiap-siap untuk berangkat kerja.
"Ayo berangkat sekarang.." ajak Bintang yang telah selesai bersiap-siap.
"Yaa udah ayo.." sahut Nadya seraya mengambil sweater yang biasa Ia pakai.
Selama di perjalanan menuju ke tempat kerja Bintang, mereka berdua hanya diam. Tak satupun dari mereka yang berbicara, seolah terlihat hanya dua orang asing. Hingga tak lama kemudian, Bintang pun telah sampai.
Nadya yang tak ingin berlama-lama, langsung pergi meninggalkan Bintang tanpa sepatah katapun. Bintang hanya menatap kepergiannya, dengan perasaan tidak enaknya.
"Kamu udah datang Bin, tumben di anterin..?"
"Iyaa Kak, kebetulan hari ini teman itu libur kerja.." jawab Bintang seraya tersenyum seperti biasa.
"Ohh gitu, memang teman kamu itu kerja dimana, Bin..?" tanya Ika lagi.
"Dia kerja di toko ponsel dan komputer di Mall T, Kak.." jawab Bintang seadanya.
Mall T adalah Mall terbesar di kota M, jaraknya dengan kost-an juga lumayan jauh. Itu sebabnya, Nadya sering tiba di rumah agak malam.
"Jauh juga yaa, kenapa kamu gak coba melamar pekerjaan di sana, Bin..? Biar biaa bareng sama teman kamu itu.." ucap Ika.
"Aku pengen kerja yang dekat-dekat aja Kak, seperti di sini.." ujar Bintang sambil tersenyum.
__ADS_1
Tak berselang lama, teman kerja yang membawa kunci ruko kini telah datang. Mereka pun satu persatu mulai masuk ke dalam, dan memulai pekerjaan mereka masing-masing.
~***********~
Setelah seharian bekerja, kini waktunya untuk pulang. Bintang dan teman-temannya segera merapikan meja dan barang masing-masing, lalu mulai keluar dari ruangan kerja.
Bintang dan Ika terlihat berjalan bersama, sambil bercerita tentang masing-masing. Hingga tak terasa, Bintang telah tiba di depan gang menuju kost-annya.
"Kak, aku duluan, Kakak hati-hati.." pamit Bintang sambil tersenyum.
"Iyaa Bin, sampai ketemu besok yaa.." sahut Ika yang membalas senyuman Bintang.
Setelah berjalan menyusuri gang, Bintang pun telah tiba di depan kost-an. Lalu dengan perlahan, Ia mulai menaiki anak tangga.
Mendengar suara langkah kaki seseorang, Nadya yang berada di dalam kost-an segera meletakkan ponselnya dan menyalakan televisi.
"Kamu udah pulang, kok gak bilang..? Kan aku bisa jemput.." ujar Nadya.
"Gak apa-apa, aku bisa pulang sendiri.." sahut Bintang yang sudah tau, bahwa Nadya memang tidak ada niat untuk menjemputnya hanya sekedar basa-basi.
"Yaa udah, aku mandi dulu.." ucap Bintang yang mengambil handuknya, lalu berjalan menuju kamar mandi.
Melihat Bintang yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, Nadya lalu mengambil ponsel miliknya dan segera menghapus apa saja yang berkaitan dengan Winda.
"Akhirnya selesai juga, sekarang udah aman.." gumam Nadya dengan tersenyum licik, sambil kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59