Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Tiba Di Kota B


__ADS_3

Setelah seharian melakukan perjalanan jauh, akhirnya Bintang dan Fida telah tiba di kota B. Mereka di jemput oleh Anya, teman Bintang yang Ia kenal dari media sosial. Namun Anya dan Bintang telah lama kenal, dan berteman baik. Jadi Bintang tidak merasa takut atau cemas lagi, karena Anya akan membantunya selama di kota B.


"Ayo kita jalan sekarang, sudah ada mobil yang menunggu kita di sana.." ujar Anya sambil menunjuk ke sebuah mobil yang berada di tempat parkiran.


"Iyaa Nya,, ayo.." balas Bintang sambil berjalan mengikuti langkah Anya, begitupun dengan Fida.


Sesampainya di parkiran, Bintang dan Fida segera memasukkan barang-barang mereka ke bagasi mobil. Lalu segera masuk ke dalam mobil, dan melanjutkan perjalanan menuju ke kost-an yang telah di siapkan oleh Anya sebelumnya.


Hampir dua jam mereka melakukan perjalanan, setelah itu mobil pun sampai di depan sebuah gang kecil yang tidak bisa di lewati oleh mobil. Bintang, Fida dan Anya segera turun, lalu mengambil barang-barang yang ada di bagasi mobil.


"Dimana kost-annya Nya..?" tanya Bintang sambil melihat sekeliling.


"Masuk ke gang kecil ini, gak jauh kok. Ayo kita jalan, biar kalian bisa cepat beristirahat.." seru Anya sambil tersenyum.


Bintang dan Fida pun mengikuti Anya dari belakang, setelah melewati beberapa rumah akhirnya mereka sampai di depan sebuah kost-an.


"Ini tempatnya Bin, kecil sih tapi cukuplah untuk kalian berdua. Ayo kita masuk.." ajak Anya pada Bintang dan Fida.


"Ini sih benar-benar kecil banget, Bin.." gerutu Fida sambil menatap Bintang.


"Habis cuma ini yang kosong, yang lainnya udah pada penuh. Tapi nanti kalian bisa coba cari di tempat yang lain.." ucap Anya.


"Gak apa-apa kok Nya, ini juga udah syukur alhamdullilah banget. Maaf yaa, udah ngerepotin kamu.." ujar Bintang yang merasa tidak enak.

__ADS_1


"Sama-sama Bin, kita kan teman. Aku juga udah nyariin kerjaan buat kamu, kebetulan di tempat kerja teman aku lagi butuh karyawan satu lagi. Itu juga kalau kamu mau, Bin.." jelas Anya.


"Kamu serius, Nya..? Aku pasti mau kok, yang penting punya kerjaan.." seru Bintang yang merasa sangat senang, karena Anya telah banyak membantunya.


"Iyaa Bin, tapi kerjanya di butik. Kamu gak apa-apa..?" tanya Anya.


"Gak apa-apa kok, memang dimana butiknya..?" tanya Bintang yang terlihat bersemangat.


"Gak jauh kok Bin, butiknya di dalam Mall yang tadi kita lewati.." jawab Anya pada Bintang yang segera mengingat kembali, apa saja tadi yang mereka lewati.


"Ohh, iyaa aku ingat, memang dekat dari sini.." sahut Bintang sambil merapikan barang-barangnya.


"Yaa udah kalau gitu Bin, aku mau pamit pulang dulu. Besok aku datang lagi, kamu siapin aja surat lamaran kerjanya.." seru Anya seraya bangkit dari tempat duduknya.


"Iyaa Bin, santai aja. Kalau ada apa-apa, kamu bisa hubungi aku.." ucap Anya yang membalas senyuman Bintang.


"Kamu hati-hati di jalan yaa, kalau nyebrang lihat kiri kanan.." seru Bintang.


"Hahh..? Kamu jadi mengingatkan aku sama Ibu aku di kampung, Bin.." ujar Anya.


"Memang kenapa, Nya..?" tanya Bintang yang merasa bingung.


"Karena Ibu aku, suka banget ngomong gitu waktu aku masih kecil,hee.." jelas Anya sambil berlalu pergi, meninggalkan Bintang. masih menatapnya.

__ADS_1


"Ibu aku juga seperti itu, Nyaa.." ucap Bintang lirih sambil mengingat Ibunya.


~************~


Selesai membereskan barang-barang yang di bawa, Bintang dan Fida pun berisitirahat di tempat tidur yang telah tersedia.


"Kamu kenapa dari tadi kok diam aja..?" tanya Bintang yang melihat Fida hanya diam dan cemberut.


"Aku gak betah di tempat ini, udah kecil dan gak ada apa-apanya lagi. Pokoknya aku mau kost-an yang lebih besar dari ini, atau cari rumah kontrakan aja.." gerutu Fida yang sebelumnya tidak pernah tinggal di tempat kecil seperti sekarang ini.


"Kamu yang sabar dulu yaa, kan kamu dengar sendiri tadi Anya bilang apa. Cuma ini yang kosong, yang lainnya udah penuh. Lagi pula kalau di kota besar, cari kost atau rumah kontrakan itu memang sulit. Kalau pun ada, pasti tempatnya kecil atau kurang bagus.."


Jelas Bintang yang langsung teringat kembali, saat Ia tinggal bersama Sany di kota T dulu.


"Harusnya kamu bersyukur, sekarang kita udah punya tempat tinggal dan aku juga di tawarin pekerjaan.." ucap Bintang sambil tersenyum.


"Yaa udah aku capek, mau istirahat.." gerutu Fida yang masih merasa kesal.


"Aku harap, setelah kita tinggal bersama di sini. Kamu akan berubah, Fii.." gumam Bintang dalam hati, sambil menarik nafas dalam-dalam.


Karena merasa kelelahan, kini mereka berdua pun telah terpejam dan terlelap. Tanpa mereka tau, ada seorang laki-laki nan jauh di sana yang berusaha keras masih mencari keberadaan istrinya.


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2