Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Mulai Membaik


__ADS_3

Kondisi Bintang kini telah berangsur-angsur membaik, Ia sudah bisa makan dan minum meski hanya sedikit. Ibu dan Tya pun merasa sangat senang melihatnya, karena usaha mereka yang terus menguatkannya tidak sia-sia.


"Bintang sarapan dulu yaa, Nak. Ibu sudah masakin bubur ayam kesukaan kamu.." seru Ibu sambil menyuapi Bintang, tapi Bintang segera menolaknya.


"Bintang makan sendiri aja yaa, Bu.. Apa Ibu udah sarapan..?" tanya Bintang seraya menikmati bubur buatin Ibunya.


"Belum, Ibu mau lihat kamu sarapan dulu. Baru nanti Ibu sarapan, kamu habisin yaa.." ujar Ibu sambil mengelus rambut Bintang dengan penuh kasih sayang.


"Pasti Bintang habisin Bu, soalnya enak. Sekarang Ibu sarapan juga yaa, kan Bintang udah sarapan.." pinta Bintang pada Ibunya.


"Yaa sudah, kalau begitu Ibu tinggal dulu. Kalau kamu perlu apa-apa, panggil aja Ibu.." ucap Ibu tersenyum, seraya meninggalkan Bintang yang masih menikmati sarapannya.


Selesai sarapan, Bintang bergegas ke dapur. Lalu berpamitan pada Ibunya, untuk pergi berziarah ke makam Ayah. Tak butuh waktu lama, Bintang pun telah sampai di sebuah tempat pemakaman umum yang ada di daerahnya.


"Bintang datang Ayah.." seru Bintang yang telah tiba di makam Ayah, sembari menaburkan bunga di atasnya lalu mendo'akannya.


"Ayah baik-baik ajakan di sana..? Bintang kangen banget sama Ayah, rasanya masih gak percaya kalau Ayah udah gak ada.." ujar Bintang seraya meneteskan air matanya.


"Maafin Bintang yaa Ayah, Bintang cengeng banget.." ucap Bintang sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya.


Setelah cukup lama, Bintang pun lalu kembali pulang meski hatinya ingin terus berada di makan bersama Ayah. Tapi Bintang ingat dengan Ibu, yang pasti menunggunya di rumah.


"Bintang pulang dulu yaa Ayah, besok Bintang datang lagi. Bintang sayang banget sama Ayah.." seru Bintang seraya bergegas pergi meninggalkan makam Ayahnya, sambil menahan air mata yang ingin terjatuh lagi.


Sesampainya di rumah, terlihat Ibu yang sedang duduk di teras menyambutnya Bintang dengan senyuman.


"Akhirnya kamu pulang juga Bin, kamu bersihkan diri dulu yaa dan setelah itu istirahat.." ujar Bintang sambil merangkul Bintang berjalan masuk ke dalam rumah.


"Iyaa Bu, Bintang ke kamar mandi dulu.." sahut Bintang yang meninggalkan Ibunya di ruang tengah.

__ADS_1


~**********~


Di dalam kamar, Bintang sedang tiduran di tempat tidurnya seraya memainkan ponselnya. Sambil sesekali Ia tersenyum menatap layar ponsel yang ada di tangannya, tak lama ponselnya berdering karena ada panggilan masuk.


**Bintang: "Hallo, assalamu'alaikum.."


Sarah: " Wa'alaikumsalam sayang, gimana keadaan kamu sekarang..?"


Bintang: "Alhamdullilah udah membaik, ini juga berkat do'a dari kamu sayang.."


Sarah: "Syukurlah kalau gitu, aku seneng banget sayang. Pokoknya kamu harus sembuh dan sehat lagi yaa, awas aja kalau bandel gak mau makan minum. Nanti aku marah dan gak mau ngomong lagi sama sayang.."


Bintang: "Iyaa iyaa sayang, gak bandel kok. Terimakasih yaa sayang, udah kasih semangat terus buat aku.."


Sarah: "Sama-sama sayang, jangan sedih terus yaa.. Kasihan Ibu nanti juga ikut sedih, kamu harus lebih kuat.."


Sarah: "Sama-sama yaa sayang, nanti aku hubungi lagi. Karena masih ada pekerjaan kantor yang harus aku selesaikan.."


Bintang: "Iyaa sayang, baik-baik di sana yaa.."


Sarah: "Kamu juga yaa sayang, baik-baik di sana dan jangan sedih lagi. Wassalamu'alaikum sayang.."


Bintang: "Wa'alaikumsalam cintaa**.."


Sambungan telepon pun telah terputus, lalu Bintang meletakkan ponselnya di atas meja dan segera keluar kamar untuk menemui Ibunya.


Tokk,, tokk,, tokk..


"Ini Bintang, apa Ibu lagi sibuk..?" tanya Bintang dari luar kamar.

__ADS_1


"Masuk aja Bin, pintunya tidak di kunci.." sahut Ibu dari dari dalam kamar.


Bintang pun membuka pintu kamar Ibu dengan perlahan, lalu masuk ke dalam. Di lihatnya Ibu yang sedang membereskan pakaian-pakaian Ayah, lalu memasukkan kotak.


"Pakaian Ayah mau di apakan, Bu..?" tanya Bintang sambil membantu Ibu membereskannya.


"Rencananya mau Ibu sumbangkan bagi yang mau, tapi cuma Ibu pilih yang bagus-bagus, Bin.." ujar Ibu.


"Sarung Ayah banyak yaa Bu, Bintang ambil satu yaa.." seru Bintang saat melihat tumpukan sarung milik Ayahnya.


"Iyaa Bin, ambil aja berapa yang kamu mau. Yang masih baru belum di pakai Ayah juga ada.." ucap Ibu.


"Bintang mau yang ini aja Bu, yang biasa Ayah pakai.." sahut Bintang.


"Bu,, maafin Bintang yaa.." ucap Bintang sambil menatap wajah Ibunya.


"Maaf kenapa Bin, kamu kan tidak ada melakukan kesalahan apa-apa.." balas Ibu.


"Bintang minta maaf karena beberapa minggu ini, Bintang udah banyak merepotkan Ibu.." jelas Bintang.


"Tidak apa-apa Bin, Ibu bisa mengerti. Yang terpenting, sekarang keadaan kamu sudah mulai membaik dan Ibu harap segera sembuh. Lihatlah badan kamu sekarang kurus sekali, kamu harus banyak makan yaa Nak.." ujar Ibu sambil mengusap wajah Bintang.


"Iyaa Bu, nanti Bintang banyak makan.." balas Bintang yang langsung memeluk Ibunya.


Keduanya pun hanyut dalam pelukan, sembari meneteskan air mata saat mengingat kembali Ayah yang sudah tidak ada di sisi mereka.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2