
Beberapa bulan telah berlalu, kehidupan yang di lalui Bintang terasa sangat berat. Bukan di dalam pekerjaannya, namun hari-hari yang Ia lalui bersama Fida semakin membuatnya menderita dan tersiksa.
Sikap kasar Fida terhadap Bintang semakin menjadi-jadi, saat keinginannya tidak di turuti. Bintang tidak bisa berbuat banyak selain mengikutinya, karena Fida selalu saja mengancam untuk melukai dirinya sendiri.
"Hari ini kamu gak boleh kerja, kamu harus nemenin aku di rumah..!" seru Fida pada Bintang saat akan bersiap-siap untuk berangkat kerja.
"Tapi kenapa, Fii..? Kan kemarin aku udah libur kerja.." ucap Bintang sambil menarik nafasnya dengan dalam.
"Pokoknya kamu harus temenin aku hari ini.." ucap Fida.
"Yaa udah aku ke butik dulu, untuk bantuin Alya beres-beres.." sahut Bintang sambil bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan menuju pintu keluar.
Fida segera ikut berdiri dan menarik tangan Bintang, Ia mencengkram erat hingga membuat Bintang merasakan sakit di pergelangan tangannya.
"Kamu apa-apaan sih Fii, lepasin..!" seru Bintang mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Fida.
"Aku akan lepasin, kalau kamu tetap di sini sama aku..!" sahut Fida yang menatap tajam pada Bintang.
"Tapi aku harus kerja Fii, kamu ngerti gak sih..!" bentak Bintang yang mulai hilang kesabaran.
Fida menarik tangan Bintang dengan keras, membuat Bintang kehilangan keseimbangannya lalu terjatuh. Dengan langkah cepat Fida mengambil kunci pintu dan keluar, lalu Ia mengunci Bintang dari luar.
__ADS_1
"Pokoknya hari ini, kamu gak boleh keluar kemana-mana..!" seru Fida sambil berlalu pergi, meninggalkan Bintang yang terkurung di dalam kost-an.
"Fida..! Buka pintunya, kamu jangan seperti ini. Fida.." teriak Bintang dari dalam kost-an.
"Sampai kapan seperti ini terus, bukannya berubah tapi semakin menjadi-jadi,huuhhh.." keluh Bintang yang terduduk di sudut pintu, sambil memikirkan bagaimana caranya untuk bisa keluar.
Sesaat Bintang teringat dengan Anya dan ingin menghubunginya, tapi niat itu Ia urungkan. Karena mengingat, Anya yang telah banyak membantunya.
"Aku gak mungkin merepotkan Anya terus, lebih baik aku tunggu sampai Fida kembali.." ucap Bintang sambil mengambil ponselnya, untuk menghubungi Alya teman kerjanya di butik.
Setelah pergi cukup lama, kini Fida kembali pulang dengan membawa bungkusan makanan di tangannya. Bintang yang mendengar suara pintu terbuka, langsung terbangun dari tidurnya.
"Aku kemana, itu bukan urusan kamu. Nih, aku bawakan makanan, kamu pasti udah laper kan.." ujar Fida sambil memberikan bungkusan makanan pada Bintang.
"Yaa udah, ayuk kita makan bareng.." ajak Bintang sambil menyiapkan piring dan sendok.
"Kamu aja, aku udah makan tadi di luar sama teman-teman aku.." sahut Fida.
"Teman-teman kamu yang mana..? Kok aku gak pernah tau..?" tanya Bintang.
"Karena memang kamu gak perlu tau.." balas Fida sembari asyik memainkan ponselnya.
__ADS_1
Bintang hanya terdiam dan melanjutkan makan siangnya, dengan raut wajah penuh tanya. Memikirkan Fida yang kini semakin menunjukkan sifat aslinya, sering bersikap kasar dan suka mengancam.
~***********~
Sore harinya, terlihat Fida yang bersiap-siap untuk pergi bersama teman yang Ia kenal di media sosial. Karena selama beberapa bulan, Fida banyak menghabiskan waktunya di kost-an dan di luar bersama teman-temannya tanpa sepengetahuan Bintang.
"Aku pergi dulu yaa, kamu di kost-an aja. Awas kalau pergi kemana-mana..!" seru Fida sambil berjalan meninggalkan Bintang yang baru saja ingin bertanya.
"Mau pergi kemana lagi anak itu,mmmh.."
Ucap Bintang sambil menghela nafasnya dengan dalam, ingin rasanya Ia meninggalkan Fida dan pergi jauh. Tapi keinginan itu selalu Bintang tepis, karena Ia yang telah membawa Fida pergi ke kota B. Jadi Fida adalah tanggung jawabnya, begitu pikirnya.
Sedangkan dalam hubungan, Bintang tak lagi memiliki perasaan apapun pada Fida. Hanya sebatas tanggung jawab, yang selama ini membuatnya masih bertahan di samping Fida.
"Lebih baik aku bersih-bersih dan mencuci, mumpung hari ini gak masuk kerja.."
Ucap Bintang sambil mengumpulkan pakaian kotornya, karena selama ini Bintang lah yang seringkali mengerjakan semuanya. Fida yang memiliki banyak waktu luang, justru selalu sibuk dengan ponselnya tanpa peduli pada Bintang yang merasa lelah karena seharian bekerja.
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1