Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Melepas Rindu 2


__ADS_3

"Aku tidak bisa bernafas, Bin..!" seru Gia yang mendapat ciuman cukup lama, seraya mendorong tubuh Bintang.


"Hee,,iyaa maaf sayang, kebablasan.." sahut Bintang dengan tersenyum nakal.


"Kamu ini yaa sayang, kalau mencium buat aku sesak nafas.." ucap Gia sambil mencubit lengan Bintang.


"Sesak nafas juga kamu menikmatinya, kan kan kaaaannn.." goda Bintang pada Gia.


"Iyaa sih,, tapi kan aku tidak sejago kamu sayang. Yang kalau berciuman bisa berlama-lama,mmmh.." gerutu Gia.


"Yaa sudah sini sayang, aku ajarin kamu biar jago dalam berciuman.." ucap Bintang sambil menyodorkan bibirnya pada Gia.


"Nih ciuman saja sama bantal guling.." sahut Gia sambil mengarahkan bantal guling ke wajah Bintang, lalu tertawa terkekeh-kekeh.


"Tega sekali sayang ini, menyuruhku mencium bantal guling. Memang kamu tidak cemburu..!" seru Bintang dengan wajah yang cemberut.


Perkataan Bintang itu sontak membuat Gia tertawa terbahak-bahak, lalu tiba-tiba Ia mencium pipi Bintang dengan malu-malu.

__ADS_1


"Terimakasih yaa sayangku, tapi kurang banyak.." ujar Bintang pada Gia yang kini tengah menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kalau kurang banyak, tuh minta sama bantal guling.." sahut Gia sambil menunjuk bantal guling yang ada di dekat Bintang.


"Sayangku ini pelit yaa sekarang.." ucap Bintang sambil menatap Gia dengan penuh perasaan.


"Pelit juga kamu sayang kan..?!" balas Gia yang menunduk malu, karena sejak tadi Bintang terus saja menatapnya.


Bintang yang tau bahwa Gia merasa malu karena di tatap olehnya, kini langsung tersenyum senang. Semakin Gia malu, semakin Bintang ingin berlama-lama menatap wajahnya. Karena bagi Bintang, wajah Gia terlihat lebih cantik saat Ia merasa malu seperti itu.


"Itu matanya bisa tidak lihat yang lain, aku malu tau sayang. Kamu tatap terus seperti itu..!" seru Gia sambil melempar bantal guling ke wajah Bintang.


"Iish,, sayang nih, yaa sudah aku keluar saja.." sahut Gia sambil bangkit dari tempat duduknya.


Namun gerakannya terhenti, saat Bintang menarik tangannya dan memintanya untuk duduk kembali.


"Sayangnya aku, jangan marah yaa.. Uluhh,,uluhh sini cium dulu.." bujuk Bintang seraya mencium kening Gia dengan penuh cinta, lalu membelai rambutnya yang panjang.

__ADS_1


Gia yang mendapat perlakuan mesra dari Bintang, hanya bisa terdiam dan menerimanya dengan hati yang sangat bahagia.


"Sayang, kok kamu diam ? Sudah mengantuk kah ?" tanya Bintang pada Gia.


Namun belum sempat Gia menjawabnya, Bintang langsung merebahkan tubuh Gia di sampingnya.


"Sini sayang bobok, sambil aku peluk. Biar kamu tenang dan tidur nyenyak.." ucap Bintang yang saat ini telah memeluk tubuh Gia dengan erat, ada rindu yang begitu menggebu pada wanita yang sudah menjadi pemilik hatinya itu.


"Aku sayang banget sama kamu, Gia. Terimakasih yaa sudah hadir dalam hidupku, mmmuuaacchhh..!" seru Bintang yang kembali mencium kening Gia dengan lembut.


"Sama-sama yaa sayang, aku juga sayang banget sama kamu, Bintang.. Janji yaa jangan pernah tinggalkan aku.." pinta Gia dengan penuh harap.


"Aku tidak bisa berjanji apapun, karena kita tidak pernah tau. Apa yang akan terjadi ke depannya. Tapi aku akan berusaha, untuk bisa membahagiakan kamu sayang.."


Ucap Bintang yang semakin mempererat pelukannya pada Gia, membuat Gia semakin merasakan kehangatan dan ketenangan dalam hatinya.


Keduanya pun kini hanyut di dalam pelukan, yang mengantarkan mereka pada mimpi indah.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2