
Ini adalah hari pertama Bintang masuk kerja, Ia mengenakan pakaian biasa. Dengan celana jins, baju kaos putih dan kemeja panjang kotak-kotak, meski sederhana tapi Ia tetap terlihat rapi dan menarik. Dengan rambut panjang yang biasa di ikat, dan juga voni pendeknya.
"Minta perhatiannya semua, mulai hari ini kalian akan berada di bawah pengawasan pengawas yang baru. Ini namanya Mbak Bintang, kenapa harus Mbak ? Karena Mbak Bintang ini selain masih muda, tapi juga belum menikah apa lagi punya anak. Jadi jangan kalian panggil Ibu lho yaa,hehehee.." jelas Kepala pengawas yang terkenal suka bercanda itu.
"Berarti boleh di deketin dong, Pak..?" ucap salah seorang karyawan laki-laki dengan tawanya.
"Boleh saja di deketin, tapi tidak boleh di miliki. Kalau mau memiliki, harus dapat surat ijin dulu dari Mbak-nya,hahahaa.." seru Kepala pengawas sambil tertawa.
"Pak Tama ini bisa aja,hehee.." ucap Bintang yang merasa malu, karena sejak tadi Ia jadi bahan bercandaan oleh Kepala pengawas di pabrik itu.
"Jangan di masukin ke dalam hati yaa Nak Bintang, saya memang seperti ini suka bercanda. Bekerja memang harus serius dan semangat, tapi jangan tegang,hee.. Kalau begitu saya tinggal dulu yaa.." ujar Pak Tama sambil berjalan meninggalkan Bintang.
"Baik Pak, terimakasih.." balas Bintang yang melihatnya telah berlalu.
"Untuk semuanya, mohon kerjasamanya. Kalau ada apa-apa, langsung beritahu saya. Sebelum memulai pekerjaan, jangan lupa berdo'a, selalu hati-hati dan selamat bekerja. Semangat yaa..!" seru Bintang pada semua pekerjanya.
"Baik Mbak Bintang..!" balas mereka semua bersamaan sambil tersenyum dan memulai pekerjaan mereka masing-masing.
Beberapa jam berlalu, waktu istirahat kini telah tiba. Bintang yang merasa lelah karena sibuk mondar-mandir mengawasi pekerja dan mempelajari tentang pabrik itu, segera mencari tempat untuk beristirahat.
"Mbak Bintang kok duduk di sini..?" tanya seorang karyawan wanita yang melihat Bintang duduk sendirian di dalam pabrik.
"Memangnya kenapa kalau duduk di sini, tidak boleh yaa..?" ucap Bintang yang balik bertanya sambil berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Bukan begitu Mbak, maksud saya kok Mbak tidak ikut ke kantin atau ngumpul bareng dengan pengawas yang lain..?" jelas wanita itu sambil tersenyum.
"Ohh itu,, iyaa saya masih ingin di sini tadinya, sebentar lagi saya ke kantin kok.." jawab Bintang dengan membalas senyumannya.
"Iyaa Mbak, kalau begitu bareng saja mbak. Saya juga mau ke kantin.." ajak wanita itu.
"Iyaa boleh, ngomong-ngomong namanya siapa..? Dari tadi ngobrol, tapi tidak tau namanya.." ujar Bintang sambil berjalan mengikuti wanita yang baru di kenalnya.
"Nama saya Jelita, biasa di panggil Lita, Mbak.." seru Lita memperkenalkan dirinya pada Bintang.
"Jelita,, nama yang bagus,hee.." balas Bintang dengan senyuman.
"Biasa saja kok Mbak.." ucap Lita yang membalas senyuman Bintang.
~**********~
Malam harinya, Bintang dan Paman terlihat duduk di kursi teras. Sambil menikmati martabak telur dan keju kesukaan Bintang, yang di bawa oleh Paman untuknya.
"Bagaimana kerjanya hari ini Bin, lancar..?" tanya Paman sambil memakan martabak yang ada di tangannya.
"Alhamdulillah lancar Paman, cuma masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri pekerjaan dan karyawan pabriknya.." jelas Bintang.
"Syukurlah kalau lancar, nanti lama-lama juga kamu terbiasa, Bin.. Yang terpenting, kamu harus terus semangat untuk mempelajari semuanya dari pengawas yang lain.." jelas Paman menyemangati Bintang.
__ADS_1
"Iyaa Paman, akan Bintang lakukan sebaiknya mungkin. Terimakasih martabaknya yaa Paman, enak banget,hee.." seru Bintang yang sudah menghabiskan beberapa potong martabak.
"Sama-sama Bintang, kamu habiskan kalau enak. Terus bagaimana di kost-an yang baru kamu tinggali sekarang, nyaman tidak..?" tanya Paman.
"Alhamdulillah nyaman Paman, Ibu yang punya kost-an juga baik dan ramah. Begitu juga dengan penghuni kost-an yang lain.." jelas Bintang pada Pamannya.
"Syukurlah kalau begitu, jadi Paman bisa tenang sekarang. Tapi kamu harus ingat, kalau ada apa-apa langsung hubungi Paman.." ucap Paman mengingatkan.
"Siap Paman, laksanakan..!" sahut Bintang yang di sambut dengan tawa oleh Pamannya.
"Sudah malam Bin, Paman pamit pulang dulu yaa.. Kamu nanti cepat tidur, karena besok pagi kan harus kerja.." ujar Paman seraya mengenakan djaket yang tadi Ia lepas.
"Iyaa Paman, Paman hati-hati di jalan yaa.. Kalau menyebrang lihat kiri dan kanan, terus..."
"Sudah,, sudah,, kamu ini persis seperti Ibu kamu,hee.. Paman pasti hati-hati kok.." seru Paman yang memotong perkataan Bintang.
"Hehee,,iyaa Paman, karena Ibu selalu pesan seperti itu kalau Bintang mau pergi kemana-mana.." jelas Bintang.
"Iyaa Paman tau, Paman pulang dulu. Kamu langsung masuk dan jangan lupa kunci pintu. Wassalamu'alaikum.." seru Paman yang pergi mengendarai motornya.
"Iyaa Paman, wa'alaikumsalam.." balas Bintang sambil bergegas masuk ke dalam kost-an dengan membawa sisa martabaknya.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59