
Tokk..tokk..tokk..
"Assalamu'alaikum.." terdengar suara seseorang sambil mengetuk pintu.
"Wa'alaikumsalam.." balas Ayah seraya membukakan pintu. "Maaf, cari siapa yaa..?." tanya Ayah yang merasa tidak kenal dengan seseorang di hadapannya itu.
"Apa benar ini rumah Bintang, Pak ?." yang justru balik bertanya.
"Iya benar, kamu siapa ?." tanya Ayah lagi.
"Saya Hardi, teman Bintang di sekolah." jawabnya sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Ohh teman sekolahnya Bintang, sebentar yaa saya lihat dulu di kamarnya.." Ayah pun segera berjalan menuju kamar Bintang.
Tokk..tokk..
Ceklek..
Tak lama kemudian pintu terbuka, Ayah pun segera masuk dan duduk di samping Bintang.
"Siapa yang datang Yah ?." tanya Bintang dengan wajah penasarannya.
"Ada anak laki-laki mencari kamu, katanya dia teman sekolah kamu. Terus bawa teman-temannya juga.." jawab Ayah dengan rasa penasaran, karena selama ini ia tau bahwa putrinya itu tidak pernah bergaul dengan anak laki-laki.
__ADS_1
"Anak laki-laki ? Bintang gak punya teman anak laki-laki Yah.. Bintang gak mau nemuin, Ayah usir aja mereka.." pinta Bintang yang merasa tidak suka kalau harus bertemu dengan orang yang tidak di kenalnya.
"Yaa udah kalau gitu, Ayah mau ke depan dulu. Anak itu pasti nungguin.." ujar Ayah seraya berjalan keluar kamar, meninggalkan Bintang yang sedang memikirkan siapa anak laki-laki itu.
"Maaf ya Nak, tapi Bintang nya sedang istirahat mungkin kecapean.." Ayah berusaha mencari alasan, agar anak laki-laki itu bisa mengerti dan segera pergi.
"Yaa sudah Pak, tidak apa-apa. Mungkin besok atau lain waktu saya dan teman-teman main ke rumah lagi.." setelah bersalaman ia pun pamit pulang, sedangkan Ayah segera masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya.
"Siapa Yah, anak yang datang tadi ?." tanya Ibu yang sejak tadi memperhatikan dari dalam rumah.
"Ayah juga gak tau Bu, katanya sih teman sekolah Bintang. Tapi Bintang bilang, dia gak punya teman anak laki-laki di sekolah.." jelas Ayah sambil meminum kopi yang kini sudah terasa dingin.
Saat itu, terdengar suara pintu terbuka. Terlihat Bintang yang keluar dari kamarnya, ia menghampiri Ayah dan Ibunya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Tapi dari mana dia tau kalau Bintang tinggal di sini ya Yah, Bu.." jelas Bintang yang merasa heran dan bingung.
"Mungkin dia tanya ke orang-orang Bin, atau bisa jadi dia punya teman anak daerah sini juga." sahut Ayah memikirkan apa yang Bintang juga pikirkan.
"Benar kata Ayah kamu Bin, anak-anak di daerah sini juga kan banyak yang bersekolah di sekolah kamu itu.." ujar Ibu menimpali perkataan Ayah.
"Iya sih Bu, memang benar. Tapi Yah, Bu, kalau dia dan teman-temannya datang lagi, bilang aja aku gak ada atau Ayah cari alasan apa gitu.." pesan Bintang pada orang tuanya.
"Memang kenapa, Nak ? kan mereka kakak kelas kamu di sekolah." tanya Ibu yang merasa bingung dengan putrinya yang satu itu, karena selama ini tidak pernah mau berteman dengan anak laki-laki.
__ADS_1
"Kan Ibu dan Ayah udah tau dari dulu, kalau aku gak suka dan gak mau berteman sama anak laki-laki.." jawab Bintang dengan raut wajahnya yang kini berubah.
"Iyaa Ibu tau Bin, tapi kenapa gak suka dan gak mau.." tanya Ibu lagi yang semakin penasaran.
"Yaa karena Bintang merasa gak nyaman aja, Bu.." Bintang menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, rasanya ia ingin cepat-cepat pergi dan masuk ke kamar karena tidak mau Ibunya bertanya terus.
"Bintang masuk kamar dulu ya Bu, Ayah.." ucap Bintang yang segera bangkit dari tempat duduknya, untuk menuju kamar.
"Kamu ini Bin, Ibu kan masih ingin tanya-tanya.. Yaa udah kamu istirahat, jangan tidur larut malam.." sahut Ibu yang melihat Bintang berlalu dan telah memasuki kamarnya.
"Ibu itu jangan tanya yang aneh-aneh sama Bintang, nanti dia jadi pusing gimana.." ucap Ayah yang tau, bahwa putrinya itu merasa tidak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan dari Ibunya.
"Aneh gimana Yah, itu kan pertanyaan biasa. Justru yang aneh itu anak Ayah, karena selama ini Ibu gak pernah melihat Bintang berteman dengan anak laki-laki. Semua temannya itu perempuan Yah.." seru Ibu yang mulai terlihat kesal.
"Kalau udah begini, mending ngalah atau kabur ajalah. Pasti gak akan menang, kalau berdebat sama Ibu.." gumam Ayah dalam hati.
"Ayah masuk kamar dulu ya Bu, tiba-tiba ngantuk." ucap Ayah sambil menguap agar lebih meyakinkan, bahwa ia memang sudah mengantuk.
"Tunggu Yah, Ibu belum selesai ngomong." tapi Ayah tetap berjalan tanpa menjawab panggilan Ibu.
"Bapak sama anak sama aja, kalau di ajak ngomong serius suka kabur.." ucap Ibu sambil memijit kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊