
"Maaf yaa Al, kemarin aku gak bisa masuk karena mendadak aku ada urusan penting.." ucap Bintang pada Alya.
"Iyaa Mbak, gak apa-apa kok. Kebetulan kemarin juga gak terlalu rame. Jadi bisa aku layani sendiri.." ujar Alya yang usianya lebih muda dari Bintang.
"Syukurlah kalau gitu Al, takutnya kemarin rame dan kamu jadi kewalahan.." jelas Bintang.
"Mbak tadi udah sarapan belum..? Aku ada bawa kue, ini Mbak di cobain. Aku buat sendiri lho.." seru Alya sambil memberi kotak makanan berisi kue pada Bintang.
"Aku tadi udah sarapan, tapi kalau kamu tawarin yaa udah gak apa-apa,hee.." balas Bintang yang mencoba merasakan kue buatan Alya.
"Enak Al, kamu pintar yaa buat kue. Bisa donk sering-sering.." ucap Bintang seraya tertawa kecil.
"Syukurlah kalau enak Mbak, kapan-kapan aku buat kue yang lainnya deh.." sahut Alya dengan senyum manisnya.
"Kamu serius Al..? Padahal tadi aku cuma bercanda lho, gak beneran.." ujar Bintang yang jadi merasa tidak enak.
"Gak apa-apa kok Mbak, aku senang kalau Mbak Bintang suka dengan kue buatan aku.." jelas Alya.
Selesai memakan kue buatan Alya, kini mereka berdua pun melanjutkan pekerjaannya dengan semangat. Hanya di tempat kerjaan, Bintang merasa senang dan tidak kesepian. Berbeda saat Ia berada di kost-an bersama Fida, yang membuatnya ingin menangis setiap malam karena perlakuan kasar Fida padanya.
~***********~
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan hampir jam sepuluh malam, Bintang baru saja tiba di kost-an. Ia segera mengetuk pintu dan memanggil Fida, tak lama pintu pun terbuka.
"Ini aku bawain nasi goreng dan siomay pesanan kamu.." seru Bintang sambil menyerahkannya pada Fida, lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai dari kamar mandi, Bintang segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia merasa sangat lelah, hingga membuatnya ketiduran. Tapi saat ponsel Fida berbunyi, Bintang pun terbangun.
"Siapa yang telepon, Fii..?" tanya Bintang.
"Bukan urusan kamu, anj***..!" sahut Fida dengan kasar.
"Aku tanya baik-baik, kok kamu jawabnya kasar gitu sih.." balas Bintang sambil menahan amarahnya.
"Kamu marah, hahh..?!" bentak Fida sambil mendekat pada Bintang. "Sekarang cium aku..!" perintah Fida pada Bintang.
"Kamu dengar gak, cium..!!" bentak Fida sambil berusaha mencium bibir Bintang, tapi Bintang juga keras untuk menghindarinya.
Bintang yang merasa lelah karena seharian bekerja, tidak bisa banyak melawan. Tapi Ia terus saja menolak, saat Fida menyuruhnya untuk mencium bibir milik Fida.
"Hebat juga kamu yaa..!" ujar Fida yang tertawa, sambil melepaskan cengkraman tangannya pada Bintang.
Tanpa menunggu lama, Bintang pun segera menjauh dari Fida. Sambil meringis menahan sakit, di kedua pergelangan tangannya.
__ADS_1
"Kalau kamu udah gak mau menyentuh aku, yaa udah. Kamu cari sana cewek lain, yang bisa muasin kamu. Tapi ingat, jangan pernah pakai hati..!" ucap Fida menatap tajam ke arah Bintang.
"Terserah kamu mau ngomong apa, aku capek. Aku mau tidur.." sahut Bintang yang merebahkan diri dan menutupi tubuhnya dengan selimut, lalu membalikkan badannya hingga membelakangi Fida.
Lagi-lagi, Bintang berusaha keras untuk menahan air matanya. Tapi usahanya sia-sia, air matanya tetap terjatuh dan Ia menangis tanpa suara. Ia merasakan sesak di dadanya, menahan kesedihan di dalam hati yang telah lama Ia rasakan.
Fida yang mengira bahwa Bintang sudah tidur, hanya membiarkannya. Ia kembali sibuk dengan ponselnya, lalu menghubungi seseorang yang entah siapa. Sambil sesekali terdengar suara tawa, membuat Bintang jadi sulit tertidur malam ini.
Esok paginya, Bintang bersiap-siap akan pergi bekerja. Ia membangunkan Fida untuk berpamitan, dan seperti biasa itu akan membuat Fida marah-marah.
"Fii, bangun.. Aku berangkat kerja dulu yaa, itu udah aku beliin sarapan buat kamu. Jangan lupa nanti piring kotor tolong kamu yang cuci yaa.." ucap Bintang.
"Ehh, dasar ba**..! Kamu berisik banget sih, orang lagi tidur juga. Yaa udah pergi sana..!" bentak Fida dengan kasar.
Mendengar itu, Bintang langsung terdiam. Ia kembali menahan sakit dan sedih di dalam hati, setiap kali Fida berbicara kasar padanya.
Bintang segera pergi dan berjalan dengan langkah, Ia mencoba bersabar dan menghibur dirinya sendiri.
"Mungkin Fida bersikap kasar seperti itu, karena kurang didikan dan kasih sayang dari orang tuanya. Karena sejak kecil, Fida tinggal berdua bersama kakeknya. Tapi apa aku kuat..?! Mmmmh.." ucap Bintang lirih, sambil mempercepat langkah kakinya.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59