Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Tidak Sesuai Rencana


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Gemy berada di kampung halamannya, Mery pun berniat untuk menanyakan tentang kapan pastinya Gemy akan kembali. Sekaligus mengatakan tentang keinginannya untuk menjemput Gemy, seperti yang sejak awal telah Ia rencanakan.


Siang itu, saat sedang istirahat kerja dan kebetulan toko juga sepi. Mery pun menghubungi Gemy, untuk melepas rindu dan membahas tentang kapan Gemy akan kembali lagi ke kota P untuk bekerja.


"Gimana Mer, udah kamu omongin sama Gemy..?" tanya Bintang, saat Ia melihat Mery baru saja menyudahi sambungan teleponnya dengan Gemy.


"Iyaa udah Bin,mmmh.." jawab Mery dengan raut wajah yang terlihat agak sedih.


"Kenapa, apa ada masalah..? Kok gitu mukanya..?" tanya Bintang lagi yang melihat perubahan pada wajah Mery.


"Gak ada masalah, cuma Gemy belum bisa pulang ke sini, Bin.. Karena saat ini Ibunya sedang sakit.." jelas Mery.


"Ohh,, jadi begitu yaa.. Kamu sabar aja dulu Mer, kita do'ain aja semoga Ibunya Gemy cepat sembuh dan sehat kembali. Terus setelah itu, Gemy bisa balik lagi ke sini.." ucap Bintang sambil menepuk pundak Mery.


"Aamiin,, semoga aja Bin.. Terimakasih yaa, kamu selalu bisa nenangin aku,hehee.." sahut Mery sambil tersenyum menatap Bintang.


"Iyaa sama-sama Mer, kan kita teman.." balas Bintang. " Sekarang jangan sedih lagi yaa, anggap aja jarak jauh adalah ujian untuk hubungan kalian.." ucap Bintang.


"Iyaa Bin, aku dan Gemy pasti bisa melewatinya.." seru Mery sambil tersenyum penuh keyakinan.


"Nah,, gitu dong semangat, itu baru Mery yang aku kenal.." sahut Bintang.


"Memang sebelumnya kamu gak kenal aku, Bin..?" tanya Mery dengan raut wajah bingung.


"Gak kenal, tadi kamu seperti orang asing. Kamu ini, masa gak ngerti juga maksud aku.." balas Bintang dengan nada kesal.


"Memang maksudnya gimana, Bin..? Aku kan masih polos, gak ngerti apa-apa.." ucap Mery sambil tersenyum.


"Tau ahh,, kura-kura aja kamu tuh.." sahut Bintang.


"Kura-kura dalam kuali yaa Bin,hehehee..." seru Mery yang memang sangat suka membuat Bintang merasa kesal.


"Yaa udah aku mau ke atas dulu, ada buku yang mau aku ambil.." ucap Bintang seraya berjalan menaiki tangga menuju lantai atas.


Mery hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.


~**********~

__ADS_1


Ditempat yang lain, Yumie tengah sibuk membantu karyawannya yang terlihat kerepotan melayani pembeli. Hal ini terjadi sejak Gemy pulang ke kampung, dan sampai saat ini masih belum kembali. Ia pun berencana untuk mencari penggantinya, sambil menunggu Gemy bisa kembali bekerja.


"Akhirnya, bisa istirahat juga,huuhhh.." seru Yumie yang kini telah duduk di kursi, sambil menyandarkan tubuhnya yang merasa lelah, karena sejak tadi Ia terus saja berdiri.


"Saya tinggal istirahat dulu di dalam yaa.." ucap Yumie pada salah satu karyawannya.


"Baik, Bu.."


Lalu Yumie pun berjalan menuju ke sebuah ruangan, Ia memilih untuk beristirahat di ruang pribadi miliknya. Yang biasa Ia gunakan untuk istirahat, tidur atau menerima tamu.


Setelah cukup beristirahat, kini Yumie kembali ke meja kasir. Waktu pun sudah hampir sore, Ia mulai bersiap-siap untuk pulang. Namun sebelum itu, seperti biasanya Yumie memeriksa semua bahan-bahan yang ada di dapur. Selesai memeriksa semuanya, Ia pun segera pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Yumie bergegas menemui Arya. Namun Ia sedikit terkejut, karena melihat Arya sedang asyik bermain dengan mantan suaminya.


"Itu Mamaa udah pulang, Paa.." seru Arya yang langsung berlari menghampiri Yumie.


"Lihat Maa, aku di beliin mainan baru sama Papaa.."


Arya yang terlihat begitu sangat senang dengan mainan barunya, menunjukkannya pada Yumie.


"Iyaa sayang, mainannya bagus banget yaa.." sahut Yumie sambil tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya pada mantan suaminya itu.


"Iyaa Maa.." jawab Arya yang kini tengah bermain dengan di temani oleh Nani.


"Sepertinya kamu gak suka dengan kedatangan aku ke rumah ini..?" tanya Ardi sambil melirik ke arah Yumie.


"Aku gak ada ngomong seperti itu.." balas Yumie yang merasa malas jika harus berhadapan dengan mantan suaminya itu. Karena terakhir bertemu, mereka terlibat dengan pertengkaran hebat.


"Tapi sikap kamu udah nunjukin itu, sepertinya sekarang kamu bahagia yaa tanpa aku.." ucap Ardi sambil tersenyum sinis.


"Udahlah Mas, gak usah basa-basi. Sebenarnya apa tujuan kamu datang ke sini..?" tanya Yumie.


"Hey,, jangan marah-marah gitu, kamu harus bisa santai. Jangan berprasangka buruk terus sama aku.." balas Ardi.


"Yaa udah kalau memang gak ada yang mau di omongin lagi, aku mau mandi.." seru Yumie sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Tunggu dulu Yumie,, aku ke sini karena aku kangen sama anak kita Arya dan sama kamu juga. Duduklah dulu, aku masih pengen ngobrol sama kamu.." ujar Ardi yang berusaha untuk bersikap lembut pada Yumie.

__ADS_1


"Kalau tujuan kamu ingin membahas masalah hak asuh Arya lagi, lebih baik kita bawa masalah ini ke pengadilan.." seru Yumie dengan tatapan tajamnya.


"Gak Yumie, aku gak mau lagi bahas itu. Sekarang aku sadar, Arya akan jauh lebih baik tinggal bersama kamu. Dia lebih membutuhkan kamu dari pada aku.." ujar Ardi.


"Baguslah kalau udah sadar.." balas Yumie.


"Sebenarnya aku datang ke sini, selain karena pengen ketemu Arya. Aku juga pengen ngajak kamu rujuk lagi sama aku, Yumie. Aku pengen Arya memiliki keluarga yang utuh, kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya. Kamu mau kan..? Demi Arya, anak kita.." ucap Ardi dengan tulus.


Yumie yang mendengar perkataan Ardi, hanya menghela nafasnya dengan berat. Ia tidak pernah terpikirkan untuk kembali pada mantan suaminya itu, dan keinginan itu juga tidak pernah ada. Baginya, hubungannya bersama Bintang sudah sangat membuatnya bahagia dan semangat. Ia merasa tidak lagi membutuhkan sosok se'orang pria dalam hidupnya, terutama sosok Ardi yang dulu pernah membuatnya merasa sangat kecewa.


"Kamu kenapa diam Yumie..? Ayo jawab.." seru Ardi yang sejak tadi menunggu jawaban dari Yumie yang masih terdiam.


"Maaf yaa Mas, tapi aku gak bisa. Aku udah nyaman dengan hidupku yang sekarang.." jawab Yumie.


"Kamu jangan egois Yum, kamu juga harus pikirkan tentang perasaan Arya. Dia pasti menginginkan orang tua yang utuh, jangan cuma pikirkan tentang diri kamu sendiri.." ucap Ardi dengan nada bicara yang mulai meninggi.


"Egois kamu bilang..?! Kamu lupa, alasan kenapa kita bisa sampai berpisah itu karena diri kamu sendiri. Kamu yang suka selingkuh sana-sini dengan banyak perempuan, dan sekarang dengan mudahnya kamu bilang aku egois. Hahaa,, lucu sekali.." ujar Yumie seraya tertawa kecil.


"Tapi itu dulu, sekarang aku udah berubah. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, Yumie.."


Ardi kini memohon sambil berlutut di hadapan Yumie, Ia memang benar-benar sudah menyesal dengan semua kesalahan yang dulu pernah Ia lakukan pada Yumie.


"Gak perlu seperti ini, itu gak akan buat aku menerima kamu kembali, Mas.. Lebih baik sekarang kamu pulang, aku juga capek mau istirahat.." seru Yumie.


"Kenapa kamu gak mau, Yumie..? Atau jangan-jangan kamu udah punya laki-laki lain pengganti aku..?!" tanya Ardi dengan raut wajah yang kesal.


"Aku gak ada menjalin hubungan dengan laki-laki manapun, sekalipun ada itu bukan urusan kamu, Mas.. Yaa udahlah, aku capek.."


Sahut Yumie sambil berjalan menuju ke kamarnya, meninggalkan Ardi yang masih merasa kecewa dengan jawaban yang di berikan oleh Yumie.


"Yumie,, tunggu..! Aku masih belum selesai bicara.." seru Ardi yang ingin mengejar Yumie, namun langkahnya terhenti saat Arya memanggilnya.


"Papaa..! Ayo sini kita main bareng lagi.." ucap Arya sambil menarik tangan Ardi, Ia pun hanya bisa mengikuti keinginan putranya itu. Meski sebenarnya, Ardi masih ingin berbicara banyak dengan Yumie.


Ardi kembali menemani Arya bermain, sambil sesekali melirik ke arah pintu kamar milik Yumie. Berharap Yumie keluar dan menemuinya kembali, namun yang di tunggu-tunggu tidak juga muncul...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2