Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Isi Hati Sany


__ADS_3

Seperti biasa, pagi itu Bintang telah bersiap untuk berangkat kerja. Ia memilih sarapan di kantin pabrik bersama Jelita, teman dekatnya di pabrik. Dengan terburu-buru, Bintang memakai sepatunya dan segera berjalan mendekati motornya yang berada di sebuah garasi.


"Berangkat kerja, Bin..?" tanya seseorang pada Bintang dengan tiba-tiba.


"Ehh,, Sany.. Iyaa mau berangkat kerja, kamu dari mana..?" tanya Bintang yang melihat penampilan Sany begitu kusut, dengan mata yang terlihat seperti habis begadang.


"Aku habis dari rumah teman, ada urusan mendadak. Aku masuk rumah dulu yaa, kamu hati-hati.." sahut Sany dengan langkah gontainya.


"Iyaa San.." balas Bintang sambil menatap Sany dengan rasa aneh.


Bintang pun segera mengendarai motornya dan melaju dengan kecepatan sedang, sambil sesekali Ia memikirkan tentang Sany.


"Kenapa aku jadi memikirkan dia terus yaa.." gumam Bintang yang kembali fokus mengendarai motornya.


Tak butuh waktu lama, kini Bintang telah sampai di dalam pabrik. Ia segera memarkirkan motornya, lalu berjalan ke tempat yang biasa untuk mengisi absen.


"Pagi Mbak Bintang..!" sapa satpam penjaga pabrik dengan senyuman ramahnya.


"Pagi juga Pak Rahmat..!" balas Bintang.


"Saya masuk ke dalam dulu yaa, Pak.." seru Bintang sambil meninggalkan Pak Rahmat.


"Iyaa, Mbak.." sahut Pak Rahmat yang asyik menghisap rokoknya.


Sesampainya di dalam pabrik, Bintang meletakkan tas dan djaketnya di sebuah lemari. Lalu mulai sibuk mengecek laporan dan catatan yang sudah berada di atas mejanya, sambil sesekali menatap layar ponselnya.


"Pagi-pagi sudah sibuk aja, Bin.." terdengar suara seorang pria yang mengejutkannya.


"Ehh,, iyaa Pak Tama, biasalah Pak,hee.." balas Bintang pada kepala pengawasnya itu.


"Sudah sarapan kan, Bintang..?" tanya Pak Tama yang kini telah berada di samping Bintang.


"Iyaa sudah kok, Pak.." jawab Bintang dengan tersenyum kaku, karena saat ini Pak Tama sedang memperhatikan apa yang sedang Ia kerjakan.


"Bagus kalau sudah, sekarang kamu lanjutkan lagi pekerjaan kamu.." ujar Pak Tama sambil berjalan meninggalkan Bintang.

__ADS_1


"Tumben Pak Tama serius, biasanya bercanda terus.." ucap Bintang dalam hati.


~*********~


Di sisi lain, Sany yang baru pulang segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai, Ia melihat Resha yang masih tidur. Sedangkan Ayu, baru selesai membuatkan sarapan untuk mereka bertiga.


"Dari mana saja kamu, pagi baru pulang..?!" tanya Ayu dengan nada kesal.


"Jangan tanya hal yang sama terus, aku bosan dengernya. Mau aku pulang pagi, malam atau gak pulang itu urusanku..!" jawab Sany sambil menyantap sarapannya.


"Kamu memang egois..!" balas Ayu sambil berjalan ke arah pintu keluar.


"Kamu yang lebih egois, memikirkan kesenangan kamu sendiri.." sahut Sany yang mengikuti langkah Ayu.


"Sudahlah, aku gak mau berdebat sama kamu. Percuma..!" ujar Ayu yang sudah berada di luar dan menghampiri motornya.


"Pergi sana, temui pacar yang kamu bangga-banggakan itu..!" ucap Sany yang mulai emosi.


Ayu yang mendengarkan itu hanya menggelengkan kepalanya, lalu bergegas pergi meninggalkan Sany yang selalu saja menyalahkannya.


Di sore harinya, Bintang yang baru saja pulang bekerja langsung merebahkan tubuhnya di atas kursi. Tidak terasa Ia pun ketiduran, karena mungkin sangat kelelahan. Setelah cukup lama Bintang terbangun, dan bergegas berjalan menuju ke kamar mandi.


Selesai membersihkan diri, Bintang menuju dapur dan mengambil bungkusan makanan yang Ia beli sewaktu pulang bekerja. Perlahan Ia mulai menikmati makanannya, hingga yang tersisa hanya sayur yang tidak di sukai.


Tokk,,tokk,,tokk...


"Assalamu'alaikum, Bintang.." terdengar suara ketukan pintu dan juga suara Sany yang memanggilnya, Bintang pun bergegas membukakan pintu.


"Wa'alaikumsalam, ayo masuk San.. Resha mana, kok gak di ajak..?" tanya Bintang yang tidak melihat sosok Resha.


"Resha nya baru aja tidur, kamu lagi apa ? Aku ganggu yaa..?" tanya Sany dengan senyum di wajahnya.


"Ohh, jadi Resha sudah tidur.. Gak ganggu kok, cuma baru selesai makan aja. Kamu sudah makan..?" tanya Bintang.


"Iyaa sudah tadi bareng Resha.." jawab Sany.

__ADS_1


"Syukurlah kalau sudah, kamu mau minum apa ? Biar aku buatin.." ucap Bintang sambil menatap wajah Sany yang terlihat gugup.


"Gak usah Bin, aku masih kenyang juga.." balas Sany.


"Ohh gitu, tapi nanti kalau mau minum apa, ngomong aja yaa.." ujar Bintang yang melihat Sany sibuk meremas jarinya.


"Sebenarnya, aku kesini karena ada yang mau aku omongin sama kamu, Bin.." ucap Sany sambil menundukkan kepalanya.


"Ohh gitu, memang mau ngomong apa San ? Ngomong aja.." sahut Bintang yang melihat Sany kini menatapnya dengan serius.


"Sebenarnya,,mmmm... Sebenarnya,, aku suka sama kamu Bintang. Aku merasa nyaman saat bersama kamu, dan aku mau kita bisa lebih dari sekedar teman.." ucap Sany dengan wajahnya yang kembali tertunduk.


"Jadi maksudnya, kamu mau kita bisa pacaran, begitu..?" tanya Bintang.


"Iyaa Bin, itu juga kalau kamu mau.." ujar Sany.


"Maaf yaa San, aku gak bisa menjawabnya sekarang.." balas Bintang yang tidak menyangka dengan apa yang sudah Sany katakan.


"Gak papa Bin, aku bisa ngerti. Yang penting aku udah ngomong, tentang isi hati sama kamu.." jelas Sany.


"Iyaa San.." jawab Bintang yang kini merasa bingung harus bersikap seperti apa pada Sany.


"Maafin aku yaa Bin, karena udah lancang ngomong soal perasaan aku ke kamu.." ucap Sany.


"Iyaa San, gak papa kok.." sahut Bintang.


"Kalau begitu, aku pamit pulang dulu yaa, Bin.. Takutnya Resha kebangun.." seru Sany sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Iyaa San, silahkan.." sahut Bintang sambil mengantarkan Sany hingga ke teras depan.


Bintang yang sudah masuk ke dalam kamarnya, kini membaringkan tubuhnya dengan perlahan. Ia mengingat kembali apa yang tadi Sany katakan, tapi entah mengapa pikirannya langsung tertuju pada sosok Gia yang masih sangat Ia rindukan.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2