
Tidak ingin berlama-lama larut dalam kesedihan, kini Riko memutuskan untuk masuk sekolah setelah dua hari Ia meminta ijin untuk tidak masuk karena keadaannya yang kurang baik.
"Akhirnya kamu masuk juga Rik, bagaimana keadaan kamu sekarang ?!" tanya Farid dengan bersemangat.
"Kamu masih marah sama aku, Riko..?!" tanya Farid lagi, saat tidak juga mendapat jawaban apapun dari Riko.
Bukannya menjawab pertanyaan Farid, Riko justru pergi meninggalkannya dengan raut wajahnya yang terlihat suram.
"Maafin aku, Rik.." ucap Farid dengan suara lirih, Ia masih merasa sangat bersalah pada Riko. Tapi Ia juga tau, Riko pasti sulit untuk bisa memaafkannya.
Di ruang kelas yang lain, tampak Billa dan teman-temannya tengah asyik bercerita. Sambil sesekali terdengar suara gelak tawa, hingga mereka pun tidak menyadari akan kedatangan Farid saat itu.
"Bill, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan, bisa ikut aku keluar sebentar ?" tanya Farid pada Billa yang kini sedang tersenyum padanya.
"Iyaa bisa Far, teman-teman aku keluar sebentar dulu sama Farid yaa.." seru Billa pada teman-temannya yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Billa dan Farid pun segera berjalan keluar dari kelas, mereka memilih untuk duduk di kursi yang dekat dengan perpustakaan.
"Ada apa Far ? Kenapa mengajakku ke tempat ini ?!" tanya Billa yang merasa aneh, karena Farid mengajaknya ke tempat yang memang sepi dan sulit terlihat oleh orang lain.
"Karena aku tidak ingin Riko sampai melihat kita, Bill.." jawab Farid dengan rasa cemas.
"Riko, jadi dia sudah masuk sekolah lagi, Far..?!" seru Billa yang mendadak bingung, harus merasa senang atau sebaliknya.
"Iyaa Riko sudah masuk sekolah, aku sudah mencoba berbicara dengannya. Tapi sepertinya Riko masih marah, dia tidak mau berbicara apapun padaku, Bill.." jelas Riko dengan raut wajahnya yang terlihat sedih.
__ADS_1
"Nanti aku akan mencoba berbicara dengan Riko, dan menjelaskan semuanya. Aku harap dia bisa mengerti Far, aku tidak ingin persahabatan kalian rusak hanya karena aku.." ujar Billa seraya tersenyum, membuat Farid yang melihatnya tiba-tiba merasakan ketenangan dalam hatinya.
"Terimakasih yaa Bill, maafin aku kalau selama ini aku sudah menyakiti dan membuatmu merasa kecewa atas semua sikapku sama kamu.." ucap Farid tulus pada Billa.
"Maafin aku juga Far, karena aku pernah menyakiti kamu dengan perkataan ku waktu itu.." sahut Billa dengan senyum di wajah cantiknya, yang membuat Farid seketika terpana akan kecantikan wanita yang ada di hadapannya itu.
~************~
Setelah bel pulang berbunyi, Billa segera keluar dari kelas dan mencari keberadaan Riko. Namun saat itu, Ia tidak melihat Riko di dalam kelas. Lalu Billa berlari menuju pintu gerbang sekolah, berharap menemukan Riko di sana.
"Rik,, Riko tunggu..!!" seru Billa yang melihat Riko telah berada di luar sekolah bersama teman-temannya.
"Riko, apa kau tidak dengar ? Aku dari tadi memanggilmu.." ujar Billa dengan nafasnya yang terengah-engah karena berlarian.
"Memang ada apa lagi ?!" tanya Riko dengan ketus.
"Semuanya salahku.." ucap Billa dengan nada yang terdengar penuh penyesalan.
"Kamu menyukai Farid bukan, jadi karena itu kamu membelanya.." sahut Riko sambil mengepalkan tangannya.
"Aku tidak membela Farid, tapi memang dia tidak bersalah. Selama ini Farid tidak pernah tau kalau aku menyukainya, sampai saat itu dia datang dan marah padaku.." ujar Billa menjelaskan.
"Marah, kenapa dia marah ?!" tanya Riko yang akhirnya merasa penasaran dengan apa yang tidak Ia ketahui selama ini.
"Farid marah dan tidak terima, saat tau kalau aku memutuskan kamu waktu itu. Lalu aku menjelaskan semuanya pada Farid, tapi Farid tetap tidak menerima. Dia berusaha memintaku untuk balikan sama kamu.."
__ADS_1
Billa menghela nafasnya dengan dalam, lalu melihat ke arah Riko. Berharap, Riko bisa mengerti dan menerima penjelasan darinya.
"Tapi kamu tetap menolak permintaan Farid, apa benar begitu ?" tanya Riko.
"Itu benar, tapi saat itu juga kamu tiba-tiba datang dan salam paham.." ucap Billa yang masih mengingat kejadian itu.
"Tapi kenapa Farid juga menyukaimu, sedangkan dia tau kalau aku menyukaimu, Bill..?!" seru Riko yang merasakan kecewa dalam hatinya.
"Farid menyukaiku, jauh sebelum kamu juga menyukaiku, Riko. Dia memang tidak pernah mengatakannya, tapi aku tau karena aku juga merasakan hal yang sama.." jelas Billa yang tidak ingin lagi menutupinya dari Riko.
"Maksud kamu apa, Bill ?!" tanya Riko yang merasa belum mengerti dengan apa yang Billa katakan.
"Saat Farid tau kalau kamu juga menyukaiku, Ia menahan perasaannya dan memilih untuk mengalah. Membiarkan kamu mendekati dan berpacaran denganku, tapi ternyata di sini aku yang tidak bisa menahan dan membohongi perasaanku sendiri.." ujar Billa sambil menghapus air matanya yang terjatuh.
"Karena itu, akhirnya kamu mutusin aku ?!" tanya Riko seraya mengusap wajahnya dengan kasar.
"Iyaa benar, Rik.. Aku benar-benar minta maaf. Kamu boleh marah dan membenciku, tapi jangan pada Farid.." ucap Billa.
"Iyaa aku mengerti Bill, aku akan mencoba menerima semuanya meski sakit.." sahut Riko yang tersenyum, sambil berlalu pergi meninggalkan Billa yang menatapnya dengan rasa bersalah.
"Ternyata selama ini, aku yang menjadi penghalang untuk hubungan kalian berdua..?!! Maafin aku, Farid..!"
Gumam Riko dalam hati, seraya menahan air matanya yang sedari tadi ingin menetes.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59