
"Kok cepat pulangnya Bin..? Ini baru jam berapa.." seru Mery saat melihat Bintang telah pulang.
"Ini ada makanan buat kamu, Mer.." ucap Bintang sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
"Kenapa lagi tuh anak, pulang-pulang manyun gitu. Padahal kan habis ketemu pacar, harusnya seneng gitu yaa.." gumam Mery sambil membuka bungkusan makanan yang di bawa Bintang untuknya.
Keluar dari kamar mandi, Bintang lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia mulai melamun, dan memikirkan kembali bagaimana sikap Yumie saat ini padanya.
"Kamu kenapa lagi sih, Bin..? Habis makan malam dan jalan-jalan sama pacar, harusnya senang. Tapi sekarang malah cemberut dan bengong gitu.." ucap Mery sambil menikmati makanannya.
"Harusnya memang gitu Mer, tapi kenyataannya gak gitu. Perasaan aku gak enak, entah apa yang nanti bakal terjadi.." ujar Bintang sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Udah jangan banyak mikir yang bukan-bukan, nanti kamu jadi pusing lagi. Memang tadi Kak Yumie ada ngomong apa sama kamu, Bin..?" tanya Mery yang merasa penasaran.
"Dia cuma bilang maaf, terus langsung ngajak pulang. Padahal aku masih pengen ngomong banyak sama dia, tentang apa yang belakangan ini aku rasakan. Tapi dia bilang, besok lagi aja.." jelas Bintang.
"Apa menurut kamu, ini ada hubungannya dengan mantan suaminya itu, Bin..? Apa mungkin mereka mau rujuk lagi kali yaa,mmmh.." tebak Mery.
"Entahlah Mer, aku juga gak tau pasti.." balas Bintang.
"Atau jangan-jangan, Kak Yumie punya yang lain lagi Bin.." seru Mery.
"Gak mungkinlah Mer, yang aku tau Yumie itu orangnya setia dan gak pernah macam-macam.." sahut Bintang.
"Terus selama ini, apa kamu pernah periksa handphonenya..?" tanya Mery.
"Gak pernah Mer, sekalipun aku tau kata sandinya. Tapi aku tetap selalu percaya sama dia, walaupun kadang aku merasa aneh. Karena setiap pegang handphone, dia gak mau dekat-dekat sama aku. Tapi aku tetap berpikir positif aja.." ujar Bintang.
"Kamu ini Bin, dari dulu berprasangka baik terus. Kamu juga harus periksain handphonenya, biar tau dia berteman sama siapa dan komunikasi sama siapa aja. Jangan percaya terus.." ucap Mery yang merasa kesal dengan cara Bintang mencintai sese'orang.
"Yaa gimana yaa, Mer.. Dari dulu kalau aku udah sayang dan cinta sama sese'orang itu, aku harus dan selalu percaya. Terus berusaha untuk berprasangka baik, kan aku sayang.." jelas Bintang.
"Pantesan selama ini kamu sering di bohongi, di khianati dan di manfaatin, Bintang Bintang.." seru Mery sambil menggelengkan kepalanya.
"Yaa mungkin itulah kelemahan aku, Mer.." sahut Bintang yang kini tertunduk sedih.
"Kamu harus bisa merubahnya Bin, kita jadi orang gak boleh polos-polos banget. Gak boleh terlalu naif, yang ada kita di sakiti orang terus. Di injak-injak dan di remehkan, kita boleh sayang dan cinta tapi logika juga harus di pakai.."
__ADS_1
Ujar Mery yang menasehati Bintang, karena Ia tidak ingin Bintang terus-menerus mengalami nasib percintaan yang selalu berakhir sama.
"Entahlah Mer, aku kalau udah sayang dan cinta yaa gitu. Aku cuma berusaha melakukannya yang terbaik untuk orang yang aku sayangi, itu aja.." seru Bintang.
"Iyaa aku tau Bin, tapi yang kamu lakukan itu pada akhirnya akan menyakiti diri kamu sendiri. Kamu berusaha jadi yang terbaik untuk mereka, tapi mereka malah jadi se'enaknya. Kamu berusaha melakukan yang terbaik dan buat mereka bahagia, tapi mereka jadi gak bisa menghargai kamu. Dan akhirnya, lagi-lagi kamu akan di buat kecewa.." ujar Mery.
"Entahlah Mer, aku jadi pusing dengarnya.." balas Bintang.
"Yaa ampun nih anak, di kasi tau yang benar malah pusing.." seru Mery seraya menepuk jidatnya.
"Yaa pusing aja, kok tumben kamu ngomongnya bener gitu yaa,hahaa.." sahut Bintang sambil tertawa kecil.
"Jadi maksud kamu, selama ini aku kalau ngomong salah gitu. Memang dasar kamu ini yaa.." seru Mery sambil melempar tisu yang baru saja Ia gunakan ke arah Bintang.
Dengan sigap, Bintang pun langsung menghindar dari tisu yang Mery lemparkan padanya.
"Aku bercanda lho, Mer.." seru Bintang.
"Iyaa iyaa tau, yaa udah sana tidur. Dari pada kamu pusing terus.." ucap Mery seraya membereskan sampah makanan yang ada di meja.
Kini Bintang mencoba untuk memejamkan mata dan menenangkan pikirannya, Ia merasa begitu lelah memikirkan semua yang terjadi belakangan ini. Berharap esok bisa jadi lebih baik, dan Yumie bisa kembali seperti Yumie yang dulu sangat menyayanginya.
Bintang : "Hallo, assalamu'alaikum.."
Yumie : "Wa'alaikumsalam, belum tidur kan..?"
Bintang : "Belum sayang, kamu kenapa belum tidur..? Kan kamu capek, butuh istirahat.."
Yumie : "Iyaa nanti aku tidur, ada yang mau aku omongin sama kamu. Dan aku gak bisa lagi menahannya lebih lama.."
Bintang : "Memang kamu mau ngomong apa sayang..? Ngomong aja.."
Yumie : "Aku pengen kita udahan aja.."
Bintang : "Kamu bercanda kan sayang..?"
Yumie : "Aku gak bercanda, aku serius.."
__ADS_1
Bintang : "Tapi kenapa..? Apa aku ada salah..?"
Yumie : "Kamu gak ada salah apa-apa, aku pengen kita putus. Karena aku mau rujuk lagi sama Mas Ardi, aku lebih memilih keluarga dan kebahagiaan Arya.."
Bintang : "Apa kamu yakin dengan keputusan kamu itu..?"
Yumie : "Iyaa aku yakin, maafin aku yaa.. Mungkin ini yang terbaik buat kita, aku harap kamu bisa ngerti.."
Bintang : "Iyaa aku ngerti.."
Yumie : "Harusnya aku ngomong ini lebih awal, tapi aku belum punya keberanian. Sekali lagi aku minta maaf.."
Bintang : "Iyaa gak apa-apa.."
Yumie : "Yaa udah kalau gitu, aku matiin teleponnya. Wassalamu'alaikum.."
Bintang : "Wa'alaikumsalam.."
Bintang yang tak bisa lagi menahan air matanya, kini menangis tersedu-sedu. Mery yang melihatnya pun langsung merasa terkejut, dan mendekati Bintang.
"Kamu kenapa nangis, Bin..? Ada apa..?" tanya Mery dengan raut wajah yang terlihat cemas.
"Yumie, Mer..!" seru Bintang.
"Kenapa dengan Kak Yumie, Bin..?" tanya Mery yang langsung penasaran.
"Dia putusin aku barusan.." ucap Bintang sambil memeluk Mery.
"Hahh,, kok bisa Bin..? Memang kenapa..?" tanya Mery lagi, seraya menenangkan Bintang.
"Di-dia mau rujuk sama mantan suaminya, hiks,,hiiks,, hiikks.." ucap Bintang seraya menangis sejadi-jadinya.
"Yaa ampun Bin, kamu yang sabar yaa.. Kenapa jadi seperti ini sih,mmmh.." seru Mery yang kini ikut sedih dan menangis.
Mery pun memeluk Bintang dengan erat, sambil terus berusaha untuk menenangkannya. Hingga Bintang yang sejak tadi menangis cukup lama, akhirnya bisa tertidur karena kelelahan.
"Kasihan banget kamu Bin, dulu susah payah kamu menerima Kak Yumie. Sekarang dia malah mutusin kamu.." gumam Mery dalam hati, sambil menatap sendu wajah Bintang. Lalu menyelimutinya, dan ikut tidur di samping Bintang...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59