
Sarah yang baru saja pulang dari kantor, segera masuk ke dalam rumah. Lalu menuju kamar, dan merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Terlihat senyum di wajahnya, saat menatap layar ponsel yang Ia pegang. Namun senyuman itu memudar, ketika ponselnya berdering karena ada panggilan masuk.
Sarah: "Yaa hallo, assalamu'alaikum.."
Bintang: "Wa'alaikumsalam sayang, kamu udah pulang..?"
Sarah: "Iyaa udah sayang.."
Bintang: "Gimana kerjaannya hari ini, lancar kan..?"
Sarah: "Iyaa sayang, lancar kok.."
Bintang: "Sayang baik-baik ajakan..? Kenapa akhir-akhir ini beda, seperti ada yang berubah.."
Sarah: "Beda gimana..? Gak ada yang berubah kok, biasa aja sayang.."
Bintang: "Syukurlah kalau gitu, kalau ada apa-apa sayang ngomong yaa.. Jangan ada yang di tutupi dari aku, karena aku juga selalu terbuka sama kamu sayang.."
Sarah: "Iyaa sayang, aku ngerti. Kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh, aku di sini baik-baik aja dan gak ada juga yang berubah. Aku tetap sayang sama kamu.."
Bintang: "Iyaa sayang, terimakasih. Aku juga sayang kamu.."
Sarah: "Yaa udah, aku mau mandi dulu.."
Bintang: "Yahh,, padahal aku masih kangen banget, sambung nanti malam yaa sayang.."
Sarah: "Lihat nanti malam aja yaa sayang, aku matikan dulu teleponnya. Wassalamu'alaikum.."
Bintang: "Iyaa sayang, wa'alaikumsalam.."
__ADS_1
Sarah yang merasa gerah, kini bergegas ke kamar mandi. Dengan raut wajahnya yang terlihat senang, Ia berjalan sambil bernyanyi. Menandakan suasana hatinya sedang dalam keadaan baik-baik saja, berbeda dari sebelumnya.
Di sisi lainnya, Anya yang baru selesai mandi kini tengah sibuk dengan ponselnya. Ia memberitahu pacarnya, bahwa malam ini Ia akan mengajaknya jalan-jalan. Setelah merasa cukup beristirahat, Anya pun bersiap-siap untuk pergi menjemputnya Nindy, pacarnya.
Anya yang sudah berada di depan rumah Nindy, segera turun dari motor. Ia melihat Nindy yang ternyata telah menunggunya di luar rumah sejak tadi.
"Maaf yaa Beb lama, tadi agak macet. Biasalah malam minggu, banyak orang pada jalan-jalan.." seru Anya.
"Gak apa-apa kok Yank, yang penting sekarang kamu udah datang. Ayo kita jalan sekarang.." ajak Nindy.
"Kita mau jalan-jalan kemana, Beb..?" tanya Anya yang membiarkan Nindy untuk membuat pilihan dari tujuan mereka.
"Kita jalan-jalan ke Mall aja Yank, karena ada sesuatu yang mau aku beli sekalian cuci mata,hehee.." sahut Nindy yang telah duduk di belakang Anya.
"Yaa udah, kita jalan sekarang, Beb.. Kamu pegangan erat yaa, biar aku semangat bawa motornya,hee.." ujar Anya sambil tertawa kecil.
"Jangan ngebut lho Yank, awas aja kalau ngebut.." seru Nindy yang kini melingkarkan tangannya di pinggang Anya.
Tak sampai satu jam, Anya dan Nindy telah sampai di sebuah Mall di kota B, keduanya pun segera masuk ke dalam. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, melihat kiri dan kanan toko-toko yang mereka lewati. Namun langkah mereka terhenti, saat Anya melihat sosok wanita yang Ia kenali.
"Bukannya itu Sarah dan Mulan..? Ngapain mereka di sini yaa.." gumam Anya yang mengabaikan Nindy, karena Ia masih memperhatikan Sarah dan Mulan.
"Sarah pacarnya Bintang maksudnya, mana..?" tanya Nindy seraya melihat ke arah tatapan mata Anya.
"Ohh,, iyaa memang benar itu Sarah, tapi yang satu lagi itu siapa, Yank..?" tanya Nindy pada Anya.
"Itu Mulan, teman kerjanya Sarah.." jawab Anya.
"Yaa udah, kalau gitu kita samperin mereka aja, Yank.." seru Nindy yang hendak berjalan ke arah Sarah dan Mulan, tapi langkahnya terhenti saat tangannya di tarik oleh Anya.
__ADS_1
"Jangan Beb, kita ikuti aja mereka. Karena aku merasa curiga, jangan-jangan Sarah dan Mulan ada hubungan.." ucap Anya yang langsung teringat pada Bintang.
"Kok kamu bisa ngomong gitu Yank, memang kenapa..?" tanya Nindy penasaran.
"Karena aku udah beberapa kali lihat mereka berdua jalan bareng Beb, dan kamu lihat aja gimana sikap mereka satu sama lain. Seperti orang pacaran kan..?" jelas Anya pada Nindy.
"Iyaa sih Yank, aku juga bisa melihat itu dari sikap mereka. Ayo Yank, kita lebih dekat ke mereka.." ajak Nindy sambil memakai kacamatanya, sedangkan Anya merubah penampilan rambutnya lalu mengenakan topi.
Sarah dan Mulan kini melihat-lihat boneka yang banyak terpanjang di sebuah toko, sambil memilih boneka yang mereka sukai.
"Kalau yang ini gimana sayang, suka gak..?" tanya Mulan pada Sarah seraya memperlihatkan boneka yang Ia pegang.
"Suka, bagus juga kok sayang.." sahut Sarah lalu mengambil boneka itu dari tangan Mulan.
"Kalau kamu suka, aku beliin yang ini aja yaa sayang.." ujar Mulan yang mengajak Sarah menuju kasir untuk membayarnya.
Selesai membayarnya, keduanya pun lalu segera keluar dari toko boneka itu untuk menuju tempat-tempat lainnya. Tanpa mereka sadari, bahwa sejak tadi ada sepasang kekasih yang memperhatikan mereka.
"Ternyata benar kecurigaan aku, Beb.." seru Anya pada Nindy dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Iyaa Yank, tadi aku juga dengar kok mereka saling panggil sayang. Kamu harus kasi tau Bintang, kasian dia,mmmh.." ujar Nindy yang juga berteman baik dengan Bintang.
"Iyaa Beb, pasti aku ceritakan ke Bintang. Tadi aku juga sempat ambil foto mereka berdua, biar nanti Bintang bisa percaya.." sahut Anya.
Anya dan Nindy pun memilih untuk menjauh dari tempat Sarah dan Mulan berada, karena tidak ingin bertemu dengan mereka berdua. Sambil mencari barang-barang yang Anya dan Nindy butuhkan, keduanya terlihat begitu senang menghabiskan waktu bersama.
Berbeda halnya dengan Bintang, yang telah menunggu lama untuk Sarah membalas pesan dan menghubunginya. Namun hingga larut malam belum juga ada, hingga akhirnya Bintang pun ketiduran...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59