Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Perasaan Cemas


__ADS_3

Tiga bulan sudah Bintang merasakan perubahan di diri Fida, dan kini Fida harus kembali pulang ke rumah orang tuanya. Karena acara pernikahan adik sepupunya yang telah semakin dekat, meski dalam hati Bintang merasa berat karena harus membiarkan Fida pergi meski bukan untuk meninggalkannya.


"Sayang,, nanti selama aku tinggal pulang, kamu gak boleh nakal yaa.. Awas lho..!" seru Fida memperingatkan Bintang dengan nada manja.


"Iyaa sayang, tenang aja. Aku gak akan nakal kok, kamu baik-baik di sana yaa.. Kalau udah sampai nanti langsung kabari aku, kalaupun gak bisa sering pegang handphone kamu juga harus bilang. Biar aku gak cemas, terus mikir yang bukan-bukan.." ujar Bintang seraya mencubit kedua pipi Fida.


"Iyaa iyaa sayang,hee.. Aku pergi dulu yaa, setelah ini buruan kamu berangkat kerja dan jaga diri baik-baik selama aku gak ada.." pesan Fida yang memeluk Bintang dengan begitu erat.


"Iyaa sayangku.." balas Bintang sambil membalas pelukan Fida.


"Aku pergi dulu yaa, tuh mobilnya udah datang.." ucap Fida sambil berjalan menghampiri mobil yang akan membawanya pergi.


"Iyaa hati-hati di jalan, jangan lupa berdo'a dulu.." seru Bintang sambil melambaikan tangan saat melihat Fida yang telah masuk ke dalam mobil.


"Jaga kesehatan yaa..!" teriak Fida yang juga melambaikan tangannya.


Bintang hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ada perasaan sedih dan takut dalam hatinya. Sambil terus memandangi mobil yang membawa Fida pergi hingga tidak terlihat lagi.


"Kenapa perasaanku jadi tidak enak, semoga tidak terjadi apa-apa.." gumam Bintang dalam hati, sambil menghela nafasnya dengan dalam.


~**********~


Hari demi hari berlalu, Bintang dan Fida kini menjalin hubungan jarak jauh. Namun saat telah memasuki hitungan minggu dan bulan, Fida menghilang tanpa kabar. Bintang mencoba bertanya pada Indah dan teman yang lainnya, namun tidak ada yang tau tentang keadaan Fida saat ini.

__ADS_1


"Gimana Bin, kamu udah dapat kabar dari Fida belum..?" tanya Indah di sela-sela kesibukan mereka.


"Masih belum Inn, menurut kamu harus tanya ke siapa lagi yaa..?" tanya Bintang yang merasa mulai putus asa.


"Ohh iyaa, gimana kalau tanya ke Pak Rudi aja, karena Pak Rudi dan Fida kan udah kenal lama. Bahkan sebelum aku masuk kerja di sini, kebetulan nanti sore Pak Rudi datang untuk mengambil laporan keuangan.." ujar Indah dengan penuh semangat.


"Kamu benar juga Inn, yaa udah tunggu nanti sore Pak Rudi datang aja.." balas Bintang sambil melanjutkan kembali pekerjaan mereka.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Pak Rudi pun datang. Lalu menemui Indah untuk meminta buka laporan keuangan, sambil melihat-lihat keadaan di seluruh ruangan.


"Ini Pak, buku laporannya.." seru Indah sambil menyerahkan sebuah buku berukuran besar.


"Bagaimana dengan karyawan yang baru itu, apa sudah bisa bekerja dengan baik..?" tanya Pak Rudi pada Indah.


"Belum sepenuhnya bisa Pak, tapi dia nanti lama-lama pasti bisa dan terbiasa.." jawab Indah dengan hati-hati.


"Jadi Fida sudah berhenti kerja, Pak..?!" tanya Indah yang merasa terkejut, karena dia dan yang lainnya tidak tau sama sekali.


"Beberapa minggu yang lalu dia menghubungi Bapak, dia bilang mau berhenti bekerja karena ada urusan keluarga yang harus di selesaikan.." jelas Pak Rudi.


"Bapak pikir kamu tau.." ujar Pak Rudi sambil melihat dan membaca buku laporan yang ada di mejanya.


"Saya tidak tau sama sekali Pak, makanya saya tanya Bapak.." balas Indah dengan wajah penuh tanya.

__ADS_1


"Yaa sudah Bapak mau pergi dulu, kamu lanjutkan kerja kamu dengan baik. Bintang mana, kok tidak kelihatan..?" tanya Pak Rudi sambil melihat ke sekeliling.


"Ada di gudang Pak, sedang menghitung dan merapikan barang-barang. Nah itu dia, Pak.." seru Indah sambil menunjuk ke arah Bintang yang telah keluar dari gudang.


"Bagaimana Bin, apa semuanya aman..?" tanya Pak Rudi sambil tersenyum.


"Alhamdulillah aman, Pak.." sahut Bintang yang membalas senyuman Pak Rudi.


Bintang pun mulai bertanya tentang Fida seperti yang Indah tanyakan tadi, Pak Rudi menjawabnya dengan jawaban yang masih tetap sama. Bintang yang memberanikan diri, akhirnya bertanya tentang alamat tempat tinggal kedua orang tua Fida.


"Memang mau buat apa kamu minta alamat orang tuanya Fida, Bin..?" tanya Indah beberapa saat setelah Pak Rudi telah pergi.


"Gak buat apa-apa Inn, cuma penasaran aja sebenarnya Fida kenapa sih. Memang kamu gak penasaran..?" seru Bintang yang sengaja balik bertanya karena tidak ingin membuat Indah curiga.


"Penasaran sih, tapi yaa udahlah. Nanti juga lama-lama kita pasti akan tau, Bin.." balas Indah yang tidak mau ambil pusing dengan yang terjadi pasa Fida.


"Iyaa kamu benar, Inn.. Aku mau keluar dulu yaa, mau nitip sesuatu gak..?" tanya Bintang pada Indah.


"Boleh-boleh, seperti biasa yaa Bin,hehee.." sahut Indah dengan tersenyum lebar.


"Yaa udah kalau gitu, aku keluar dulu.." ucap Bintang sambil meninggalkan Indah.


"Hati-hati Bin, kalau jatuh bangun sendiri,hihii.." seru Indah yang melihat Bintang tersenyum dan berlalu pergi.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2