
Setelah menunggu beberapa hari untuk bisa menghubungi Gemy, akhirnya malam ini Mery berkesempatan untuk menghubunginya dan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Gemy. Karena belakangan ini, komunikasi mereka memang kurang baik. Namun Mery tetap berusaha bersabar, dan menunggu untuk mendapatkan penjelasan dari Gemy.
Gemy : "Hallo, assalamu'alaikum.."
Mery : "Wa'alaikumsalam, Gemy.. Akhirnya aku bisa dengar suara kamu lagi, aku kangen banget sama kamu sayang. Kamu baik-baik ajakan di sana..?"
Gemy : "Iyaa aku baik.."
Mery : "Syukurlah kalau kamu baik, terus gimana dengan keadaan Ibu sekarang..?"
Gemy : "Alhamdulillah Ibu sudah membaik.."
Mery : "Syukurlah kalau Ibu udah membaik, terus kapan sayang bisa balik lagi ke sini..? Nanti biar aku jemput sayang.."
Gemy : "Mungkin aku gak akan balik lagi ke sana.."
Mery : "Memang kenapa sayang..? Apa kamu gak kangen sama aku..? Atau nunggu Ibu kamu benar-benar sembuh dulu..?"
Gemy : "Karena memang aku gak bisa lagi untuk ke sana, aku akan segera menikah dalam waktu dekat ini, Mer.."
Mery : "Ka-kamu serius sayang..?!"
Gemy : "Iyaa aku serius, dalam keadaan Ibu yang sakit waktu itu. Ibu meminta aku untuk segera menikah dan aku gak bisa menolaknya, karena itu aku jarang menghubungi kamu. Aku ingin kamu terbiasa tanpa aku, Mer.."
Mery : Ja-jadi maksudnya, kamu mutusin aku, sayang..?"
__ADS_1
Gemy : "Lebih baik kita akhiri aja hubungan kita, Mer.. Banyak hal yang harus aku pikirkan dan urus di sini, aku gak bisa punya banyak waktu lagi untuk kamu. Aku harap kamu bisa ngerti.."
Mery : "Tapi kenapa harus mendadak seperti ini sayang..?! Apa kamu gak bisa untuk terus melanjutkan hubungan kita ini..?"
Gemy : "Maafin aku, tapi aku memang gak bisa untuk meneruskan hubungan kita, Mery.. Kesembuhan Ibu ku jauh lebih penting, dan setelah ini kamu jangan hubungi aku lagi. Sekali lagi aku minta maaf Mer, semoga kamu bisa mendapatkan pengganti aku yang lebih baik dari aku.."
Mery : "Tunggu Gemy..! Terus kapan rencananya kamu akan menikah..?"
Gemy : "Tiga hari lagi, Mer.. Aku pikir udah gak ada lagi yang perlu di omongin, jadi udah dulu yaa, Mer.. Wassalamu'alaikum.."
Mery : "Tunggu..! Gemy..!"
Tuutt,, tuutt,, tuutt...
Bintang yang melihat Mery yang kini tengah menangis, segera menghampiri dan mencari tau apa yang sebenarnya sudah terjadi pada temannya itu.
"Kamu kenapa, Mer..?! Apa semuanya baik-baik aja..? Atau ada masalah..?" tanya Bintang yang merasa penasaran.
Namun bukannya mendapatkan jawaban dari Mery, tangisan Mery justru semakin kencang dan Ia langsung memeluk Bintang dengan erat. Bintang pun hanya diam sambil menghela nafasnya dengan dalam, Ia tidak mungkin menolak pelukan Mery. Karena saat ini Mery terlihat sangat sedih, dan Ia butuh untuk di tenangkan.
Bintang sengaja membiarkan Mery memeluk dirinya dengan cukup lama, sampai Mery benar-benar bisa merasa sedikit tenang dan mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dan dengan perlahan, Mery pun mulai melepaskan pelukannya pada Bintang.
"Ini Mer, kamu minum dulu yaa.." seru Bintang sambil menyerahkan gelas berisi air putih pada Mery, yang kini sedang duduk di sampingnya sambil sesenggukan.
"Sekarang coba kamu tenang dulu, jangan nangis terus. Cerita sama aku, sebenarnya ada apa..? Kenapa habis telepon sama Gemy, kamu langsung nangis gitu..?" tanya Bintang.
__ADS_1
Lagi-lagi Mery kembali menangis, dan memeluk Bintang seperti yang sebelumnya Ia lakukan. Mery merasa masih sangat sedih dan tidak percaya, jika Gemy telah memutuskan hubungan dengannya.
"Yahh,, nih anak di suruh cerita malah nangis lagi. Ayo kamu cerita dulu Mer, habis itu baru lanjut nangisnya.." ucap Bintang sambil melepaskan pelukan Mery padanya.
"Kamu gimana sih, orang lagi sedih dan nangis malah di suruh ngomong. Kasi kesempatan buat nangis dulu kek,mmmh.." gerutu Mery sambil mengusap air matanya.
"Kan udah nangis tadi, sekarang cerita yaa.. Kamu sama Gemy kenapa..? Aku udah tanya dari tadi lho, masa gak di jawab juga sih. Ayo cepat ngomong.." pinta Bintang sambil memberikan tisu pada Mery.
Sambil menangis sesenggukan, Mery pun menceritakan semuanya pada Bintang. Tanpa ada yang terlewatkan, Bintang yang mendengarnya langsung ikut merasakan sedih seperti yang Mery tengah rasakan. Saat itu juga, tiba-tiba Bintang langsung memeluk Mery.
"Kamu yang sabar yaa Mer, aku bisa ngerasain apa yang kamu rasain sekarang.."
Kini Mery dan Bintang pun sama-sama menangis seraya berpelukan, Bintang bisa mengerti dan merasakan rasa sedih serta kecewa yang tengah Mery rasakan saat ini.
"Aku masih gak percaya dan gak nyangka, kalau Gemy mutusin aku, Bin.. Hiks,,hiks,,hikkss.." seru Mery sambil menangis tersedu-sedu.
"Padahal aku gak masalah kalau memang dia mau menikah, tapi jangan langsung putusin aku seperti ini. Hiks,,hikks,,hiikks.." ucap Mery.
"Aku tau perasaan kamu, Mer.. Kalau dia benar-benar sayang sama kamu, pasti nanti dia kembali. Tapi kalau gak, kamu harus bisa menerima semuanya.." ujar Bintang yang masih memeluk Mery.
Mendengar ucapan Bintang itu, tangisan Mery semakin menjadi-jadi. Ia merasa seperti mimpi, karena harus berpisah dengan Gemy secara tiba-tiba. Sangat sulit baginya untuk menerima semua, apa yang baru saja terjadi padanya. Orang yang Ia sayangi dan cintai, kini meninggalkannya begitu saja...
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1