Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Menginginkan Lebih


__ADS_3

Fida yang telah terbiasa melewati waktunya bersama Bintang, baik di rumah atau di tempat kerjaan. Membuatnya merasakan nyaman dan juga senang, kadang tidak jarang Ia jadi bersikap aneh pada Bintang. Kadang tiba-tiba Fida merasa kangen, marah tidak jelas dan ingin selalu berada di dekat Bintang.


"Kamu kenapa Fii..? Kok malah bengong gitu.." seru Bintang yang sejak tadi melihat Fii diam, seolah sedang memikirkan sesuatu.


"Gak papa kok, Bin.." balas Fida seraya tersenyum menatap Bintang, sosok yang telah menemaninya beberapa bulan ini.


"Ohh yaa Bin, kamu kenapa gak mau cari pacar lagi..?" tanya Fida yang ingin tau alasan Bintang masih sendiri hingga sekarang.


"Nah kamu sendiri, kenapa belum punya pacar..?" seru Bintang yang balik bertanya.


"Kalau orang tanya itu di jawab, bukannya malah tanya balik.." ujar Fida sambil melemparkan bantal ke wajah Bintang.


"Lagian pertanyaan kamu aneh.." ucap Bintang.


"Aneh gimana, kamu tuh yang aneh. Padahal kan tinggal jawab aja.." gerutu Fida.


"Iyaa iyaa aku jawab, jangan ngambek gitu dong. Kan jadi makin cantik,hehehee.." ledek Bintang sambil tertawa kecil.


"Gombal aja kamu.." sahut Fida dengan wajah yang terlihat malu-malu.


"Aku gak mau cari pacar, karena aku pengen sendiri dulu. Aku gak mau terburu-buru Fii, nanti kejadian lagi seperti waktu sama Sany itu.." jelas Bintang sambil memeluk bantal guling nya.


"Ohh gitu yaa, terus kapan mau pacaran lagi..?" tanya Fida.


"Mungkin tahun depan, atau beberapa tahun lagi,hee.." jawab Bintang asal.


"Iish,, kamu ini, aku serius Bintang.." seru Fida yang tampak kesal.


"Yaa aku gak tau Fii, soal rasa kan gak bisa di rencana.." ujar Bintang sambil memejamkan matanya.


"Iyaa juga sih, tapi kalau ada yang nyatain perasaan atau ada yang nembak. Apa akan kamu terima, Bin..?" tanya Fida dengan raut wajah serius.


"Aku gak tau, Fii.." jawab Bintang singkat.


"Kok gak tau sih, yaa harus tau lah.." gerutu Fida yang tidak puasa dengan jawaban yang di berikan oleh Bintang padanya.


"Yaa aku gak tau, karena gak ada yang nembak atau nyatain perasaannya ke aku.." ujar Bintang menjelaskan.

__ADS_1


"Memang kenapa Fii..?" tanya Bintang penasaran.


"Gak kenapa-kenapa kok, Bin.." jawab Fida yang tidak ingin Bintang tau maksud dari pertanyaannya.


"Yaa udah kalau gak kenapa-kenapa, aku mau tidur dulu.." ucap Bintang sambil menarik selimutnya.


"Ehh, tunggu dulu Bin, jangan tidur dulu.." seru Fida seraya menarik selimut yang Bintang gunakan.


"Apa lagi Fii..? Aku udah ngantuk nih.." ujar Bintang dengan matanya yang sayu menahan kantuk.


"Aku masih pengen ngobrol sama kamu, jangan tidur dulu yaa.." pinta Fida pada Bintang.


"Sambung nanti aja ngobrolnya.." ucap Bintang sambil membalikkan badannya, hingga membelakangi Fida.


"Kok nanti sih..!" seru Fida.


"Iyaa nanti di dalam mimpi.." ujar Bintang yang telah memejamkan matanya.


"Iishh,, anak ini main tidur aja.." ucap Fida yang terpaksa mengikuti Bintang untuk tidur.


"Met bobok yaa, Bin.." seru Fida dengan senyuman di wajahnya.


~***********~


Keesokan paginya,,


Terlihat Fida yang sedang sibuk di dapur, Ia tengah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"Kamu udah bangun dari tadi, Fii..?" tanya Bintang yang baru keluar dari kamar sambil mengucek matanya.


"Iyaa, kamu buruan mandi gih. Habis itu kita sarapan bareng.." seru Fida.


"Iyaa Fii, yang enak buat sarapannya,hee.." ujar Bintang sambil berjalan menuju kamar mandi.


Bintang yang sudah terlihat rapi, kini menghampiri Fida yang telah dari tadi menunggunya untuk sarapan bersama.


"Sarapan nasi goreng yaa, sepertinya enak nih.." seru Bintang sambil menikmati makanan di hadapannya.

__ADS_1


"Yaa udah kamu habisin Bin, yang ini buat bekal makan siang.." ucap Fida sambil menyerahkan sebuah kotak makan.


"Bekal makan siang..? Tumben kamu baik..?" sahut Bintang yang merasa aneh, dengan sikap Fida yang akhir-akhir ini begitu baik dan perhatian padanya.


"Jadi selama ini menurut kamu aku jahat..!" seru Fida yang langsung mencubit lengan Bintang.


"Auww,, sakit tau Fii, padahal aku kan cuma tanya.." gerutu Bintang.


"Yaa udah kalau gak mau, sini balikin..!" ucap Fida yang mulai merasa kesal dan mencoba mengambil kembali makanan yang telah Ia berikan pada Bintang.


"Ehh,, jangan-jangan dong Fii, aku mau kok,hee.." ucap Bintang seraya menarik kotak makan yang ingin di ambil kembali oleh Fida.


"Yaa udah jangan ngambek, aku cuma bercanda Fii.." bujuk Bintang yang tidak ingin Fida marah.


"Hemmm.." ujar Fida berdeham sambil menghabiskan sarapannya.


"Jangan marah yaa Fii, nanti kalau kamu marah siapa lagi teman aku buat ngobrol, cerita dan bercanda.." ucap Bintang dengan wajah yang di buat sedih.


"Tapi aku pengen kita lebih dari teman, Bin.." ujar Fida lirih.


"Apa Fii, kamu ngomong apa barusan..?" tanya Bintang dengan serius.


"Gak ada apa-apa,mmmh.. Untung gak denger.." seru Fida sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Kok kamu gitu sih Fii, ayo ngomong lagi. Tadi aku gak denger jelas.." ucap Bintang yang mengikuti Fida ke dapur.


"Aku bilang, aku mau lebih, Bin.." seru Fida.


"Lebih apa nih..?" tanya Bintang.


"Pikir aja sendiri,mmmh.. Yaa udah ayo kita berangkat.." sahut Fida sambil berjalan ke pintu keluar.


"Tunggu Fii, lebih apa yang kamu maksud..?" tanya Bintang lagi.


"Nih anak, kenapa gak bisa peka juga sih..!" gerutu Fida dalam hati.


Fida terus saja berjalan, tanpa memperdulikan Bintang yang memanggilnya. Hingga di perjalanan, mereka hanya diam dengan pikirannya masing-masing.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2