Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Akhirnya Bertemu


__ADS_3

Pagi ini Bintang bersiap-siap, tapi bukan untuk pergi bekerja. Melainkan karena ingin datang ke rumah Gia, seperti yang telah Ia rencanakan sebelumnya. Setelah selesai merapikan pakaian dan menyemprotkan minyak wangi pada tubuhnya, kini Ia bergegas keluar dari kamar.


"Bintang pergi dulu yaa Bu, mau ke rumah teman.." ujar Bintang.


"Teman yang mana Bin, kok Ibu tidak pernah tau ?" tanya Ibu menyelidik.


"Teman yang tinggal di daerah kota Bu, kapan-kapan juga pasti Bintang kenalin.." sahut Bintang sambil memakai sepatunya.


"Terus kamu sudah sarapan belum ? Kalau belum, sarapan dulu Bin.." ucap Ibu yang melihat penampilan Bintang pagi ini lebih rapi dari biasanya.


"Bintang sudah sarapan tadi, sebelum mandi. Ibu kenapa melihat Bintang sampai seperti itu ?" tanya Bintang pada Ibunya yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan aneh.


"Tumben kamu rapi sekali Bin, terus wangi lagi. Biasanya kan kamu tidak suka pakai parfum, karena alergi wangi-wangian..!" seru Ibu yang tau kebiasaan putrinya itu.


"Namanya juga mau ketemu teman Bu, yaa harus rapi dan wangi dong..!" jawab Bintang yang ingin segera cepat pergi, sebelum Ibunya bertanya lebih banyak lagi.


"Ketemu teman atau pacar, Bin..?" ledek Ibu sambil tersenyum pada Bintang.


"Pacar tetangga maksudnya,mmmh.. Yaa sudah Bintang berangkat dulu, Bu.." pamit Bintang sambil mencium punggung tangan Ibunya, lalu melangkah pergi.


"Assalamu'alaikum, Bu.." ucap Bintang dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam Bin, hati-hati Nak dan cepat pulang yaa..!" sahut Ibu.


"Hati-hati kalau menyebrang, lihat kiri dan kanan. Kalau kendaraannya jauh baru menyebrang yaa..!" ucap Ibu lagi yang di balas Bintang dengan acungan jempol.


Kini Bintang telah berada di dalam angkutan umum, karena dari dulu Ibu tidak pernah mengijinkan Bintang untuk bepergian jauh menggunakan sepeda motor. Bintang tidak keberatan dengan itu, karena Ia juga tidak ingin Ibunya merasa cemas padanya.


Hampir satu jam berlalu, Bintang telah sampai di alamat yang di tuju. Ia pun segera mengeluarkan ponsel yang ada di dalam tas kecil miliknya, yang selalu Ia bawa. Lalu menghubungi Gia.


" Assalamu'alaikum,


Gia, aku sudah sampai, sekarang aku ada di depan gang rumah kamu.."


Ucap Bintang pada Gia.


Kamu jalan saja terus ke dalam gang Bin, nanti sebelah kiri ada rumah dengan cat warna putih. Ada garasi mobil dan rumah kontrakan di sampingnya, nah itu rumah tetangga,hehehee.."


Ujar Gia sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Serius ihh, yang mana rumah kamu ? Aku sudah masuk gang ini.."


Seru Bintang dengan wajahnya yang terlihat cemberut.

__ADS_1


"Hee,,iyaa yang barusan aku bilang tadi, itu rumah aku. Aku juga sekarang ada di depan teras, nungguin kamu, Bin.."


Ucap Gia pada Bintang.


"Yaa sudah kamu tunggu di luar, teleponnya aku matikan dulu yaa Gia.."


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya Bintang pun menemukan sebuah rumah sama seperti yang di gambarkan oleh Gia padanya. Terlihat sosok Gia yang kini berada di hadapannya, mereka saling menjatuhkan pandangan satu sama lain.


"Assalamu'alaikum.." ucap Bintang sambil menahan senyum di wajahnya, yang semakin sulit untuk di tahan.


"Gia ternyata cantik banget, rambutnya panjang dan kulitnya juga putih bersih.." Puji Bintang dalam hati.


"Wa'alaikumsalam.."


Balas Gia yang kini jadi salah tingkah, saat melihat orang yang Ia tunggu sejak tadi sudah ada di depan matanya.


"Kamu tidak mau menyuruh aku untuk masuk, Gia..?" tanya Bintang yang sejak tadi masih berdiri di teras, sambil menatap Gia yang hanya diam mematung.


"Ohh iyaa maaf,hee.. Ayo masuk, Bin..!" ajak Gia yang masih tersenyum malu.


Bintang pun mengikuti Gia dari belakang, sambil merasakan cemas dan jantung yang berdebar-debar. Karena ini pertama kalinya, Ia menemui seorang perempuan yang baru belum lama Ia kenal.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2