
Bintang yang berniat ingin pulang ke kampung halaman, telah memberitahukan pada teman-temannya. Semua reaksi mereka pun sama, yaitu sedih dan merasa keberatan. Meski begitu, mereka juga tidak bisa melarang Bintang untuk pulang. Hanya bisa mendo'akan, dan berharap itulah yang terbaik untuk Bintang.
Bintang yang sadar akan kesedihan teman-temannya, meminta agar mereka tidak mengantarnya ke Bandara. Karena Bintang tidak ingin, melihat teman-teman baiknya itu bersedih dan menangis saat Ia pergi. Namun hal ini pun, langsung di tolak keras oleh Sarah dan yang lainnya.
"Pokoknya besok, kita semua bareng pergi ke Bandara nya. Masa iyaa kita gak boleh nganterin, yaa kan teman-teman.." seru Sarah sambil menatap Anya dan yang lainnya.
"Iyaa benar itu Bin, lagi pula kita kan gak tau. Kapan kamu bisa kembali ke sini, jadi gak apa-apalah biar kami anterin.." sahut Nindy.
"Iyaa aku ngerti, tapi aku gak mau ngerepotin kalian. Lagi pula kalian kan harus bekerja, jadi lebih baik aku pergi sendiri aja ke Bandara nya.." ujar Bintang yang merasa berat hati.
"Kita bisa ambil libur kok Bin, tenang aja. Kamu gak usah mikirin itu, yaa kan teman-teman.." seru Anya seraya memandangi teman-temannya.
"Benar apa yang di katakan Anya, Bin.. Biar kami ikut nganterin kamu ke Bandara yaa, sama sekali gak ngerepotin kok. Iyaa kan sayang..?!" ucap Sandra menimpali.
"Iyaa sayang benar, besok kita ngumpul lagi dan anterin Bintang. Pokoknya kamu harus nurut sama kita, Bin.. Sekarang kita mau pulang dulu yaa, udah malam soalnya.." ujar Sarah seraya bangkit dari tempat duduknya, di ikuti oleh Sandra dan Nindy.
"Mmmh,, kalian ini keras kepala banget sih.." sahut Bintang sambil berjalan mengikuti langkah Sarah dan yang lainnya.
"Tapi kamu lebih keras kepala Bin, iyaa kan Beb.." ucap Anya sambil menatap Nindy yang tersenyum padanya.
"Kita pulang dulu yaa Bin, Anya. Sampai ketemu besok.." pamit Sarah seraya menyalakan mobilnya.
"Hati-hati di jalan yaa, jangan ngebut Sarah.." seru Bintang sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Iyaa Sarah, hati-hati bawa ayang beb aku yaa.. Jangan sampai lecet sedikitpun,hehee.." ujar Anya sembari mengedipkan matanya pada Nindy.
"Perhatian banget sih kamu, Yank.. Aku pulang yaa, daaa... Wassalamu'alaikum.." seru Nindy yang melambaikan tangan pada Anya dan Bintang.
"Wa'alaikumsalam.." jawab Bintang dan Anya bersamaan.
Melihat mobil yang di kendarai Sarah telah jauh berlalu, Bintang dan Anya pun segera masuk ke dalam kost-an. Bintang langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sedangkan Anya masih menonton televisi.
"Jadi ini malam terakhir kita yaa Bin, besok malam aku tidur sendirian,mmmh.." ucap Anya yang terlihat sedih dan ingin menangis.
"Nanti gak ada lagi yang bisa aku isengin dan kerjain, terus gak ada yang buatin aku sarapan kalau pagi.." ujar Anya sambil menahan air matanya.
"Rasanya sedih banget Bin, besok kamu mau pulang. Pasti bakal lama di kampung, kamu juga pasti sedih kan, Bin..?!" tanya Anya sambil melihat ke arah Bintang.
"Bin,, kok kamu diem aja sih, Bintang..!" seru Anya yang baru menyadari kalau Bintang ternyata sudah tertidur.
~**********~
Keesokan harinya, Bintang yang telah bersiap-siap untuk ke Bandara kini sedang duduk di kursi teras. Ia dan Anya menunggu Sarah, Sandra dan juga Nindy untuk mengantarnya ke Bandara.
"Kok Sarah belum sampai juga yaa, Nya..?" tanya Bintang sambil melihat jam di tangannya.
"Mungkin sebentar lagi Bin, kita tunggu aja yaa.." jawab Anya yang sejak tadi melihat ke arah jalanan.
__ADS_1
"Nah, itu mereka udah datang.." seru Anya saat melihat mobil Sarah telah sampai.
"Maaf yaa agak lama, tadi ada urusan sebentar,hee.." ucap Sarah. "Yaa udah, ayo kita berangkat sekarang.." ajak Sarah pada semuanya.
Setelah semua barang di masukkan ke bagasi mobil, mereka pun segera berangkat menuju Bandara. Di sepanjang perjalanan, mereka tidak banyak bicara. Terutama Bintang, yang sejak tadi terlihat sedih karena harus meninggalkan teman-temannya itu.
Beberapa jam pun berlalu, kini mereka telah tiba di Bandara. Sarah segera memarkirkan mobilnya, lalu mereka semua bergegas turun dan menuju pintu masuk pemeriksaan.
"Kamu hati-hati yaa Bin, jangan lupa berdo'a dulu seperti yang selalu kamu pesankan kalau mau pergi kemana-mana.." seru Sarah.
"Iyaa Bin, nanti kalau udah sampai langsung kabari kita yaa.." ujar Nindy.
"Dan ini Bin, ada kenang-kenangan dari kita semua. Semoga kamu suka, dan tolong jaga baik-baik yaa.." ucap Sandra sambil menyerahkan sebuah bungkusan kado pada Bintang.
"Iyaa Bin, kalau udah sampai di kampung sering-sering hubungi kita dan jangan lupain kita semua di sini.." seru Anya sambil memeluk Bintang dan menangis sejadi-jadinya, mereka semua pun ikut memeluk Bintang satu persatu.
"Aku gak tau harus ngomong apa, tapi terimakasih banyak untuk semua yang udah kalian berikan selama ini sama aku. Aku akan selalu ingat sama kalian semua, teman-teman terbaikku. Aku pasti akan sangat merindukan kalian semua.." ucap Bintang seraya memeluk mereka semua.
"Aku pergi dulu yaa, jaga diri kalian semua baik-baik. Wassalamu'alaikum.." pamit Bintang sambil berjalan menuju pintu masuk pemeriksaan, dan melambaikan tangannya.
Melihat kepergian Bintang, Anya dan teman-temannya pun kembali menangis sambil berpelukan dengan pasangan masing-masing. Sedangkan Bintang tak ingin menoleh ke belakang lagi, Ia menghapus air matanya lalu terus berjalan melewati pemeriksaan.
"Selamat tinggal teman-teman, aku pasti akan selalu merindukan kalian.." gumam Bintang dalam hati.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59