Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Penasaran


__ADS_3

Sarah dan Sandra yang telah kembali dari luar kota, kini telah tiba di kota B dan sedang dalam perjalanan menuju ke rumah. Karena masih merasa lelah, keduanya tampak tertidur di kursi belakang dengan supir yang mengemudikannya.


Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka pun telah sampai di rumah. Sarah dan Sandra segera turun dari mobil, lalu mengambil barang-barang yang ada di dalam bagasi. Selesai mengangkat semuanya, mereka bergegas masuk ke dalam rumah.


"Akhirnya, sampai juga di rumah. Badanku rasanya capek banget sayang, aku mau mandi dulu terus istirahat.." ujar Sarah yang segera berjalan menuju kamar mandi.


"Jangan lama-lama mandinya sayang, nanti masuk angin. Udah malam soalnya.." seru Sandra yang kini berbaring di tempat tidur.


Selesai membersihkan diri, Sarah dan Sandra memeriksa barang-barang yang tadi mereka bawa. Termasuk oleh-oleh yang sengaja mereka beli untuk Bintang dan Anya, tak lupa juga untuk Nindy.


"Besok aja yaa sayang ke kost-an Anya, sekarang udah malam. Lebih baik kita istirahat, tidur aja.." ujar Sarah sambil memeluk erat tubuh Sandra.


"Iyaa sayang, besok aja. Sekarang kita tidur yaa, aku udah ngantuk banget. Mungkin karena capek, berjam-jam duduk aja tadi.." sahut Sandra.


Sarah dan Sandra pun memejamkan mata, dan tak lama mereka tertidur dengan pulas. Dengan posisi keduanya yang masih saling berpelukan, dan selimut yang menutupi seluruh tubuh mereka.


Di sisi yang lain, Bintang yang masih berada di kost-an Della terlihat sedang mengobrol dengan Riska. Sepupu Della, yang telah tiba dari kampung. Mereka bertiga asyik bercerita, hingga akhirnya Bintang pun segera pamit pulang karena waktu sudah menunjukkan hampir jam sebelas malam.


"Aku pulang dulu yaa Dell, Riska. Taksi-nya juga udah datang.." seru Bintang sambil berjalan keluar kost-an.


"Hati-hati yaa Bin, nanti kalau udah sampai jangan lupa kabari.." sahut Della sambil melambaikan tangannya.


Bintang hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu taksi yang Ia naiki pun segera berjalan dengan kecepatan sedang. Riska yang merangkul Della bergegas masuk ke dalam kost-an, tanpa Ia sadari bahwa Bintang sejak tadi menatapnya dari dalam taksi.


~***********~


Keesokan harinya, Sandra yang telah bangun lebih dulu baru saja selesai mandi. Ia sengaja tidak membangunkan Sarah yang terlihat masih tertidur nyenyak, Sandra pun memilih untuk pergi ke dapur menyiapkan sarapan.


Selesai membuat sarapan, Ia segera kembali ke kamar untuk melihat Sarah. Apakah sudah bangun atau belum, namun ternyata Sarah masih saja belum bangun.


"Sayang,, ayo bangun, udah hampir siang ini.." ucap Sandra sambil mencubit kedua pipi Sarah dan menciumnya.


"Memang sekarang jam berapa sih sayang..?" tanya Sarah dengan mata yang masih tertutup.


"Sekarang udah jam empat sore sayang.." balas Sandra.


"Apa..?!! Kok kamu baru bangunin aku sih sayang.." seru Sarah yang merasa terkejut karena dia berencana ingin menemui Anya dan Bintang.


"Hehee,,aku bercanda sayang, sekarang masih jam sembilan.." ujar Sandra sembari tertawa melihat ekspresi wajah Sarah yang terlihat sangat menggemaskan baginya.

__ADS_1


"Kamu ini yaa, suka banget ngerjain aku. Yaa udah kalau gitu aku tidur lagi.." ucap Sarah yang langsung kembali berbaring dan mengambil selimut.


"Sayang bangun, kita sarapan dulu yaa.. Aku udah buatin roti bakar untuk kita sarapan, ayo bangun..!" seru Sandra seraya menarik selimut dan juga tangan Sarah agar segera bangun.


"Iyaa iyaa sayang, aku bangun nih.." sahut Sarah dengan mata tertutup.


Sandra yang merasa kesal karena Sarah tidak juga beranjak dari tempat tidurnya, lalu dengan sengaja mencelupkan tangannya ke dalam gelas yang berisi air dan memercikkannya ke wajah Sarah.


"Sayang,, kamu apaan sih,mmmh.. Kok aku di siram air.." seru Sarah yang kini benar-benar telah membuka matanya.


"Habis kamu susah banget di suruh bangun, ayo kita sarapan dulu. Aku udah lapar nih sayang.." ujar Sandra sambil menarik tangan Sarah dan berjalan menuju meja makan.


"Gimana sayang, enak gak roti bakar buatan aku..?" tanya Sandra.


"Enak sayang, tapi lebih enak lagi roti bakar di tempat biasa kita beli sayang,hee.." jawab Sarah sambil nyengir.


"Yaa udah kalau gitu, gak usah di makan lagi. Kamu makan aja roti bakar yang di jual itu.." ucap Sandra sambil mengambil roti bakar milik Sarah.


"Aku bercanda sayaang, jangan marah dong. Roti bakar kamu enak banget, sini aku habisin.." ujar Sarah seraya mengambil dan memakan roti bakar buatan Sandra dengan lahap.


Mereka berdua melanjutkan sarapannya hingga selesai, lalu kembali ke kamar untuk membereskan barang-barang yang tadi malam belum sempat mereka bereskan.


Saat malam tiba, Sarah dan Sandra bergegas untuk pergi ke kost-an Anya dengan membawa oleh-oleh yang telah mereka siapkan sebelumnya.


"Kira-kira Anya dan Bintang suka gak yaa sayang, dengan oleh-oleh yang kita bawa..?" tanya Sarah pada Sandra yang sedang fokus menyetir.


"Pasti mereka suka sayang, jangan terlalu di pikirkan.." balas Sandra.


Sesampainya di kost-an Anya, mereka di sambut baik oleh Anya dan Bintang. Karena sudah agak lama, Sarah dan Sandra tidak datang ke kost-an.


"Akhirnya kalian datang juga, ayo masuk. Kalian kemana aja sih, kok baru sekarang nongol..?" tanya Anya pada Sarah dan Sandra.


"Iyaa maaf, kita lagi sibuk.." jawab Sandra.


"Sibuk jalan-jalan dan pacaran maksudnya,hahahaa.." seru Sarah yang ikut menimpali, sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Pantesan aja, gak ada main ke sini. Terus gimana dengan pekerjaan kalian, kok bisa jalan-jalan selama itu..?" tanya Bintang penasaran.


"Aku dan Sandra udah berhenti kerja, kami berdua memutuskan untuk buka usaha. Tapi masih belum tau, usaha apa yang pas.." jelas Sarah.

__ADS_1


"Bagus itu, aku dukung banget.." sahut Bintang.


"Aku juga Sarah,hee.." ucap Anya dengan semangat.


"Ohh iyaa, ini ada oleh-oleh buat kalian berdua. Terus yang ini buat Nindy, Nya.." seru Sarah sembari menyerahkan tiga bungkusan.


"Semoga kalian suka yaa.." ucap Sandra.


"Terimakasih yaa Sarah, Sandra atas oleh-olehnya. Kami berdua pasti suka kok.." sahut Bintang.


"Iyaa Nya, apa lagi kalau sering-sering. Pasti lebih suka lagi,hehee.." ucap Anya yang langsung membuat semuanya ikut tertawa.


"Ohh yaa Bin, aku dengar dari Anya. Katanya kamu sekarang udah punya pacar yaa..?" tanya Sarah yang penasaran.


"Iyaa Sarah, memang benar.." jawab Bintang.


"Gimana orangnya, Bin..? Ayo kenalin dong, aku pengen tau dan lihat orangnya.." seru Sarah yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Iyaa kapan-kapan aku kenalin, dia anaknya agak pemalu.." ucap Bintang.


"Kok kapan-kapan sih Bin, sekarang aja kenapa. Mumpung aku dan Sandra ada di sini, kan sayang.." ujar Sarah sambil menatap Sandra.


"Kalau sekarang gak bisa Sarah, dia lagi sama sepupunya. Lain waktu aja yaa, nanti aku kabari kamu.." ucap Bintang pada Sarah yang kini terlihat manyun.


"Ya udah deh kalau gitu, yang penting sekarang kamu udah punya pacar. Aku ikut seneng banget, selamat yaa, Bin.." seru Sarah yang langsung ingin memeluk Bintang, namun segera di tahan oleh Sandra.


"Maaf sayang, kebablasan,hee.." ucap Sarah yang mendapat tatapan tajam dari Sandra.


"Terimakasih yaa Sarah, do'a in aja sama yang sekarang bisa langgeng.." balas Bintang.


"Aamiin.." sahut semuanya.


"Iyaa Bin, sama-sama.." ucap Sarah.


Kini mereka melanjutkan obrolannya, dengan Sarah yang begitu bersemangat menceritakan tentang liburannya bersama Sandra. Hingga tempat-tempat yang mereka datangi, dan apa saja yang mereka lakukan di sana...


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2