Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Harus Pergi


__ADS_3

Bintang yang sudah mendapatkan izin dari kedua orang tuanya untuk pergi bekerja di luar kota, kini tengah bersiap-siap untuk berangkat bersama Fida.


"Kamu yakin Bin, ini solusi yang terbaik..? Memang gak ada cara yang lain, selain membawa dia pergi jauh..?" tanya Tya yang merasa keberatan dengan keputusan adiknya, yang memilih untuk pergi jauh bersama Fida.


"Cuma ini Kak caranya, karena aku tau kalau untuk saat ini Fida gak mungkin mau kembali pada suaminya. Setidaknya kalau berada jauh, Fida gak akan melibatkan Ayah dan Ibu.." jelas Bintang pada Tya yang terlihat mulai mengerti dan menganggukkan kepalanya.


"Kamu benar juga Bin, tapi kamu harus tetap hati-hati dan baik-baik di sana. Jangan sampai kamu juga ikut di lukai, dia kan cewek nekat.." ucap Tya memperingatkan Bintang.


"Kakak tenang aja yaa, aku pasti hati-hati dan baik-baik aja kok. Kan aku kuat,hehee." ujar Bintang berusaha menenangkan Kakaknya yang merasa khawatir padanya.


"Pokoknya kalau ada apa-apa, kamu harus cepat hubungi Kakak.." pesan Tya yang tidak ingin Bintang kenapa-kenapa.


"Iyaa Kak iyaa, terimakasih yaa karena Kakak udah mau dengerin cerita tentang masalah aku. Kakak juga bisa ngertiin semuanya.." ucap Bintang sambil memeluk erat Tya.


"Kakak jadi terhiris Bin, kamu ngomong seperti itu.." balas Tya.


"Terharu Kak, terharu.." sahut Bintang sambil tersenyum.


"Yaa itu dia maksudnya,hee.." ujar Tya yang membalas senyuman Bintang.

__ADS_1


"Ayuk Kak, kita keluar. Udah selesai semua nih, tinggal di bawa keluar aja. Bantuin yaa, Kak.." seru Bintang seraya mengangkat tas dan kopernya.


"Iyaa Bin, sini Kakak yang bawain tasnya.." sahut Tya sembari mengambil tas yang di pegang oleh Bintang.


~************~


Bintang dan Fida kini telah berada di dalam sebuah mobil yang akan membawa mereka menuju Bandara, karena setelah itu mereka akan pergi jauh ke kota B. Bintang memilih ke kota B, karena atas usulan dari seorang teman baiknya yang juga seorang lesbi.


"Aku udah gak sabar, pengen cepat sampai ke kota B. Pasti di sana rame banget dan bisa lebih bebas, kan sayang.." ucap Fida yang berbisik di telinga Bintang sambil tersenyum senang, karena keinginannya untuk bisa tinggal bersama Bintang kini akan segera terwujud.


"Di sana kamu tetap harus jaga sikap, jangan mentang-mentang di kota besar jadi seenaknya.." jelas Bintang yang tidak ingin Fida sampai menimbulkan masalah lagi.


Bintang hanya menarik nafasnya dengan berat, sambil memikirkan tentang apa yang nanti bisa terjadi kalau Fida masih tetap tidak berubah. Karena Bintang masih belum tau sepenuhnya, bagaimana pribadi Fida sebenarnya.


Di sisi yang lain, Bayu masih berusaha keras untuk mencari keberadaan Fida, istrinya. Tapi masih juga belum menemukan petunjuk, karena selama ini Fida juga menutupi banyak hal darinya. Terutama tentang pekerjaan dan tempat tinggalnya, saat berada di kota P. Belum lagi dengan pertanyaan-pertanyaan dari Ayahnya tentang fisa, yang membuatnya sering merasakan sakit kepala.


Saat Bayu tengah sibuk memikirkan keberadaan Fida, tiba-tiba ponselnya yang berada di atas meja berbunyi. Ada pesan masuk yang baru di terima, tanpa menunggu lama Bayu segera mengambil dan melihat pesan itu.


"Dari Fida,, akhirnya dia memberi kabar juga.." seru Bayu dengan senyum di wajahnya yang sumringah, lalu membaca isi pesan dari wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu.

__ADS_1


Assalamu'alaikum,


Mas Bayu, maafin aku yaa.. Karena aku gak bisa pulang ke rumah, aku gak bisa lagi meneruskan hubungan pernikahan kita. Karena dari awal, aku memang terpaksa menikah dengan Mas Bayu atas desakan keluarga aku hanya agar semua hutang orang tua aku ke orang tua Mas Bayu lunas. Suatu saat, aku pasti akan menggantinya, Mas..


Sekali lagi, maafin aku yaa Mas Bayu. Wassalamu'alaikum...


Selesai membacanya, Bayu langsung melempar ponselnya ke lantai hingga hancur berkeping-keping. Hatinya terasa sangat sakit, Bayu tidak percaya dengan apa yang barusan Ia baca.


"Kenapa kamu tega Fida, apa salah Mas..!!" teriak Bayu yang langsung jatuh dan terduduk di lantai.


"Kamu bukan cuma menghancurkan hatiku, tapi juga hati kedua orang tuaku yang sangat menyayangi kamu.." ucap Bayu yang tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi keluarga besarnya nanti.


"Apa yang harus aku katakan pada Ayah dan Ibu..? Kalau menantu kesayangan mereka telah pergi meninggalkan suaminya, dan tidak kembali.."


Bayu tidak bisa lagi menahan amarah dan kecewanya, Ia memukul meja dan lemari yang ada di dekatnya. Tanpa terasa air matanya mengalir jatuh, bersama dengan darah segar yang keluar dari jari-jari tangannya yang terluka.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2