
Kini hubungan Billa, Riko dan Farid telah mulai membaik, meski tak serta merta kembali seperti dulu. Tapi itu sudah membuat Billa sangat senang, setidaknya Riko dan Farid masih tetap berteman baik. Tentang perasaannya terhadap Farid, Ia tak ingin terlalu memikirkannya.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri Bill, pasti memikirkan Farid yaa kan ?" tanya Safa sambil tertawa.
"Aku tidak memikirkan siapa-siapa, Faa.." jawab Billa yang tersadar dari lamunannya.
"Tidak memikirkan, tapi merindukan yaa, Bill..?!" goda Safa sambil mencolek bahu Billa.
"Kamu ini Faa, ada-ada saja.." ujar Billa dengan senyuman manis di wajahnya.
"Kan memang ada kamu dan Farid,hehee.." sahut Safa yang belum puas menggoda Billa.
Billa yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya, lalu menatap ke arah Bintang yang sejak tadi hanya diam.
"Kamu kenapa Bin, sakit ?!" tanya Billa yang langsung meletakkan tangannya pada kening Bintang, tapi Ia merasakan suhu tubuh Bintang normal.
"Iyaa hati aku yang sakit.." ucap Bintang dengan nada sangat lirih.
"Apanya yang sakit, Bin..?" tanya Billa yang tidak mendengar jelas, apa yang barusan Bintang katakan.
"Hahh,,itu tenggorokan aku sakit, Bill.." sahut Bintang sambil menarik nafas dalam-dalam.
"Mungkin kamu panas dalam, Bin.. Makanya jangan makan gorengan terus.." ujar Billa mengingatkan.
"Iyaa hatiku juga panas, Bill.." gumam Bintang.
"Kamu ngomong apa sih, Bin..? Dari tadi bisik-bisik terus.." gerutu Billa yang lagi-lagi tidak mendengar jelas ucapan Bintang.
"Tadi aku bilang, cuaca hari ini juga panas, Billa.." ucap Bintang dengan penuh penekanan.
"Iyaa memang panas, cocok nih buat makan es krim, kan Bintang..?!" seru Safa sambil mengedipkan matanya pada Bintang.
__ADS_1
"Mata kamu kenapa Faa, kelilipan..?!" tanya Bintang yang berpura-pura tidak mengerti maksud dari kedipan mata Safa padanya.
"Iish,, kau ini Bin, tidak peka sekali jadi orang.." ujar Safa dengan wajah cemberutnya.
"Kak Safa, temenin Lusi ke kantin yuk, Lusi haus nih..!" pinta Lusi pada Safa yang kini terlihat langsung bersemangat.
"Siap Luss, tapi sekalian yaa.. Kak Safa kan juga haus yaa yaa yaa..." ucap Safa dengan senyumannya yang di buat semenarik mungkin.
"Iyaa Kak Safa, aman kalau soal itu.." ucap Lusi pada Safa.
"Nah, begitu kan asyik, aku dan Lusi ke kantin dulu yaa Bin, Billa.." seru Safa seraya meninggalkan mereka berdua di kelas.
Tak lama setelah itu, terlihat Farid yang datang menghampiri Billa dan Bintang.
"Kalian berdua tidak ke kantin ?" tanya Farid.
"Tidak Far, mau di kelas saja. Ohh yaa, Riko mana kok tidak ikut ?" ucap Billa yang kini balik bertanya.
"Ohh, Riko tadi ke kantin, lapar katanya.." jawab Farid dengan senyuman di wajahnya.
"Bisa meledak nih hati, kalau lama-lama di sini..!" gumam Bintang dalam hati.
"Billa, Farid, aku mau ke perpustakaan dulu yaa, kalian ngobrol aja.." ucap Bintang sambil menahan sesak di dadanya, lalu bergegas pergi menuju perpustakaan.
Saat tiba di depan pintu, Bintang sengaja menoleh ke arah Bila dan Farid. Terlihat keduanya sedang asyik bercerita, dengan senyuman terukir di wajah mereka.
"Kenapa rasanya sakit sekali, melihat mereka sedekat itu,mmmh..!"
Ucap Bintang dalam hati, lalu melanjutkan langkah kakinya dengan lebih cepat. Karena tidak ingin melihat lebih lama, kedekatan Billa dan Farid.
~**********~
__ADS_1
Malam harinya, setelah selesai makan malam dan mengerjakan tugas sekolah. Bintang kembali sibuk dengan hobinya, menulis kata mutiara ataupun puisi. Apa yang Ia rasakan dan pendam, akan Ia curahkan lewat kata.
Jemarinya kini tengah asyik memainkan pulpen yang menari-nari di atas kertas, coretan demi coretan telah mengisi kekosongan pada kertas putih itu. Hingga akhirnya, coretan itu terhenti pada sebuah titik.
Cinta tak harus memiliki
Namun,
Alangkah baiknya jika ia tau
Ada sese'orang yang selama ini sangat mencintainya
Yang berusaha ada saat ia butuh
Dan yang dengan setia mendengarkan
Segala curahan isi hati dan kegundahannya
Namun,
Ia tak pernah bisa mengartikan itu semua sebagai cinta
Melainkan,
Hanya menganggapnya sebagai perhatian
Dari seorang teman biasa...
"Sampai kapanpun, kamu tidak akan pernah tau apa yang aku rasakan padamu, Billa.."
Ucap Bintang dalam hati, seraya memejamkan matanya. Angannya melayang jauh, ingatannya tentang Billa selalu saja berhasil mengusik hati dan pikirannya.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59