
Dua minggu sudah Bintang berada di kota M, selama itu juga Nadya mengajaknya berjalan ke tempat-tempat wisata dan hiburan yang terkenal di sana.
"Malam ini kita ke pantai yaa, kamu mau kan, Bin..?" tanya Nadya sambil tersenyum menatap Bintang.
"Iyaa boleh, tapi apa kamu gak capek..? Kan kamu baru pulang kerja.." sahut Bintang.
"Kalau udah dekat kamu, capeknya langsung hilang,hee.." ujar Nadya sambil tertawa kecil.
"Pinter gombal yaa sekarang.." ledek Bintang.
"Kan belajar dari kamu, Bin.." balas Nadya.
"Yaa udah, sekarang kita siap-siap terus berangkat. Sekalian kita makan di luar.." seru Nadya seraya membuka lemari pakaiannya.
"Okey, siapp..!" sahut Bintang dengan tersenyum, lalu Ia mengganti pakaiannya dan bersiap-siap.
"Ayo kita berangkat, kamu yang bawa motor yaa, Bin.." ucap Nadya sambil memberikan kunci motor pada Bintang.
"Yaa udah, ayo berangkat sekarang.." ajak Bintang.
Setelah tiba di bawah, Bintang pun segera mengambil motor dan menyalakannya. Nadya yang telah duduk di motor, kini memeluk Bintang dari belakang.
"Kita mau kemana dulu, Nad..?" tanya Bintang.
"Ke tempat makan dulu aja yaa, kamu mau makan apa, Bin..?" tanya Nadya.
"Makan mie ayam bakso aja yaa, di tempat biasanya.." seru Bintang.
__ADS_1
"Yaa udah, ayo kita ke sana.." sahut Nadya pada Bintang yang langsung menjalankan motornya.
Sesampainya di tempat itu, mereka segera memesan mie ayam bakso yang menjadi tempat favorit mereka. Sambil sesekali terlihat Nadya yang asyik memandangi Bintang, tanpa Bintang sadari.
"Ini mie ayam baksonya, Kak.." seru si Mas penjual, seraya memberikan dua mangkuk berisi mie ayam bakso.
"Jangan pakai sambal banyak-banyak Bin, nanti kamu sakit perut.." ujar Nadya mengingatkan Bintang yang memang suka sekali pedas.
"Hee,,iyaa Nad, gak banyak kok.." balas Bintang sambil tersenyum.
Mereka pun kini menikmati makanan yang ada di hadapan mereka, terdengar suara kepedasan dari Bintang yang membuatnya harus minum berulang kali.
"Tuh kan, pakai sambalnya banyak-banyak. Di bilangin juga, keras kepala.." gerutu Nadya sambil memberikan minuman pada Bintang yang hanya tersenyum, sambil menahan rasa pedas di mulutnya.
Setelah selesai makan, Bintang dan Nadya segera melanjutkan perjalanannya menuju pantai yang terkenal di kota M. Tak lama kemudian, mereka pun telah sampai dan Bintang memarkirkan motornya terlebih dahulu.
Setelah melihat dan mendengar acara musik dari sebuah band, Nadya mengajak Bintang untuk naik ke sebuah sampan yang ada di pinggir pantai.
"Sini pegangan tangan aku, Nad.." seru Bintang yang melihat Nadya hampir hilang keseimbangan saat menaiki sampan.
"Iyaa Bin, akhirnya sampai juga. Kita duduk di sini aja yaa, sambil lihat pemandangan pantai.." ujar Nadya sambil menatap Bintang.
Di malam hari, banyak kapal dan sampan kecil yang bersandar di tepi pantai yang hanya bisa di jadikan tempat untuk duduk bersantai bagi para pengunjung.
"Aku pengen kita bisa seperti ini terus, pasti hari-hari yang aku jalani selalu semangat dan bahagia.." ucap Nadya sambil menatap sinar lampu-lampu kecil yang ada di sekitar pantai.
"Maksud kamu, Nad..?" tanya Bintang yang menaikkan pelipisnya.
__ADS_1
"Iyaa kalau bersama kamu di sini, apa kamu udah punya jawabannya, Bin..?" tanya Nadya sambil menatap wajah Bintang dengan serius.
"Apa harus sekarang, Nad..?" tanya Bintang dengan ragu.
"Aku maunya sekarang, tapi kalau kamu belum punya jawabannya. Yaa udah, gak apa-apa kok.." sahut Nadya sambil tersenyum, meski hatinya sangat menginginkan jawaban itu sekarang.
"Baiklah, aku akan berikan jawabannya sekarang.."
Ujar Bintang yang tidak ingin membuat Nadya kecewa, Ia berpikir tidak ada salahnya menerima cinta Nadya. Yang selama ini telah begitu perhatian dan peduli terhadapnya, Nadya juga yang selalu ada saat Bintang selalu bermasalah dan bertengkar dengan Fida.
"Terus apa jawabannya..?" tanya Nadya yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Bintang.
"Aku akan membuka hati aku buat kamu, dan aku harap itu pilihan yang tepat.." jawab Bintang sambil tersenyum.
"Yes,, akhirnya kamu terima cinta aku juga, aku senang sekali, Bin.." seru Nadya seraya memeluk Bintang dengan bahagianya.
"Nad,, Nad,, lepasin..! Di sini banyak orang yang lihat, nanti aja kalau mau peluk yaa.." ujar Bintang yang langsung melepaskan pelukan Nadya, karena banyak mata yang melihat ke arah mereka berdua.
"Iyaa maaf Bin, aku senang banget jadi gak bisa nahan,hee.." balas Nadya sambil tersenyum senang.
"Kita jalan ke tempat lain yaa, di sini anginnya semakin kencang.." ajak Bintang.
"Kita foto-foto dulu yaa di sana, atau dekat mesjid itu.." seru Nadya sambil menunjuk ke arah sebuah mesjid yang berada di pinggir pantai.
Bintang dan Nadya pun melanjutkan jalan-jalan mereka, malam ini akan menjadi malam yang panjang dan bahagia bagi keduanya yang baru saja menjalin hubungan cinta. Beda halnya dengan Fida, yang masih merasa frustasi karena di tinggal pergi oleh Bintang dengan diam-diam.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59