
"Siapa yang telepon Bin, Kak Yumie yaa..?" tanya Mery pada Bintang yang baru saja selesai teleponan.
"Iyaa Mer, katanya malam ini dia mau makan malam sama Arya dan mantan suaminya. Suaminya maksa terus, jadi yaa udah dia setuju. Jadi malam ini, aku gak usah datang ke rumahnya.." jelas Bintang sambil menarik nafasnya dengan berat.
"Kamu yang sabar yaa Bin, kamu harus siap dengan kemungkinan terburuknya. Kalau Kak Yumie sampai rujuk lagi sama mantan suaminya itu.." ujar Mery.
"Iyaa Mer, aku juga memikirkan itu. Tapi yaa udahlah, yang akan terjadi biarkan terjadi. Aku cuma berharap yang terbaik aja untuk Yumie. Kalau pun nanti dia mau kembali sama mantan suaminya, yaa udah gak apa-apa. Aku pasti akan terima, karena itu untuk kebaikan Arya juga. Yang penting mantan suaminya itu benar-benar udah berubah.." ucap Bintang.
"Kamu yakin gak apa-apa, Bin..?" tanya Mery.
"Yaa terus mau gimana Mer, kalau memang nanti itu yang terjadi. Aku gak bisa berbuat apa-apa, nyawa kita aja bisa hilang kapanpun. Apa lagi perasaan sese'orang, bisa berubah kapan aja. Gak bisa kita paksa, atau di rencanakan.." ujar Bintang.
"Memang benar sih, tapi setidaknya kamu juga harus berusaha mempertahankan Kak Yumie, Bin.. Yakinkan dia, kalau kamu memang benar-benar tulus sayang dan cinta banget sama dia.." ucap Mery yang tidak ingin Bintang menyerah atas hubungannya dengan Yumie.
"Berusaha untuk mempertahankan hubungan, itu pasti akan aku lakukan. Tapi semuanya tergantung dengan keputusan Yumie nantinya, kalau memang akhirnya dia mau kembali lagi pada mantan suaminya itu. Aku bisa apa..?! Gak bisa berbuat apa-apa, Mer.." jelas Bintang.
"Iyaa sih Bin, terus gimana dong..?" tanya Mery.
"Gak gimana-gimana Mer, yang penting selama ini aku udah berusaha menjadi dan melakukan yang terbaik untuk dia.." balas Bintang.
"Yaa udah jangan sedih gitu, nanti aku juga ikut sedih.." seru Mery.
"Aku gak sedih kok, cuma nih mata kelilipan apa gitu atau kemasukan debu.." ucap Bintang sambil mengucek matanya, Ia tidak mau Mery melihat kesedihan di matanya.
"Kamu ini, banyak alasan. Aku tau kok, kamu pasti sedih dan pengen nangis. Iyaa kan, ngaku aja jangan malu-malu,hehe.." seru Mery sambil tertawa kecil.
"Enak aja pengen nangis, gaklah. Memang kamu, berbulan-bulan nangis karena di tinggal Gemy,mmmh.." ejek Bintang pada Mery.
"Fitnah aja nih anak, mana ada sampai berbulan-bulan. Mungkin satu bulan atau dua bulan yaa,hehe.." sahut Mery.
"Sama aja itu sih, yaa udah ayo cari makan. Aku laper nih, enaknya makan apa yaa, Mer.." ajak Bintang.
__ADS_1
"Makan apa aja enak, asal jangan makan hati.." balas Mery.
Bintang dan Mery kini bergegas untuk pergi membeli makanan, sambil berniat untuk jalan-jalan. Karena mereka berdua merasa bosan di kost-an dan untuk menenangkan pikiran Bintang, yang kini tengah sedih memikirkan hubungannya dengan Yumie yang terasa tidak sehangat dulu.
~***********~
Siang itu, Bintang sengaja pergi ke rumah makan milik Yumie. Karena Ia ingin bertemu dengan kekasih yang sangat di rindukannya itu, seraya membeli makanan untuk makan siangnya bersama Mery. Yumie yang terlihat duduk di meja kasir, sedang asyik dengan ponselnya. Hingga Ia tidak menyadari kedatangan Bintang, yang kini telah berada di hadapannya.
"Lagi sibuk banget yaa sama handphonenya, sampai-sampai aku datang pun gak tau,mmmh.." sindir Bintang pada Yumie.
"Ehh,, iyaa maaf gak tau,hee.. Jangan marah gitu dong.." seru Yumie.
"Memang lagi lihat apa sih di handphone..? Asyik banget sepertinya.." tanya Bintang yang merasa penasaran.
"Cuma lihat status orang-orang di media sosialnya kok, sama lihat status Gemy juga. Dia posting foto-fotonya.." jelas Yumie yang kini memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.
"Ohh gitu, kirain apa.." balas Bintang.
"Biasa aja, menurut aku yang cantik itu cuma kamu.." jawab Bintang dengan nada lirih.
"Memang kenapa, kok tanya seperti itu..?" seru Bintang yang kini balik bertanya.
"Gak kenapa-kenapa kok, tapi kalau menurut aku sih dia cantik,hehee.." ujar Yumie seraya tersenyum.
"Aneh, gak biasanya Yumie muji orang lain di depan aku. Apa lagi ini udah yang kedua kalinya dia ngomong, kalau Gemy itu cantik. Tapi yaa udahlah.." ucap Bintang dalam hati.
"Kok malah bengong sih, yaa udah lupain aja. Kamu mau beli makanan apa..? Buruan pesan gih.." seru Yumie yang kini tengah sibuk melayani pembeli, karena karyawan yang lain sedang istirahat dan makan siang.
Bintang pun segera memilih makanan yang Ia dan Mery mau, lalu tak lama bergegas kembali ke tempat kerjaan. Dengan hati yang merasa bimbang, memikirkan perkataan Yumie tadi padanya.
"Kamu kenapa Bin, dari pulang beli makanan tadi kamu diam aja..? Pasti masih kangen pengen ketemu Kak Yumie yaa.." ledek Mery.
__ADS_1
"Bukan itu Mer, tapi.." Bintang tidak meneruskan perkataannya, membuat Mery pun langsung penasaran.
"Tapi apa Bin..? Ngomongnya jangan setengah-setengah dong, bikin penasaran aja tau.." sahut Mery.
Bintang pun menceritakan apa yang sedang mengganggu hati dan pikirannya, tentang apa yang Yumie ucapkan padanya tadi. Karena menurut Bintang, itu sesuatu yang aneh dan tidak biasanya Yumie memuji orang lain apa lagi di depannya.
"Jadi Kak Yumie masih komunikasi dengan Gemy yaa, Bin.. Kok aku gak pernah tau yaa.." ucap Mery.
"Aku juga baru tau tadi Mer, cuma aku sengaja gak mau tanya sama dia. Karena yang aku tau, Yumie cuma berteman sama mantan aku, Sarah. Yang sekarang jadi teman baik aku itu.." ujar Bintang.
"Ohh gitu, aku jadi pengen tanya ke Kak Yumie, gimana keadaan Gemy sekarang, Bin.." seru Mery yang kini langsung teringat dengan mantan pacarnya itu.
"Kenapa kamu gak tanya langsung ke Gemy aja, Mer..?" tanya Bintang.
"Aku udah gak punya nomor Gemy, dan aku juga gak berteman lagi di media sosialnya, Bin.." sahut Mery.
"Yaa udah, kalau gitu nanti aku tanyain ke Yumie. Biar kamu gak penasaran lagi tentang keadaan Gemy sekarang.." ucap Bintang sambil tersenyum.
"Gak usah Bin, biarin aja. Aku gak mau tau apa-apa lagi soal dia,mmmh.." seru Mery.
"Tadi katanya pengen tau, sekarang gak pengen tau lagi. Sebenarnya kamu pengen apa sih Mer, membingungkan.." ucap Bintang sambil menggelengkan kepalanya.
"Iyaa tadi aku memang pengen tau keadaan dia, tapi kalau ingat omongannya waktu terakhir kali itu. Aku jadi gak mau tau apa-apa lagi soal dia, Bin.. Rasanya hatiku sakit.." ujar Mery sambil mengelus dadanya.
"Mmmh,,mulai deh ingat masa lalu, yaa udah kita lanjut kerja aja. Dari pada kamu nanti jadi sedih, terus nangis.." ledek Bintang sambil tersenyum.
"Kamu ini ngeledekin terus,mmmh.." balas Mery yang kini melanjutkan pekerjaannya bersama Bintang, namun pikirannya masih terus tertuju pada Gemy.
"Gimana yaa keadaan kamu sekarang Gemy..? Pasti udah bahagia kan tanpa aku,mmmh.." gumam Mery dalam hati...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59