Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Tidak Ingin Pulang


__ADS_3

Setelah pertengkaran Gia dengan kakaknya, Gia memutuskan untuk menemui Bintang di rumah. Ia kini sedang berada di dalam pelukan Bintang, sambil menangis tersedu-sedu.


"Sudah yaa sayang, jangan menangis lagi. Kasian matanya, nanti bengkak lho.." bujuk Bintang seraya mengecup pucuk kepala Gia dengan penuh kasih sayang.


Namun bukannya berhenti, Gia justru semakin menangis dengan keras. Hingga membuat Bintang kewalahan dan merasa cemas, kalau Ayah dan Ibunya sampai mendengar suara tangisan Gia.


"Sayangku, sudah yaa nangisnya, nanti Ayah dan Ibu dengar bagaimana. Di kiranya mereka nanti aku yang buat kamu menangis.." pinta Bintang sambil mengusap air mata Gia yang terus saja menetes.


"Iyaa maaf sayang, tapi aku benar-benar sedih. Aku tidak mau kamu menjauh hanya karena Kak Tika tau tentang hubungan kita, aku mau kita tetap baik-baik saja.." ucap Gia sambil memeluk Bintang dengan erat.


"Iyaa sayang, aku juga minta maaf atas sikap aku selama ini.." balas Bintang yang kini menatap wajah Gia dengan rasa penyesalan, karena sudah membuat wanitanya itu sedih dan menangis.


"Sayang, malam ini aku menginap di rumah yaa, aku tidak ingin pulang.." seru Gia sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Bintang.


"Iyaa sayang, tidak apa-apa. Tapi kamu harus kabarin Mamaa yaa, kalau kamu mau menginap di sini.." sahut Bintang yang mencium kening Gia dengan lembut.


"Sekarang sayang jangan sedih dan menangis lagi, nanti cantiknya pergi.." ucap Bintang dengan senyum di wajahnya.


"Memang aku cantik yaa sayang..?" tanya Gia tiba-tiba.


"Iyaa cantik, cantik banget malah. Makanya aku suka,hehehee.." seru Bintang sambil tertawa kecil.


"Ohh, jadi kalau aku tidak cantik, sayang tidak suka sama aku..?" tanya Gia lagi, sambil menatap Bintang dengan serius.


"Mmmm,, sepertinya tidak deh.." balas Bintang sambil kembali tertawa terkekeh-kekeh.


"Ihhh,, sayang jahat..!" ujar Gia yang langsung mencubit lengan Bintang.

__ADS_1


"Auww,, aduhh sakit sayang.." ucap Bintang sambil mengusap-usap lengannya.


"Itu hukuman buat sayang.." seru Gia.


"Aku kan cuma menjawab pertanyaan kamu sayangku, cintaku, manjaku sayaang.." sahut Bintang seraya mencubit kedua pipi Gia dengan gemas.


"Ihh,, sayang, sakit tau.." ucap Gia dengan wajah manjanya.


"Habis kamu menggemaskan sih sayang.." balas Bintang dengan senyuman di wajahnya.


~***********~


Di ruangan lainnya, terlihat Ayah dan Ibu sedang asyik menonton televisi sambil bercerita.


"Yah,, Bintang dan Gia kok dari tadi di kamar terus, apa mungkin mereka ketiduran ?" tanya Ibu pada Ayah yang sedang menikmati kopinya.


"Iyaa Ayah, bisa jadi. Ayo kita makan Yah, nanti keburu dingin makanannya. Ibu mau panggung Bintang dan Gia dulu.." seru Ibu yang berjalan menuju kamar Bintang.


Tokk,, tokk,, tokkk..


"Bintang, ayo makan Nak, ajak Gia sekalian.." ucap Ibu dari luar kamar.


"Iyaa Bu, ayo kita makan bersama.." balas Bintang sambil menatap Gia.


"Maaf yaa Bu, jadi merepotkan.." ujar Gia pada Ibu.


"Tidak apa-apa Nak Gia, Bintang juga sudah sering merepotkan kalau ada di rumah Nak Gia bukan.." sahut Ibu sambil melihat Bintang yang tersenyum.

__ADS_1


"Yaa sudah, ayo kita makan dulu.." ajak Ibu pada Gia dan Bintang, seraya berjalan menuju ke meja makan.


"Ayah tidak ikut makan..?" tanya Bintang yang melihat Ayah masih menonton televisi.


"Tidak Bin, kalian duluan saja yaa.. Ayah masih kenyang, karena tadi makan gorengan dan minum kopi.." jawab Ayah sambil memegang perutnya yang kekenyangan.


"Bu,, malam ini Gia boleh kan menginap di sini ?" tanya Gia dengan ragu.


"Pasti boleh Nak Gia, sebelumnya juga kamu sudah pernah menginap di sini. Jadi jangan tanya lagi, anggap saja seperti rumah sendiri yaa.." jawab Ibu dengan tersenyum ramah.


"Terimakasih yaa, Bu.." balas Gia yang bernafas lega.


"Sama-sama Nak Gia, sekarang habiskan makannya yaa.. Kalau perlu tambah lagi, jangan malu-malu.." ucap Ibu pada Gia.


"Iyaa Bu, terimakasih.." sahut Gia seraya menuangkan nasi pada piringnya.


"Sepertinya habis hujan, ada yang jadi lapar nih.." goda Bintang pada Gia yang langsung mengerti, bahwa dirinya di sindir.


Gia pun langsung menatap tajam ke arah Bintang, namun Bintang hanya membalasnya dengan senyuman.


"Memang kapan hujannya Bin, perasaan dari kemarin panas.." ucap Ibu yang merasa bingung, karena tidak mengerti maksud dari perkataan Bintang yang di tujukan untuk Gia.


Bintang dan Gia yang mendengarnya pun hanya tersenyum penuh arti, dan saling melemparkan pandangan.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2