
Beberapa hari ini, Bintang lebih banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan. Ia tak ingin melihat kebersamaan Billa dan Riko yang tampak bahagia dengan hubungan mereka. Meski perubahan sikapnya itu membuat Safa dan Billa bertanya-tanya, tapi Bintang selalu mempunyai jawaban dan alasan yang akhirnya bisa di mengerti oleh Safa dan Billa.
"Hai, Bintang, sendirian aja. Aku temenin yaa.."
sahut Aris yang segera duduk di samping Bintang.
"Nih orang muncul terus, kaya hantu aja..!!"
Gumam Bintang dalam hati, tanpa membalas perkataan dari Aris.
"Kok diem aja sih, sariawan ?" tanya Aris sambil menatap Bintang dengan intens.
"Hmmm.." balas Bintang dengan malasnya.
"Aku beliin larutan yaa.." ucap Aris seraya berdiri dari tempat duduknya.
"Gak perlu, aku gak mau.." sahut Bintang yang masih membaca buku di hadapannya.
"Yaa udah kalau gak mau, kamu baca apa sih serius banget ?!"
Tanya Aris sambil mendekatkan tubuhnya pada Bintang, untuk bisa melihat buku apa yang sedang Bintang baca.
"Apaan sih dekat-dekat, cari buku sendiri sana. Gangguin orang aja..!" ujar Bintang yang mulai kesal.
"Iyaa iyaa maaf, aku kan cuma pengen tau buku apa yang kamu baca.." jelas Aris yang merasa kesulitan untuk bisa berteman dekat dengan Bintang.
"Bin, aku mau tanya sesuatu, boleh ?" ucap Aris dengan ragu.
"Iyaa boleh.." jawab Bintang dengan singkat.
"Kamu kenapa bersikap ke aku, gak seperti kamu bersikap ke teman-teman kamu yang lainnya ?" tanya Aris yang kini tengah menunggu jawaban dari Bintang.
"Maksudnya ?" ucap Bintang yang kini balik bertanya.
__ADS_1
"Maksudnya, kenapa kamu gak bisa bersikap baik, ramah dan dan bercanda sama aku. Seperti yang kamu lakukan ke teman-teman kamu.." ujar Aris yang mencoba menjelaskan maksud dari pertanyaannya.
"Jadi maksud kamu, aku bersikap kasar, sombong dan kaku, seperti itu ?!" tanya Bintang dengan nada kesal.
"Yaa gak gitu juga, tapi..."
Aris tidak bisa melanjutkan perkataannya, Ia merasa Bintang tidak bisa mengerti dengan apa yang Ia inginkan dan pikirkan.
"Dari awal aku udah tau, kamu bukan cuma penasaran. Tapi juga tertarik dan suka denganku, benarkan ?!" ujar Bintang dengan tiba-tiba.
Deg...
Jantung Aris kini berdetak dengan kencang, Ia tidak menyangka Bintang bisa mengatakan sesuatu hal yang bahkan tidak pernah terpikirkan olehnya.
"Bagaimana dia bisa tau, tentang apa yang aku pikirkan dan rasakan ke dia..??" gumam Aris dalam hati.
"Kok diam, kamu heran kenapa aku biasa tau bukan ?!" tanya Bintang yang melihat Aris dengan wajah penuh tanya.
.
"Aku tau, karena ini bukan kali pertamanya seseorang mendekatiku.."
Jelas Bintang sambil berlalu pergi, meninggalkan Aris yang masih terdiam. Ia berusaha mencerna apa yang tadi Bintang katakan, hingga akhirnya Ia pun mengerti. Tiba-tiba tubuhnya terasa lemas, dan Ia memilih untuk kembali duduk di kursi seorang diri.
~**********~
Setelah meninggalkan Aris di perpustakaan, kini Bintang telah berada di depan pintu kelas. Namun langkahnya terhenti, saat tatapannya jatuh pada sosok Billa yang sedang asyik bercerita bersama Riko dan juga Safa.
"Hei, Bintang dari mana aja kamu, sini duduk.." seru Safa yang melihat Bintang akan memasuki kelas.
"Tadi aku ke perpustakaan, baca buku cerita Faa.." jawab Bintang seadanya.
"Kamu udah mulai ketularan sama Lusi, Bin..!" ujar Safa sambil melirik ke arah Lusi.
__ADS_1
"Memang kenapa Kak Safa, kok Lusi di bawa-bawa ?" tanya Lusi yang merasa bingung, karena namanya di sebut oleh Safa.
"Di bawa-bawa gimana, kan nama kamu masih nempel tuh di seragam yang kamu pakai.." jawab Safa yang tertawa setelah mengatakan itu pada Lusi.
"Issh,, Kak Safa nih mulai gak jelas.." gerutu Lusi yang seringkali menjadi bahan ledekan oleh Safa.
"Nih Kak Safa jelasin yaa, Bintang itu ketularan kamu yang kutu kupret, ehh salah. Maksudnya kutu yang ada di rambut kamu Luss,hahahaa.."
Seru Safa yang langsung tertawa terbahak-bahak, di ikuti oleh teman-temannya yang juga mendengar perkataan Safa.
Kecuali Lusi dan Bintang, yang sontak langsung mencubit perut Safa. Hingga membuatnya merintih kesakitan.
"Auww,, ampun,, sakit Bin, Lusi..!" seru Safa yang meminta Bintang dan Lusi untuk melepas cubitannya.
"Makanya jangan suka ngeledekin terus Faa, enak kan rasanya,hee.." sahut Billa yang melihat Safa masih merasakan perih di bagian perutnya.
"Aku kan cuma bercanda,mmmh.." ucap Safa dengan wajah yang cemberut.
Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi. Anak-anak segera masuk ke dalam kelasnya masing-masing.
"Aku masuk ke kelas dulu yaa semuanya." seru Riko sambil tersenyum, berakhir dengan tatapan matanya yang jatuh pada Billa.
"Iya Kak, sampai nanti yaa.." balas Billa.
"Sejak sama Riko, sekarang kamu jadi terlihat lebih ceria yaa Bill.." ujar Bintang dengan wajah datarnya.
"Itu kan yang kamu lihat dari luar Bin.." ucap Billa dengan suaranya yang lirih, hingga hanya terdengar oleh Bintang.
Saat Bintang ingin kembali berbicara dan bertanya pada Billa, Bu guru pun telah tiba di kelas. Hingga membuat Bintang harus mengurungkan niatnya, sambil terus memikirkan apa maksud perkataan Billa tadi padanya.
Bersambung...
🙏😊
__ADS_1