Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Tetangga Kontrakan


__ADS_3

Sudah beberapa bulan Bintang menjalani hidupnya di kota T, Ia juga sudah terbiasa dengan pekerjaan dan lingkungan tempat Ia tinggal. Kebetulan hari ini Bintang libur kerja, Bintang memanfaatkannya untuk memindahkan barang-barangnya ke rumah kontrakan yang baru. Karena kost-an yang Ia tinggali sebelumnya, sudah tidak bisa lagi menampung barang-barang yang Ia miliki.


"Baru pindah ke sini yaa Mbak ?" tanya seorang wanita yang berada di sebelah kontrakan.


"Iyaa Mbak.." jawab Bintang sambil merapikan barang-barangnya.


"Apa perlu saya bantu, Mbak..?" ucap wanita itu menawarkan bantuan.


"Tidak perlu, terimakasih. Sudah hampir selesai kok.." balas Bintang.


"Baiklah, saya tinggal di sebelah, kalau perlu bantuan Mbak bisa panggil saya.." ujar wanita itu sambil bergegas masuk ke dalam rumah kontrakannya.


"Tunggu dulu..!" seru Bintang sambil berjalan menghampirinya.


"Iyaa Mbak, ada apa ?" tanya wanita itu.


"Namanya siapa yaa..?" ucap Bintang yang balik bertanya.


"Ohh,, panggil saja saya Sany, Mbak.." jawab Sany sambil tersenyum dan berjabat tangan.


"Saya Bintang.." ucap Bintang memperkenalkan dirinya.


"Yaa sudah kalau begitu, saya mau lanjut beresin barang-barang dulu Mbak.." seru Bintang.


"Panggil Sany saja, Mbak.." pinta Sany.


"Iyaa Sany, panggil Bintang saja yaa,hee.. Saya masuk ke dalam dulu.."


Ucap Bintang melanjutkan kesibukannya, begitu juga dengan Sany yang langsung masuk ke dalam rumah.


Bintang yang baru selesai membereskan barang-barangnya, kini segera membaringkan tubuhnya di kasur. Tapi tiba-tiba, Bintang mendengar suara anak kecil yang menangis dengan kerasnya.


"Anak siapa itu yaa, siang-siang begini menangis sekencang itu,mmmh.." ucap Bintang sambil menutup telinganya dengan bantal gulingnya.

__ADS_1


"Yaa ampun,, kalau begini terus bagaimana aku bisa istirahat dengan tenang.."


Gerutu Bintang yang bangkit dari tempat tidurnya, lalu keluar menuju teras untuk mencari tau anak siapa yang dari tadi menangis dan tidak berhenti juga.


"Anaknya kenapa Mbak Sany, kok nangis terus..?" tanya Bintang saat melihat seorang anak perempuan kecil umur empat tahun, masih menangis dengan terisak-isak.


"Iyaa nih Mbak, anak saya lagi batuk dan pilek. Tapi malah pengen makan es krim, saya tidak ngizinin jadi dia nangis.." jelas Sany yang masih berusaha menenangkan putrinya.


"Jadi begitu yaa.." balas Bintang sambil menghampiri anak perempuan kecil itu.


"Mbak nya ke berisikan pasti yaa, maaf yaa Mbak.." ucap Sany yang merasa tidak enak pada Bintang.


"Tidak apa-apa kok, Mbak.." seru Bintang.


"Anak cantik,, kalau Tante boleh tau namanya siapa sayang..?" tanya Bintang pada putri Sany.


"Hiks,,hiks,, namaku Resha, Tante.. Hiks,,hiks.." jawab Resha yang masih saja menangis.


"Iyaa Tante, tapi Mamaa gak bolehin. Padahal Resha pengen banget.. Hiks,,hiks..." jawab Resha dengan sedihnya.


"Resha boleh kok makan es krim, nanti Tante belikan yang banyak buat Resha. Tapi ada syaratnya.." seru Bintang sambil tersenyum pada Resha yang kini mulai berhenti menangis.


"Apa syaratnya, Tante..?" tanya Resha penasaran.


"Syaratnya Resha harus sembuh dulu, baru nanti boleh makan es krim.." jelas Bintang.


"Tapi Resha mau makan es krimnya sekarang, Tante.." sahut Resha dengan raut wajah yang ingin kembali menangis.


"Kalau sekarang Resha harus banyak istirahat dulu, biar cepat sembuh yaa sayang.. Nanti istirahatnya di temenin sama boneka lucu, sebentar Tante ambilkan dulu.."


Ucap Bintang sambil masuk ke dalam rumah, untuk mengambil boneka mobil-mobilan.


"Nah,, ini dia bonekanya buat Resha.." sahut Bintang sambil memberikan bonekanya pada Resha.

__ADS_1


"Kok boneka mobil-mobilan sih Tante ? Resha kan anak cewek.." protes Resha dengan wajah yang cemberut.


"Mmmm,, boneka mobil-mobilan ini maksudnya, biar sakit batuk dan pilek Resha nanti di bawa pergi jauh sama boneka mobilnya sayang.." jelas Bintang sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Ohh, jadi gitu yaa Tante, tapi kenapa warnanya merah ? Resha kan sukanya sama warna pink.." ucap Resha dengan polosnya.


"Karena warna merah artinya berani, biar Resha juga nanti jadi berani sayang.." ujar Bintang yang sudah mulai merasa pusing.


"Memang kenapa Resha harus berani Tante, kan Resha gak ngapa-ngapain..?" tanya Resha lagi.


"Yaa ampun nih bocil, kenapa dari tadi protes mulu yaa.." gumam Bintang dalam hati.


Sany yang sejak tadi mendengar percakapan putrinya dengan Bintang, hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Maksudnya berani untuk bisa cepat sembuh Resha sayang, yaa sudah sekarang Resha istirahat tidur sama bonekanya. Nanti kalau sudah sembuh, langsung kasi tau Tante yaa.."


Ucap Bintang yang ingin segera cepat-cepat masuk ke dalam rumah, untuk bisa beristirahat.


"Iyaa Resha istirahat yaa Nak, Tante juga mau istirahat tuh karena pasti capek habis membereskan barang-barang tadi di rumahnya.." ujar Sany menimpali.


"Iyaa deh Maa, aku mau bobok siang dulu yaa Tante. Terimakasih boneka mobil-mobilannya.." ucap Resha yang memeluk bonekanya, lalu masuk ke dalam rumah.


"Sama-sama Resha sayang, cepat sembuh yaa.." balas Bintang.


"Aku mau masuk dulu yaa Sany, mau istirahat.." seru Bintang pada Sany.


"Iyaa Bintang, terimakasih yaa atas bantuannya. Jadi sekarang Resha sudah tidak menangis lagi.." ujar Sany dengan senyumannya.


"Sama-sama yaa Sany.." balas Bintang sambil berjalan dan masuk ke dalam rumah, meninggalkan Sany yang masih menatapnya dengan senyuman penuh arti.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2