
Seperti biasanya, tiap malam minggu Bintang dan Sarah keluar untuk jalan-jalan, makan dan mengunjungi tempat-tempat yang asyik untuk nongkrong. Begitu juga dengan Anya, yang juga sibuk berpacaran. Hanya saja mereka memilih untuk terpisah, karena Bintang yang dari dulu memang kurang suka berkumpul dengan banyak orang.
"Sayang,, malam ini mau makan apa..?" tanya Sarah pada Bintang.
"Apa aja yang penting sama kamu, sayang.." sahut Bintang sambil tersenyum.
"Aku serius lho sayang, ayo bilang.." seru Sarah sambil menyetir mobilnya dengan perlahan.
"Memang apa aja pilihannya..?" tanya Bintang seraya menggenggam tangan Sarah.
"Pilihannya nasi goreng, sate, bubur ayam, bakso, mie ayam, kwetiau goreng, ketoprak atau ayam bakar. Pilih yang mana sayang..?" tanya Sarah yang menyebutkan semua makanan kesukaan kekasihnya itu.
"Aku pilih kamu aja sayang,hee.." sahut Bintang yang tersenyum, sambil menatap Sarah dengan penuh cinta.
"Sayangku ini,, tuh kan aku jadi malu.." ucap Sarah yang jadi salah tingkah. "Yaa udah sayang, kalau gitu kita makan semuanya aja.." ujar Sarah sambil tersenyum.
"Iyaa gak apa-apa, kalau sanggup sayang.." sahut Bintang.
Sarah pun menepikan mobilnya, saat tiba di sebuah tempat penjual sate yang jadi favorit mereka.
"Biasa yaa, Bang..!" seru Sarah pada si penjual, lalu segera duduk di pojokan di sebelah Bintang.
Tak lama kemudian, sate ayam yang di pesan pun telah datang. Mereka segera menyantapnya dengan perlahan, dan terlihat Sarah yang merasa malu saat Bintang menyuapinya.
"Udah yaa, aku makan sendiri aja. Malu lho sayang, di lihat orang.." bisik Sarah pada Bintang yang hanya membalasnya dengan senyuman.
Selesai makan, Sarah pun mengajak Bintang untuk berjalan-jalan menyusuri kota B. Hingga mereka tiba di sebuah taman, dengan banyak bunga dan lampu-lampu yang menambah suasana malam menjadi lebih indah.
"Ayo sayang, kita duduk di sana.." ajak Sarah sambil menggandeng tangan Bintang menuju ke sebuah kursi.
"Sebentar sayang, di lap dulu.." seru Bintang yang membersikan kursi itu dengan tisu yang Ia bawa.
"Udah bersih, sekarang boleh duduk,hee.." ucap Bintang sambil tersenyum pada Sarah yang sejak tadi menatapnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang, dari tadi lihatin aku terus..?" tanya Bintang yang menyadari tatapan Sarah padanya.
"Aku cuma merasa bahagia dan beruntung banget, karena bisa sama kamu, sayang.." ujar Sarah.
"Memang kenapa sayang..?" tanya Bintang yang ingin tau alasan Sarah berkata seperti itu.
"Karena kamu baik, perhatian dan manjain aku banget. Aku belum pernah merasakan begitu di sayang dan di manja, seperti kamu sayang dan manjain aku.." jelas Sarah dengan tulus.
"Kalau kamu merasa bahagia dan beruntung, berarti kamu gak boleh sakiti dan kecewain aku yaa, sayang.." ucap Bintang yang berharap.
"Iyaa sayangku, cuma orang bodoh yang akan menyia-nyiakan dan meninggalkan sese'orang sebaik kamu.." sahut Sarah sambil menyandarkan kepalanya di bahu Bintang.
"Terimakasih yaa sayang, aku harap kamu gak akan lupa itu.." ucap Bintang yang menggenggam erat tangan Sarah, lalu membelai lembut wajahnya.
"Aku sayang banget sama kamu, mmmuuaacchhh.." seru Bintang sambil mengecup pucuk kepala Sarah dengan lembut.
"Aku lebih sayang banget sama kamu, sayang.." balas Sarah yang semakin erat menggenggam tangan Bintang.
"Sayang,, maaf yaa malam ini aku gak bisa nginap, karena besok ada acara keluarga di rumah.." ucap Sarah yang merasa bersalah, karena malam ini tidak bisa menghabiskan waktu bersama Bintang.
"Iyaa gak apa-apa sayang, lain waktu juga masih bisa.." sahut Bintang yang tidak ingin Sarah merasa bersalah.
"Terimakasih yaa sayang, kalau gitu aku pamit pulang dulu. Daaa sayang.." seru Sarah sambil melambaikan tangannya.
"Hati-hati di jalan, kalau udah sampai rumah kabari yaa.." ucap Bintang yang juga melambaikan tangannya, dan menatap Sarah yang kini tidak terlihat lagi.
Kini Bintang segera masuk ke dalam kost-an, lalu berjalan menghampiri tempat tidur dan merebahkan tubuhnya. Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka.
"Kamu ngagetin aja sih, Nya..!" seru Bintang yang merasa terkejut. "Ucap salam kek, ketuk pintu kek atau manggil kek. Nah ini main nyelonong masuk aja, hampir aja copot nih jantung.." ujar Bintang yang merasa kesal.
"Iyaa iyaa kek, maaf. Lagian siapa suruh pintu gak di kunci.." sahut Anya seraya duduk di samping Bintang dan melepaskan djaketnya.
"Iyaa aku lupa tadi Nya, untung bukan maling.." ujar Bintang yang kembali berbaring.
__ADS_1
Kini keduanya telah berbaring, sambil memejamkan mata dan berusaha untuk tidur. Namun Bintang yang merasa sulit untuk tidur, akhirnya menyalakan televisi.
"Kamu belum bisa tidur juga, Bin..?" tanya Anya yang kini ikut menonton televisi.
"Belum Nya, makanya nonton TV biar lama-lama nanti jadi ngantuk.." ucap Bintang.
"Kamu pasti inget sama Sarah yaa, kangen sama dia.." tebak Anya.
"Kok Sarah sih, kan tadi udah ketemu, Nya.." sahut Bintang.
"Yaa terus kenapa, kangen sama aku,hehee.." ledek Anya sambil tertawa kecil.
"Ngapain kangen sama kamu, yang ada di depan mata aku,mmmh.." seru Bintang.
"Terus kenapa dong, Bin..?" tanya Anya lagi.
"Aku kangen banget sama Ibu dan Ayah di kampung, udah hampir dua tahun aku gak pulang ke rumah.." jelas Bintang sambil menghela nafasnya dengan dalam.
"Tuh kan, aku jadi sedih ingat Ibu aku di kampung, Bin.." balas Anya.
"Iyaa maaf Nya, tapi aku juga sedih nih.." seru Bintang. "Aku jadi pengen pulang Nya, menurut kamu gimana..?" tanya Bintang seraya menatap Anya.
"Kalau mau pulang yaa pulang aja, Bin.. Urusan Sarah, biar nanti aku yang gantikan kamu,hehee.." ujar Anya yang langsung di lempar bantal guling oleh Anya.
"Dasar yaa,, teman durhaka. Ku kutuk engkau menjadi rendang.." ledek Bintang sambil mencubit pipi tembem Anya.
"Memang kamu pikir aku rumah makan apa, tapi enak tuh Bin, rendang. Aku juga mau yaa.." sahut Anya yang tertawa terkekeh-kekeh.
Bintang pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Anya yang selalu bisa membuatnya tersenyum dan tertawa.
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1