Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Beri Aku Kesempatan


__ADS_3

"Anak Mamaa kenapa, kok nangis..?" tanya Yumie, seraya memeluk tubuh putranya yang masih duduk di atas tempat tidur.


"Tadi Arya mimpiin Papaa, Maa.. Arya kangen sama Papaa, kok Papaa gak pernah lagi pulang ke rumah..?" rengek Arya sambil mengusap air matanya.


"Sabar yaa sayang, mungkin Papaa masih sibuk dengan pekerjaannya. Tapi nanti pasti Papaa akan pulang.." seru Yumie yang berusaha untuk menenangkan putranya itu.


Yumie tidak mungkin memberitahu pada Arya, bahwa Ia dan suaminya telah berpisah. Itu pasti akan melukai hati Arya, lagi pula untuk anak seusianya yang masih kecil belum bisa mengerti itu semua.


"Yaa udah, kalau gitu temenin Arya main yaa, Maa.. Sambil nungguin Papaa pulang.." seru Arya sambil turun dari tempat tidurnya, lalu menarik tangan Yumie untuk mengikutinya.


"Iyaa Arya, pelan-pelan dong sayang jalannya.." sahut Yumie berlari kecil mengikuti langkah Arya yang terburu-buru.


Sesampainya di ruang tengah, Arya mengeluarkan semua mainannya dari dalam lemari khusus tempat menyimpan mainan miliknya. Di bantu oleh Nani, yang juga ikut menemani Arya dan Yumie.


"Mamaa kok bengong..? Ayo sini main.." ajak Arya yang sibuk dengan mainannya yang begitu banyak.


"Iyaa sayang.." balas Yumie yang segera ikut bermain bersama Arya, namun pikirannya terus saja tertuju pada Bintang.


Di sisi lain, Bintang masih belum bisa memejamkan matanya. Ia terus saja terbayang dengan wajah Yumie, dan apa yang akan Ia lakukan saat bersama Yumie tadi.


"Apa yang aku lakukan tadi, hampir aja aku mencium bibirnya,huuhhh.." seru Bintang sambil mengusap wajahnya dengan kasar, lalu berusaha memejamkan matanya.


~**********~


"Apa tadi pagi Kak Yumie ada datang ke sini, Bin..?" tanya Mery yang telah pulang bekerja.


"Iyaa ada, terus siang juga ada datang. Si bos gak apa-apa kan aku gak masuk kerja hari ini..?" tanya Bintang yang kini tengah duduk sambil memakan buah yang di bawa oleh Yumie tadi siang.


"Gak apa-apa kok Bin, selama ini juga kan kamu jarang libur.." jawab Mery yang berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Syukurlah kalau gitu.." balas Bintang.


Tak lama setelah itu, Mery pun keluar dari kamar mandi sambil memegang handuk untuk mengeringkan rambutnya. Sembari melihat Bintang yang masih asyik memakan buah-buahan, lalu Ia pun ikut memakannya.


"Enak yaa yang habis di jengukin, di perhatiin terus tetap di sayangin,hehehee.." ledek Mery sambil tertawa kecil.


"Biasa aja kok Mer, kan bukan pacar.." sahut Bintang.


"Makanya jadiin pacar Bin, selagi gak ada yang deketin Kak Yumie. Memang kamu rela kalau dia sama orang lain nantinya..?" tanya Mery yang mencoba membuat Bintang untuk bisa menerima cinta Yumie.


"Yaa kalau memang mau sama orang lain, yaa gak apa-apa. Masa iyaa aku harus melarang, dia juga berhak memilih yang terbaik, Mer.." ujar Bintang.

__ADS_1


"Memang benar, tapi kan sekarang yang dia mau itu kamu. Memang kamu gak ada sedikitpun rasa suka sama dia gitu, Bin..?" tanya Mery yang penasaran dengan perasaan Bintang pada Yumie selama ini.


"Yaa ada sih, cuma gimana yaa.." ucap Bintang yang merasa bingung sendiri dengan apa yang sesungguhnya Ia rasakan saat ini.


"Cuma kamu gak yakin, seperti itu..?" tanya Mery lagi.


"Mungkin juga Mer, entahlah.." balas Bintang.


"Kalau kamu gak bisa memberi kesempatan untuk Yumie, setidaknya kamu harus memberi kesempatan untuk diri kamu sendiri, Bin.." ucap Mery yang tidak ingin temannya itu terus terpuruk karena masa lalunya.


"Iyaa aku ngerti kok maksud kamu, mungkin memang benar apa yang barusan kamu bilang itu, Mer.." sahut Bintang yang mencoba memikirkan kembali, apa yang tadi Mery katakan padanya.


"Kamu juga berhak bahagia, meskipun segala sesuatu itu pasti ada resikonya. Tapi kamu tetap harus memilih, Bin.." seru Mery sambil tersenyum menatap Bintang.


"Iyaa Mery, kamu benar. Terimakasih yaa.." balas Bintang.


"Aku mau keluar dulu yaa, sekalian mau beli makanan. Kamu makan apa, Bin..?" tanya Mery yang bangkit dari tempat duduknya, lalu mengambil djaket yang tergantung di samping lemari pakaian.


"Aku gak pengen makan apa-apa, mau makan buah aja. Karena sekarang rasanya mual, terus agak pusing.." ujar Bintang yang kini membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Apa kamu lagi hamil Bin, kok pakai mual dan pusing segala..?" ledek Mery sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Udah deh, gak lucu bercandanya tau..!" seru Bintang yang kini terlihat manyun.


Baru saja Mery akan membuka pintu, tiba-tiba terlihat Yumie yang sudah berdiri di depannya. Hingga membuat Mery begitu sangat terkejut, dan mengeluarkan kata-kata latahnya.


"Ehh,, ada kunti yaa ampun kunti,hiihhh.." seru Mery sambil menutup mata, lalu membukanya dengan perlahan.


"Siapa kunti Mer..?" tanya Bintang yang langsung berdiri dan menghampiri Mery.


"Ohh, itu Kak Yumie lho Mer, kamu ini masa di bilang kunti.." ucap Bintang sambil tertawa kecil.


"Kak Yumie,, maaf yaa tadi aku kaget banget. Habis Kak Yumie tiba-tiba nongol sih.." ujar Mery yang merasa tidak enak dan malu sendiri dengan tingkahnya tadi.


"Iyaa gak apa-apa kok Mer, maaf yaa aku jadi buat kamu kaget tadi. Tapi aku benar-benar gak sengaja kok.." jelas Yumie.


"Gak apa-apa Kak Yumie, ayo masuk ke dalam.." ajak Mery.


Mereka bertiga pun kini duduk bersama, lalu Yumie menyerahkan bungkusan makanan pada Mery.


"Ini ada sedikit makanan untuk makan malam kalian berdua, aku masak sendiri. Semoga suka yaa,hee.." uca Yumie sambil tersenyum.

__ADS_1


"Pasti suka, kan masakan Kak Yumie enak banget.." seru Mery.


"Iyaa, syukurlah kalau begitu. Gimana keadaan kamu sekarang Bin, udah baikan..?" tanya Yumie yang masih mencemaskan keadaan Bintang.


"Alhamdulillah udah baikan, cuma sekarang agak pusing dan mual aja.." jawab Bintang.


"Ohh iyaa, aku mau keluar dulu yaa Kak Yumie. Ada sesuatu yang mau aku beli, kalian ngobrol aja yaa.." seru Mery sambil menatap Bintang dan mengedipkan matanya, Ia sengaja membiarkan Bintang berdua dengan Yumie agar bisa lebih leluasa berbicara tentang perasaan mereka.


"Iyaa Mer, kamu hati-hati yaa.." sahut Yumie sambil tersenyum menatap Mery yang kini telah pergi meninggalkan mereka berdua.


"Apa kamu mau makan sekarang, Bin..?" tanya Yumie pada Bintang yang kini sedang menatapnya.


"Gak Kak, aku gak pengen makan. Aku masih kenyang juga, karena tadi udah makan buah.." jawab Bintang yang mengalihkan pandangannya ke arah lain, karena tidak ingin membuat Yumie merasa malu.


"Ohh, tapi nanti kalau lapar makan yaa, atau makan buah juga gak apa-apa. Yang penting kamu makan.." ujar Yumie dengan tersenyum dan menatap Bintang, sambil menahan perasaannya yang kini tengah bergejolak.


"Iyaa kak, nanti aku makan lagi kalau lapar.." balas Bintang.


"Bintang,,mmmm.." ucap Yumie yang tidak meneruskan perkataannya.


"Iyaa Kak Yumie, ada apa..? Kalau ada sesuatu yang mau di bilang, Kakak bilang aja.." seru Bintang.


"Aku kangen banget sama kamu, Bin.. Aku kepikiran kamu terus, padahal kita sering ketemu. Tapi entah kenapa, aku selalu pengen ada di dekat kamu.." ucap Yumie yang kini tertunduk malu.


"Yaa udah, kalau gitu aku pulang dulu.." seru Yumie sambil bangkit dari tempat duduknya, namun gerakannya terhenti saat Bintang segera menarik tangannya.


Bintang yang tanpa sadar menarik tangan Yumie dengan kuat, hingga membuat Yumie terjatuh dan menindih tubuhnya. Seolah terlihat mereka sedang berpelukan, Bintang yang tersadar pun segera menjauhkan tubuh Yumie darinya.


"Maaf Kak, aku gak sengaja.." ucap Bintang sambil melepaskan tangan Yumie.


"Yaa udah kalau Kak Yumie mau pulang, hati-hati di jalan yaa.." seru Bintang.


Yumie yang mendengar ucapan Bintang, hanya diam dan perlahan mendekati Bintang. Sambil menatapnya dengan tatapan penuh hasrat, namun sekuat hati Ia mencoba menahannya.


"Beri aku kesempatan Bin, aku janji gak akan mengecewakan kamu. Perasaan aku udah terlanjur dalam sama kamu, apa kamu gak bisa merasakan itu..?" tanya Yumie dengan lirih, lalu menjauhkan dirinya dari Bintang.


Bintang pun kembali menarik tangan Yumie, hingga kini wajah mereka begitu sangat dekat. Yumie yang kini berada di pelukan Bintang, hanya diam menunggu apa yang selanjutnya akan Bintang lakukan dan katakan padanya. Namun setelah saling bertatapan cukup lama, Bintang hanya terdiam menatap wajah cantik Yumie dengan bibirnya yang terlihat merah merona.


Perlahan, Bintang pun mendekati bibir merah itu dan mengecupnya dengan sangat lembut. Yumie yang mendapat ciuman hangat dari bibir Bintang, lalu memejamkan mata dan begitu menikmatinya. Ia pun membalas ciuman Bintang dengan lembut, membuat keduanya semakin hanyut dalam ciuman pertama mereka...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2