
Seperti biasa, pagi-pagi sekali Ayah sudah pergi ke kebun. Sedangkan Ibu sedang duduk santai, sambil sarapan. Di lihatnya pintu kamar Bintang yang masih belum terbuka sejak tadi, membuat Ibu ingin membangunkannya.
Tokk,, tokk,, tokkk..
"Bin,, Bintang,, bangun Nak..!" seru Ibu. "Tumben jam segini Bintang belum bangun juga.." ucap Ibu, dan tak lama pintu pun terbuka.
"Iyaa Bu, ada apa..?" tanya Bintang sambil mengusap wajahnya.
"Kamu baru bangun..? Tadi malam begadang yaa.." seru Ibu menatap Bintang yang terlihat masih mengantuk.
"Gak kok Bu, cuma nonton aja,hee.." sahut Bintang. "Bintang mau ke kamar mandi dulu yaa, Bu.."
Bintang lalu bergegas ke kamar mandi, Ia tidak ingin Ibunya bertanya lagi yang akan membuatnya bingung untuk menjawab nantinya.
Selesai membersihkan diri, Bintang kini berjalan ke meja makan untuk sarapan. Ada Ibunya yang sedang duduk di sana, menunggu Bintang untuk sarapan.
"Ibu udah sarapan..?" tanya Bintang seraya menyantap nasi goreng yang telah di sediakan oleh Ibu untuknya.
"Iyaa sudah Bin, kamu sarapan dulu dan habiskan yaa nasi gorengnya.. Setelah itu, Ibu mau bicara penting sama kamu.." ujar Ibu sambil tersenyum, lalu berjalan menuju ruang tengah.
Bintang yang mendengar itu langsung merasakan cemas, memikirkan tentang apa yang ingin Ibu bicarakan padanya. Lalu Bintang pun dengan lahap menyantap makanannya, Ia tidak ingin membuat Ibunya menunggu lama.
Selesai sarapan, Bintang segera berjalan ke ruang tengah dan menghampiri Ibunya. Ia memilih untuk duduk di depan Ibu, sambil menghela nafasnya dengan dalam. Dengan raut wajahnya yang terlihat cemas dan penuh tanda tanya, tentang apa yang ingin Ibu katakan.
"Bintang,, ada yang mau Ibu tanyakan sama kamu, Ibu mau kamu menjawabnya dengan jujur.." ucap Ibu yang memulai pembicaraan.
"Iyaa Bu, tanya aja. Bintang pasti akan menjawabnya dengan jujur.." sahut Bintang dengan detak jantungnya yang berdegup kencang, menanti apa yang akan Ibu tanyakan padanya.
__ADS_1
"Apa benar kamu menyukai perempuan, Bin..?" tanya Ibu yang menatap serius pada Bintang.
Deegg..
Bintang yang merasa terkejut mendengar pertanyaan Ibunya, langsung terdiam seketika. Ia sama sekali tidak pernah menyangka, bahwa Ibu akan melontarkan pertanyaan seperti itu padanya. Tapi bagaimanapun, Bintang harus tetap menjawabnya.
"Iyaa Bu, itu memang benar.." jawab Bintang sambil tertunduk diam.
"Tapi kenapa Bin, kenapa harus menyukai perempuan..?!" tanya Ibu lagi yang seolah tidak percaya dengan apa yang barusan Bintang katakan.
Bintang menarik nafasnya dengan dalam, dan mulai menjelaskan apa yang selama ini Ia rasakan dan pendam dalam hatinya.
"Bu,, sebenarnya Bintang seperti ini udah dari kecil, dari usia Bintang delapan tahun Bintang udah merasakan yang namanya jatuh cinta sama perempuan. Bukan cuma itu, Bintang juga dewasa sebelum waktunya, Bu. Pemikiran Bintang udah jauh, tidak seperti anak-anak lainnya pada waktu itu.." jelas Bintang.
"Jadi itu sebabnya, selama ini kamu tidak pernah memiliki teman laki-laki dan juga pacar..?" tanya Ibu yang mulai mengerti dan menyadari semuanya.
"Iyaa Ibu benar.." balas Bintang.
"Udah Bu, Bintang udah pernah mencoba menjalin hubungan dengan laki-laki. Tapi tetap aja, Bintang merasa gak nyaman, merasa risih, geli bahkan mual setiap mencoba dekat dengan mereka. Dan itu udah Bintang coba beberapa kali, tapi semua seperti itu.."
Ujar Bintang menjelaskan apa yang selama ini Ia rasakan, sedangkan Ibu hanya terdiam mendengarkan dan memahami setiap apa yang Bintang katakan.
"Mungkin ini sulit untuk di terima dan di mengerti, tapi gak ada seorangpun yang mau seperti ini, Bu.. Termasuk aku, aku juga gak mau seperti ini. Tapi aku juga gak bisa menolak perasaan itu, yang udah terlanjur mendarah daging.." Jelas Bintang.
"Mungkin dari fisik aku memang sempurna, tapi hati aku cacat, Bu.." ucap Bintang sambil meneteskan air mata.
"Ibu bisa menerima dan mengerti diri kamu, Bin.. Sekarang masih ada Ibu dan Ayah, tapi nanti bagaimana kalau Ibu dan Ayah sudah tidak ada, Nak..?" seru Ibu dengan raut wajahnya yang terlihat sangat sedih.
__ADS_1
"Soal itu, Ibu jangan khawatir yaa.. Bintang bisa jaga diri baik-baik, yang penting Ibu dan Ayah bisa menerima dan mengerti Bintang. Itu udah membuat aku sangat bahagia, beban yang selama ini aku tanggung sekarang udah lepas. Terimakasih banyak yaa Bu, Ibu udah bisa terima aku yang seperti ini.." ucap Bintang seraya memeluk erat tubuh Ibunya.
"Sama-sama, Nak.. Kalau kamu bahagia, Ibu juga pasti ikut bahagia." sahut Ibu.
"Tapi sebelumnya, Ibu memang sudah tau, Bin.." ucap Ibu sambil melepaskan pelukannya.
"Memang Ibu tau dari mana..?" tanya Bintang yang merasa aneh.
"Dari Ayah dan Nenek kamu, Bin.. Mereka yang telah memberi tahu Ibu sebelumnya, cuma Ibu masih belum bisa percaya, jadi Ibu tanya langsung ke kamu.." jelas Ibu.
"Kok bisa Ayah dan Nenek tau, Bu..?" tanya Bintang lagi yang semakin merasa penasaran.
"Apa kamu lupa, kalau kita memiliki latar belakang dari keluarga yang berilmu putih. Karena itu, Ayah, Nenek dan Paman kamu juga tau tentang kamu.." jelas Ibu.
"Apa kamu tau, ada hal lain yang paling mengejutkan Ibu.." ucap Ibu yang membuat Bintang lagi-lagi merasa penasaran.
"Apa itu, Bu..?" tanya Bintang dengan rasa tidak sabar.
"Ternyata Ayah sudah tau tentang kamu yang seperti ini, sejak kamu masih kecil atau mungkin belum lahir.." seru Ibu.
"Hahh..? Ibu serius, kok bisa yaa.." sahut Bintang yang merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Ibu padanya.
"Kalau soal itu, kamu tanyakan langsung pada Ayah yaa.. Karena Ibu sendiri juga belum tau.." ujar Ibu.
"Iyaa Bu, kapan-kapan Bintang tanyakan pada Ayah.." balas Bintang sambil tersenyum menatap Ibunya.
Bintang pun kini merasa sangat lega, karena rahasia hati yang selama ini Ia rasakan dan sembunyikan bisa Ia ceritakan pada Ibunya. Terlebih, saat tau bahwa Ibu dan Ayahnya bisa menerima dan mengerti, itu membuat Bintang benar-benar sangat bahagia.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59