
Dua semester telah terlewati, kini Bintang dan teman-temannya sudah naik ke kelas dua dengan nilai yang bagus. Karena itulah mereka berempat pun bisa berada di kelas yang sama, begitu juga dengan Riko dan Farid yang kembali satu kelas.
"Akhirnya kita bisa kumpul lagi di kelas yang sama, seneng banget rasanya..!" seru Safa dengan wajah senangnya.
"Iyaa gak nyangka Faa, kita bisa satu kelas lagi.." sahut Billa sambil merapikan buku-bukunya.
"Kamu nulis apa Bin..?, serius banget..!" seru Safa yang melihat Bintang sejak tadi asyik menulis.
"Nulis puisi Faa, iseng aja.." jawab Bintang yang segera menyimpan bukunya ke dalam tas, karena tak ingin Safa melihat dan membacanya.
"Kok di simpan sih, padahal aku pengen baca.." ujar Safa dengan wajah cemberut.
"Hee,, iyaa Faa, kapan-kapan aja kamu bacanya." ucap Bintang.
Saat itu, tiba-tiba Riko datang dan menghampiri Billa. Membuat ekspresi wajah Bintang dalam sekejap berubah, kini Ia merasa hatinya begitu kacau.
"Keluar sebentar yuk dik, ada sesuatu yang mau kakak tunjukin.." ujar Riko pada Billa yang terlihat jadi salah tingkah.
"Ehemm,, yang lagi kasmaran, sampe lupa sama orang-orang di sekelilingnya.." goda Safa yang melihat Riko yang kini tersenyum padanya.
"Ehh,, iyaa maaf gak lihat tadi kalau ada orang.." sahut Riko bercanda, dan di sambut dengan gelak tawa oleh Billa, Safa dan Lusi.
Berbeda dengan Bintang yang hanya diam mendengarkan, sambil merasakan sesak dalam hatinya yang sedari tadi Ia tahan.
__ADS_1
"Aku ke perpustakaan dulu yaa.." ucap Bintang pada teman-temannya, seraya berjalan keluar kelas menuju ke perpustakaan tanpa menunggu jawaban dari salah satu mereka.
"Main nyelonong aja tuh anak, belum juga di jawab..!" sahut Safa yang kesal pada sikap Bintang akhir-akhir ini, yang menurutnya berbeda tidak seperti biasanya.
"Yaa udah aku juga mau keluar dulu sama Riko.." ucap Billa pada Safa dan Lusi yang asyik membaca buku.
"Iyaa sana pacaran, buat iri aja sih.." gerutu Safa yang melihat Billa dan Riko telah pergi dan berlalu dari pandangannya.
"Lus,, elus,, Lusiana..! dasar nih anak, kalau udah baca lupa dunia.." seru Safa yang merasa kesal, karena panggilannya tidak di dengar oleh Lusi.
"Hahh,, apa Kak Safa, ngomong apa tadi ?!" tanya Lusi yang langsung menghentikan membaca bukunya.
"Gak papa, gak jadi. Aku mau ke kantin aja.." sahut Safa kesal.
Gumam Safa dalam hati, sambil meninggalkan Lusi yang kini merasa bingung karena dirinya.
"Kak Safa kenapa yaa, kok jadi marah-marah gitu.Ya udahlah, aku baca buku lagi aja.." ucap Lusi pada dirinya sendiri.
~*********~
Di sebuah perpustakaan, tampak Bintang yang sedang membolak-balikkan buku di hadapannya. Meski sebenarnya Ia tidak membaca buku itu, hatinya yang tidak karuan membuatnya jadi tidak fokus membaca. Dari sebuah arah, muncul seorang anak laki-laki yang menghampirinya.
"Boleh aku duduk di sini ?" tanya anak laki-laki itu, sambil menunjuk kursi yang berada di depan Bintang.
__ADS_1
"Duduk aja, gak ada yang ngelarang.." ucap Bintang dengan ketus.
"Kamu Bintang kan, temen sekelasnya Billa. Kenalin, aku Aris teman sekelas Riko dan Faris.." ujarnya sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Iyaa benar, aku Bintang.." balas Bintang yang mengabaikan uluran tangan Aris.
"Semoga bisa jadi teman baik yaa Bintang, ngomong-ngomong gimana kelas barunya. Asyik gak ?!" tanya Aris.
"Biasa aja.." jawab Bintang dengan singkat padat dan jelas.
"Gitu yaa, apa kamu lagi ada masalah ?, dari tadi kamu ngomongnya hemat banget.." tanya Aris lagi yang semakin merasa penasaran dengan sikap Bintang.
"Iyaa aku ada masalah.." ucap Bintang sambil menarik nafasnya dengan berat.
"Memang ada masalah apa ?, mana tau aku bisa bantu.." sahut Aris dengan bersemangat.
"Masalahnya, aku gak suka di tanya-tanya. Paham..!!" jawab Bintang dengan kesal, lalu bergegas pergi meninggalkan Aris.
"Galak banget tuh cewek, tapi bikin aku penasaran.." ucap Aris lirih, sambil berpikir bagaimana caranya agar Ia bisa berteman dekat dengan Bintang.
Bersambung..
🙏😊
__ADS_1