Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Peringatan Keras


__ADS_3

Keesokan paginya..


Bintang dan Gia kini terlihat sedang sibuk memasak nasi goreng di dapur untuk sarapan semuanya, sesekali mereka bercanda dan tertawa. Tak lama kemudian, nasi goreng pun telah siap dan mereka segera menyajikannya di atas meja makan.


"Maa,, Kak Tika ayo sarapan, nasi gorengnya sudah siap.." seru Gia sambil menuangkan nasi goreng ke piringnya.


"Sepertinya enak nih nasi gorengnya.." sahut Bu Nani sembari duduk dan mengambil piring yang sudah terisi dengan nasi goreng.


"Iyaa Maa, pasti enak dong. Ini punya Kak Tika.." ucap Gia sambil menyodorkan piring yang juga telah terisi itu.


"Terimakasih Gii, awas yaa kalau tidak enak.." seru Kak Tika sambil menikmati sarapannya.


"Bagaimana Maa, Kak Tika, enak kan nasi gorengnya..?!" tanya Gia yang tidak sabar ingin tau jawaban dari mamaa dan kakaknya.


"Lumayan enak, tumben.." jawab Kak Tika.


"Iyaa enak Gii, tidak seperti biasanya.." sahut Mamaa yang menimpali.


"Memang enak Maa, tapi bukan Gia yang memasaknya,hehee.." balas Gia dengan tertawa kecil.


"Kalau bukan kamu siapa, Bintang..?" tanya Mamaa sambil melihat ke arah Bintang yang sejak tadi hanya diam tidak bersuara.


"Iyaa Maa, Bintang yang masak nasi gorengnya.." ucap Gia sambil tersenyum menatap Bintang.


"Kamu bisa memasak yaa Bin..?" tanya Bu Nani pada Bintang.


"Iyaa bisa Bu, sedikit-sedikit.." jawab Bintang dengan seadanya.

__ADS_1


"Bintang pintar masak lho Maa, sama seperti Ibunya. Makanya hari ini biar Bintang saja yang masak buat kita,hehee.." jelas Gia yang langsung membuat Bintang tersedak mendengar perkataannya.


"Uhukk,, uhukkk.." Bintang pun segera meraih gelas yang ada di depannya dan segera meminumnya.


"Kamu ini Gia, tuh lihat Bintang jadi tersedak..!" ucap Bu Nani pada Gia.


"Iyaa Bu, Bintang tidak apa-apa kok.." sahut Bintang dengan senyuman di wajahnya.


"Gia kan cuma bercanda, Maa.." seru Gia sambil tersenyum menatap Bintang yang tidak banyak berbicara.


"Mamaa sudah selesai, nanti kamu yang cuci piringnya yaa.." seru Bu Nani pada Gia.


"Kok Gia sih Maa, Kak Tika saja. Kan belum kebagian tugas,hee.." ucap Gia seraya menatap kakaknya itu.


"Iyaa iyaa, biar Kakak yang cuci semua piringnya.." balas Kak Tika sambil membawa piring yang kotor ke dapur.


"Iyaa ayo.." sahut Bintang yang mengikuti langkah Gia yang berada di sampingnya.


~***********~


Hari pun telah hampir sore, Bintang telah selesai membereskan pakaiannya dan memasukkan ke dalam tas kecil miliknya.


"Sayang, ayo kita mandi sudah sore ini.." ajak Bintang pada Gia yang sedang asyik dengan ponselnya.


"Kamu mandi duluan yaa sayang, sebentar lagi aku nyusul.." balas Gia yang masih menatap ponsel di tangannya.


"Kamu ini yaa sayang, kalau sudah main game pasti susah berhentinya..!"

__ADS_1


Sahut Bintang sambil mengambil handuk, lalu berjalan keluar kamar untuk ke kamar mandi.


Namun langkahnya terhenti, saat ada suara seseorang yang memanggilnya dari belakang.


"Bintang, tunggu aku mau ngomong sesuatu sama kamu.." ucap seseorang itu yang ternyata Kak Tika.


"Iyaa Kak Tika, mau ngomong apa yaa..?" tanya Bintang yang tiba-tiba merasa tidak enak hati.


"Aku peringatkan sama kamu, setelah pulang dari sini tolong kamu jauhi Gia..!" seru Kak Tika dengan raut wajah serius.


"Maksud Kak Tika apa, bicara seperti itu..?" tanya Bintang yang masih belum mengerti.


"Aku tau kok, kalian punya hubungan kan ?! Aku tidak mau kamu merusak adikku, jadi lebih baik putuskan hubungan kamu dengan Gia..!" ucap Kak Tika dengan tatapan tajamnya.


Degg...


Seketika itu Bintang merasakan sesak dan sakit dalam hatinya, tubuhnya terasa begitu lemas saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh Kak Tika. Ia hanya diam terpaku, tanpa tau apa yang harus Ia katakan.


"Kalau kamu memang benar-benar sayang sama Gia, kamu jauhi dia..!" seru Kak Tika sambil berlalu pergi, meninggalkan Bintang yang masih diam membisu.


Bintang yang merasa tubuhnya begitu lemas, kini memilih untuk duduk di kursi yang berada di sampingnya. Sambil mengepalkan tangannya, menahan sedih dan air matanya yang sejak tadi Ia tahan.


"Sayang,, kamu kok masih di sini, belum jadi mandinya ?" tanya Gia yang tiba-tiba datang untuk menyusul Bintang.


"Iyaa aku nungguin kamu sayang, kita mandi bareng yaa.." ucap Bintang dengan memaksakan tersenyum pada Gia.


"Ohh begitu, yaa sudah ayo kita mandi sayang.." ajak Gia sambil memasuki kamar mandi.

__ADS_1


Di bawah guyuran air, Bintang pun menjatuhkan air matanya yang sedari tadi ia tahan. Ada kesedihan yang begitu besar dalam hatinya, saat memikirkan jika Ia harus berpisah dengan Gia.


__ADS_2