Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Menjauh Pergi


__ADS_3

Keesokan harinya..


Pagi-pagi sekali Bintang terlihat sudah bangun, Ia sengaja bangun lebih awal agar bisa bertemu dengan Ayahnya sebelum Ayahnya pergi ke kebun.


"Tumben pagi sekali sudah bangun, Bin ?" tanya Ayah yang melihat Bintang berjalan menghampirinya.


"Iyaa nih tidak biasanya anak Ibu yang satu ini bangun pagi-pagi, terus ikut ngobrol.." ucap Ibu menimpali.


"Karena ada sesuatu yang ingin Bintang sampaikan pada Ibu dan juga Ayah sebelum Ayah pergi bekerja.." balas Bintang sambil menarik nafasnya dengan dalam.


"Memang apa yang ingin kamu sampaikan, coba katakan pada Ayah dan Ibu.." ujar Ayah pada Bintang.


"Bintang ingin pergi ke kota T, tempat Paman Handi bekerja. Sekaligus Bintang juga ingin mencari pekerjaan di sana, boleh kan Yah, Bu..?!"


Ayah dan Ibu hanya terdiam, sambil saling menatap satu sama lain. Sedangkan Bintang menunggu dengan perasaan cemas, takut jikalau orang tuanya tidak mengijinkannya.


"Apa Ibu tidak salah dengar, Bin..?" tanya Ibu yang masih tidak menyangka Bintang akan bicara seperti itu.


"Tidak Bu, Bintang ingin bisa bekerja di luar kita, Bintang ingin mandiri.." jelas Bintang berusaha menutupi kesedihannya.


"Tapi kenapa tiba-tiba, Nak..?" tanya Ayah yang merasa bahwa ada yang di sembunyikan oleh putrinya itu.


"Sebenarnya Bintang memang sudah lama merencanakannya, cuma baru sekarang Bintang mengatakan pada Ayah dan Ibu.." ujar Bintang mencoba meyakinkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Terus kapan kamu mau berangkat ke tempat Paman Han..?" tanya Ibu dengan raut wajah yang terlihat sedih.


"Siang nanti Bu, Ayah.." jawab Bintang dengan berat hati.


"Kenapa mendadak sekali Bin, apa tidak bisa seminggu atau sebulan lagi..?!" seru Ibu dengan ekspresi wajahnya yang tampak terkejut.


"Tidak bisa Bu, Bintang mau berangkat siang ini juga. Ibu dan Ayah tenang saja, nanti di sana Bintang akan menjaga diri baik-baik dan sering kasi kabar. Ayah dan Ibu mengijinkan Bintang kan ?!" tanya Bintang lagi.


"Bagaimana ini Ayah, Ibu sebenarnya berat kalau harus jauh dari kamu Bintang. Kalau kamu pergi, nanti hanya ada Ibu dan Ayah berdua di rumah. Sedangkan kakak-kakak kamu, mereka berdua sudah berkeluarga.." ucap Ibu sambil menatap Ayah.


"Kalau Ayah semua terserah sama kamu. Nak. Cuma pesan Ayah, jaga diri kamu baik-baik dan jangan tinggalkan sholat.." seru Ayah sambil tersenyum.


"Terimakasih yaa Ayah, Bintang akan ingat pesan dari Ayah.." balas Bintang dengan senyuman, lalu kini Ia menatap ke arah Ibunya.


"Terimakasih yaa Bu, Bintang sayang banget sama Ibu dan Ayah.." seru Bintang membalas pelukan Ibunya dengan erat.


"Ibu dan Ayah juga sangat menyayangi kamu Bintang.." balas Ibu sambil mengecup pucuk kepala Bintang.


"Ayah juga mau di peluk dong Bu, masa Bintang aja yang di peluk.." seru Ayah yang berusaha mencairkan suasana.


"Iish,, Ayah ini ngomong apa, ada Bintang di sini lho.." sahut Ibu sambil menahan malu.


"Yaa sudah Bu, Ayah.. Bintang mau masuk kamar dulu yaa, biar Ibu juga bisa peluk Ayah.." ucap Bintang menggoda Ibunya, lalu berjalan menuju kamar.

__ADS_1


"Sini Bu, Ayah peluk.." ujar Ayah pada Ibu yang kini terlihat malu-malu, seraya menerima pelukan dari Ayah.


~***********~


Setelah menunggu cukup lama, mobil yang akan mengantarkan Bintang ke Bandara pun telah tiba. Pak supir dengan di bantu oleh Ayah, segera memasukkan barang-barang ke dalam bagasi mobil.


"Ayah, Ibu, Kak Tya dan Kak Nia, Bintang pamit pergi dulu yaa.." ucap Bintang seraya memeluk mereka satu persatu.


Bintang sengaja melarang kedua orang tuanya, untuk mengantarnya ke Bandara. Karena tidak ingin berlama-lama, melihat kesedihan di wajah Ayah dan Ibunya.


"Kamu hati-hati yaa sayang, segera kabari Ibu dan Ayah kalau sudah sampai di Bandara nanti.." ujar Ibu seraya menahan air matanya.


"Iyaa Bu, pasti langsung Bintang kabari.."


"Bintang pergi dulu Bu, Ayah dan Kakak.. Wassalamu'alaikum.." seru Bintang sambil memasuki mobil yang telah menunggunya.


"Wa'alaikumsalam.." balas mereka bersamaan.


Mobil yang membawa Bintang pun segera melaju, hingga tak terlihat lagi oleh pandangan mata.


"Maafin aku, Gia.. Yang harus menjauh pergi dari hidup kamu.." ucap Bintang dalam hati, dan saat itu juga tidak terasa air matanya terjatuh.


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2