Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Berkumpul Kembali


__ADS_3

Dengan keadaannya yang masih lemah, Bintang memaksakan dirinya untuk kembali pulang ke rumah orang tuanya. Meski Mery sudah berulang kali melarang dan ingin mengantarkannya pulang, tapi Bintang tetap saja menolak. Membuat Mery akhirnya kesal, karena hanya bisa menuruti kemauannya Bintang.


Bintang dan Mery kini duduk di kursi teras, mereka menunggu mobil yang akan membawa Bintang kembali pulang. Dengan raut wajah yang sejak tadi terlihat sedih, keduanya berusaha untuk tidak menangis.


"Nanti di jalan kamu hati-hati yaa Bin, kalau udah sampai rumah langsung kabari aku.." seru Mery mengingatkan.


"Iyaa Mer, pasti aku hati-hati kok dan nanti di kabari kalau udah sampai.." sahut Bintang.


"Maafin aku yaa Mer, kalau selama di sini banyak ngerepotin kamu. Dan terimakasih banyak, karena selama ini kamu udah baik banget sama aku.." ujar Bintang sambil menahan air matanya agar tidak terjatuh.


"Ishh,, kamu ngomong apaan sih Bin, kita kan teman. Lagi pula kamu gak ada ngerepotin aku kok, justru kamu yang banyak bantuin aku selama ini. Tuh kan, aku jadi pengen nangis.."


Ucap Mery yang kini menangis, Ia merasa sangat sedih karena akan di tinggal pulang oleh Bintang. Teman baiknya yang selama ini telah menemaninya, memberi semangat dan juga menghiburnya saat Ia dalam keadaan sedih dan susah.


"Jangan nangis dong Mer, aku jadi mau ikut nangis nih.." seru Bintang seraya memeluk tubuh Mery, dan keduanya pun kini larut dalam kesedihan.


"Lagian kamu kenapa, gak mau aku ikut nganterin kamu pulang..?" tanya Mery yang masih merasa kesal.


"Aku gak mau ngerepotin kamu, Mer.. Lagi pula kamu juga harus masuk kerja, selama aku sakit kamu udah beberapa kali izin gak masuk kan.." ujar Bintang yang merasa tidak enak karena sudah banyak merepotkan Mery.


"Aku gak apa-apa kok Bin, bos juga kan bisa ngerti dan ngizinin.." sahut Mery.


"Iyaa aku tau itu, tapi tetap aku gak mau ngerepotin kamu, Mer.. Yaa udah aku berangkat dulu, tuh mobilnya udah datang.." ujar Bintang saat melihat mobil yang di tunggu baru saja datang.


Bintang pun segera berpamitan pada Mery yang kini tengah menangis di pelukannya, ada rasa sedih dan tidak tega di dalam hati Bintang. Melihat Mery menangis seperti itu, tapi Ia tetap dengan keputusannya untuk pulang ke rumah orang tuanya tanpa di temani oleh Mery.


"Hati-hati di jalan yaa Bin, nanti kabari.." seru Mery saat melihat Bintang telah berada di dalam mobil.


"Iyaa Mer, kamu juga baik-baik di sini yaa.." balas Bintang sembari tersenyum dan melambaikan tangannya.

__ADS_1


Mery lalu membalas lambaian tangan Bintang yang kini telah berlalu pergi, perlahan Ia menghapus jejak air matanya yang tersisa di sudut mata. Setelah mobil yang membawa Bintang pergi tidak terlihat lagi, Mery pun berjalan masuk ke dalam kost-an. Ia membaringkan tubuhnya, dan kembali menangis tersedu-sedu.


"Sekarang aku sendirian, Bintang udah gak ada. Hiks,, hikks,, hiikks.." ucap Mery yang tidak bisa menahan air matanya untuk terus mengalir.


Dan di sisi lain, Bintang yang berada di dalam mobil. Kini juga tengah menangis, Ia sudah tidak bisa lagi membendung air mata yang sejak tadi di tahannya. Bintang merasa sangat sedih, karena harus pulang dan membiarkan Mery sendirian di kost-an. Tapi Bintang juga tidak bisa terus ada di sana, Ia tidak ingin berada dekat dengan Yumie. Ia benar-benar tidak ingin melihatnya lagi, orang yang sudah membuatnya sangat kecewa.


~************~


Di ruang tamu, terlihat Ibu yang sejak tadi mondar-mandir dengan raut wajah yang cemas. Tya yang melihatnya pun lalu mendekati Ibunya, untuk meminta agar Ibu bisa tenang menunggu kepulangan Bintang.


"Ibu duduk dulu yaa, dari tadi Tya lihat Ibu asyik berjalan mondar-mandir aja.." seru Tya.


"Ibu sudah tidak sabar dan merasa cemas, kenapa adikmu dari tadi belum sampai juga,mmmh.." seru Ibu sambil menarik nafasnya.


"Ibu yang sabar yaa, mungkin sebentar lagi Bintang sampai.." ucap Tya yang berusaha untuk menenangkan hati Ibunya.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mobil yang membawa Bintang kini telah tiba di halaman depan rumah. Ibu dan Tya segera bergegas menyambutnya, dan Bintang dengan perlahan turun dari dalam mobil. Keadaannya yang masih sakit dan lemah, membuatnya harus berjalan dengan perlahan dan hati-hati.


"Akhirnya kamu pulang juga, Nak..!" seru Ibu sambil memeluk tubuh Bintang dengan erat, begitu juga dengan Tya.


"Iyaa Bu, Bintang kangen banget sama Ibu dan Kak Tya.." sahut Bintang seraya membalas pelukan Ibu dan Kak Tya dengan erat.


"Ibu dan Kak Tya juga kangen banget sama kamu, tapi kenapa badan kamu panas, Bin..? Kamu belum sembuh juga..?" tanya Tya.


"Jadi kamu sakit, Bin..? Ayo sekarang kita masuk ke dalam rumah dulu.." ajak Ibu pada Bintang, di ikuti oleh Tya yang berjalan di belakang sambil membawa barang-barang milik Bintang.


Ibu membawa Bintang masuk ke dalam kamar, lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Kini Ibu memandanginya dengan seksama, Bintang yang terlihat kurus dengan wajah yang agak pucat. Membuat Ibu merasa sedih, namun Ia segera menyembunyikan kesedihannya.


"Sekarang Bintang istirahat yaa, Ibu mau buatkan wedang jahe dulu buat kamu.." ucap Ibu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iyaa Bu.." balas Bintang.


Sambil menunggu Ibu membuatkan minuman untuknya, Bintang mengambil ponsel lalu kemudian menghubungi Mery. Bintang ingin memberitahunya, bahwa Ia telah tiba di rumah dengan selamat. Sekaligus ingin menanyakan tentang keadaan Mery, yang pasti merasa sedih karena kepulangannya.


"Ini Bin, kamu minum dulu wedang jahenya.." seru Ibu sambil memberikan gelas berisi air rebusan jahe pada Bintang, lalu meminumnya dengan perlahan.


"Terimakasih yaa Bu, rasanya masih sama seperti dulu, enak.." ucap Bintang sambil tersenyum.


"Iyaa sama-sama Bin, sekarang kamu istirahat yaa.. Kamu pasti pusing karena berada di dalam mobil cukup lama, nanti kita lanjut lagi ngobrolnya.." ujar Ibu sembari menyelimuti tubuh Bintang.


"Iyaa Bu, Bintang istirahat dulu aja.." balas Bintang sambil tersenyum dan mencoba memejamkan matanya. Ibu pun membalasnya dengan tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya, lalu mencium kening Bintang.


"Ibu keluar dulu yaa.." seru Ibu pada Bintang yang hanya menganggukkan kepalanya.


"Ibu tau Bintang, kamu pasti sedang tidak baik-baik saja.." gumam Ibu dalam hati, sambil menutup pintu kamar Bintang dan meninggalkannya sendiri.


Ibu berjalan menuju ruang tengah, Ia mencari keberadaan Tya karena ada sesuatu yang ingin Ibu tanyakan padanya. Terlihat Tya sedang menemani Rahma bermain, Ibu pun segera menghampirinya.


"Gimana keadaan Bintang, Bu..?" tanya Tya yang melihat Ibu berjalan menuju ke arahnya.


"Bintang masih merasa pusing, sekarang dia sedang istirahat. Sebenarnya apa yang terjadi pada adikmu itu..? Kenapa Bintang pulang dalam keadaan sakit seperti itu..? Ibu yakin kamu pasti tau Tya, jadi ceritakan semuanya sama Ibu.." ujar Ibu dengan wajah serius.


Tya pun menghela nafasnya dengan dalam, lalu mulai menceritakan semua yang Bintang telah ceritakan padanya. Tanpa ada sedikitpun yang Ia sembunyikan, meski dalam hati Ia merasa ragu dan cemas. Karena apa yang Ia ceritakan itu, pasti akan membuat Ibunya merasa sedih.


Ibu mendengar semua cerita Tya dengan seksama, terlihat raut wajahnya yang sedih setelah tau apa penyebab putri kesayangannya sampai sakit seperti itu. Namun Ibu bisa sedikit lega, karena kini Bintang bisa berkumpul kembali bersamanya. Di dalam hatinya Ia berjanji, tidak akan membiarkan wanita manapun menyakiti putri kesayangannya lagi...


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2