Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Menunggu Waktu Yang Tepat


__ADS_3

Hubungan Bintang dan Nadya kini seperti orang asing, mereka berbicara hanya jika ada sesuatu yang penting. Meski begitu, Bintang masih tetap ingat dengan ulang tahun Nadya yang tidak lama lagi. Bintang pun menyiapkan kado, serta kue ulang tahun untuk Nadya.


Hari yang di tunggu-tunggu pun telah tiba, tepat jam dua belas malam Bintang segera mengambil kue dan kado yang di sembunyikan di suatu tempat. Dalam keadaan kamar yang gelap, Bintang pun datang membawa sebuah kue ulang tahun dengan banyak lilin kecil di atasnya.


Bintang segera menyanyikan lagu ulang tahun untuk Nadya, hingga membuatnya terbangun lalu tersenyum bahagia. Ia tidak menyangka Bintang masih ingat dengan ulang tahunnya, dan memberikan kejutan padanya.


"Selamat ulang tahun yaa Nad, semoga panjang umur, murah rezekinya, sehat dan bahagia selalu. Dan semoga, apa yang kamu cita-citakan akan segera tercapai, aamiin ya Allah.." ucap Bintang sambil tersenyum.


"Sekarang kamu tiup lilinnya yaa.." seru Bintang sambil mendekatkan kue ulang tahunnya pada Nadya dan Nadya pun segera meniupnya.


"Nah sekarang kamu potong kuenya.." sahut Bintang sambil memberikan pisau pemotong kue pada Nadya.


Setelah memotong kue ulang tahunnya, Nadya ingin menyuapi Bintang. Tapi Bintang segera menolak, dengan alasan takut sakit gigi. Meski sebenarnya, Ia punya alasan lain.


"Ini hadiah buat kamu, semoga kamu suka.." ucap Bintang sambil memberikan sebuah bungkusan kado.


"Terimakasih yaa Bin, aku gak nyangka ternyata kamu masih ingat ulang tahun aku.." ujar Nadya seraya membuka hadiah yang di berikan Bintang untuknya.


Isinya adalah baju tidur dan juga djaket, karena Bintang tau Nadya suka memakai baju tidur dan djaket agar bisa di pakai Nadya saat pergi dan pulang kerja. Karena Nadya sering pulang malam, dan jarak dari tempat kerjanya juga cukup jauh.


"Aku suka banget sama hadiahnya, terimakasih yaa, Bin.." seru Nadya yang merasa terharu, lalu memeluk Bintang.


"Iyaa Nadya, sama-sama. Sekarang kita tidur lagi yaa, udah larut malam. Aku juga udah ngantuk.." ujar Bintang yang sengaja tidak ingin berlama-lama berbicara dan berhadapan dengan Nadya, karena Ia masih merasa sangat kecewa dan juga sedih.


"Ohh, yaa udah kita tidur.." balas Nadya yang sebenarnya masih ingin mengobrol dengan Bintang.

__ADS_1


~**********~


Keesokan paginya, selesai sarapan Bintang dan Nadya lalu menonton televisi. Sambil sesekali Nadya menatap Bintang yang sejak tadi hanya diam, dan Nadya pun akhirnya memulai pembicaraan.


"Kamu kenapa sekarang berubah, banyak diam dan udah gak perhatian..?" tanya Nadya yang tidak suka jika Bintang mengabaikannya.


"Aku cuma bersikap seperti gimana kamu bersikap sama aku, salah yaa..?" sahut Bintang yang balik bertanya.


"Tapi gak harus seperti itu,mmmh.." ujar Nadya yang kini mulai mendekat pada Bintang, lalu memeluknya.


"Aku kangen sama sentuhan kamu, memang kamu gak kangen..?" tanya Nadya lagi sambil mencium pipi dan bibir Bintang.


"Jangan seperti ini Nad, memang kamu gak takut kalau Winda tau. Aku punya lho nomor dia.." seru Bintang sambil tersenyum tipis.


"Kamu mau kemana..?" tanya Nadya saat melihat Bintang bangkit dari tempat duduknya.


"Mau ke kamar mandi, terus siap-siap pergi kerja.." sahut Bintang sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Nanti biar aku yang nganterin yaa.." seru Nadya tanpa mendapat balasan dari Bintang.


~*********~


Sore harinya, saat Bintang telah pulang kerja. Dengan hati yang masih merasa kecewa dan sedih, Bintang melukai tangannya dengan pisau yang Ia beli. Lalu terlihat darah mengalir dengan perlahan, Bintang menampungnya di sebuah botol yang berukuran sangat kecil dan menyimpannya.


Tak lama setelah itu, Nadya yang baru saja pulang kerja segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia merasa sangat lelah sekali, Bintang hanya diam menatapnya.

__ADS_1


"Kamu udah makan..?" tanya Nadya pada Bintang.


"Iyaa udah.." jawab Bintang singkat.


"Ohh yaa, setelah ini aku mau pergi keluar sama teman-teman untuk merayakan ulang tahun aku, mungkin pulang larut malam.." ujar Nadya.


"Kamu di kost-an aja, dan jangan ngomong apa-apa ke si Winda.." sambung Nadya lagi.


"Iyaa, kamu tenang aja. Aku gak mungkin merusak hubungan kalian, cukup hubungan kita yang rusak.." sahut Bintang sambil tersenyum tipis.


Nadya yang mendengar itu langsung memasang wajah kesal, lalu bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Ini buat kamu.." ucap Bintang saat melihat Nadya telah masuk kamar.


"Apa ini, kok kelihatan seperti darah..?" tanya Nadya seraya memperhatikan botol kaca kecil yang ada di tangannya.


"Iyaa, itu memang darah aku. Bukannya dulu kamu pernah minta, untuk di satukan dengan darah kamu. Sebagai bukti bahwa aku serius sama kamu, walaupun sekarang udah putus setidaknya aku udah penuhi janji aku.." ujar Bintang.


"Ini bisa jadi bahan pertimbangan, untuk aku mau balikan lagi atau gak sama kamu.." ucap Nadya.


Mendengar itu, hati Bintang merasa sakit sekali. Karena Ia hanya ingin menepati janjinya, bukan berharap agar Nadya mau kembali padanya. Bintang menarik nafasnya dengan kasar lalu menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur, dan berusaha untuk tidak menjatuhkan air matanya.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2