Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Tidak Sanggup Lagi


__ADS_3

Fida segera mengenakan pakaiannya kembali, lalu berlalu pergi meninggalkan Bintang yang masih menatapnya. Bintang yang tidak ingin terjadi apa-apa pada Fida, segera berlari menyusulnya.


"Kamu mau kemana Fii..? Ayo kita pulang, hujannya semakin deras.." Ajak Bintang sambil menarik tangan Fida, tapi Fida menghempaskan tangan Bintang dan terus saja berjalan dengan cepat.


Malam itu hujan sangat deras, tidak ada seorangpun yang terlihat berada di luar. Jadi Bintang bisa sedikit merasa lega, karena tidak ada yang menyaksikan mereka saat sedang kejar-kejaran.


"Fii,, ayo pulang..! Jangan seperti ini, nanti kamu sakit.." bujuk Bintang seraya menarik tangan Fida, dan membawanya pulang ke kost-an.


Setibanya di kost-an, Bintang dan Fida yang basah kuyup segera mengganti pakaian mereka. Lalu Bintang menyuruh Fida untuk tidur, karena waktu sudah larut malam.


"Peluk,, jangan di lepasin sampai aku tertidur.." pinta Fida pada Bintang, lalu Bintang pun menurutinya.


Karena sudah menjadi kebiasaannya saat ingin tidur, Ia pasti ingin di peluk. Bintang yang pernah mencoba menolaknya, membuat Fida marah, bersikap kasar dan berakhir dengan pertengkaran. Dari sejak saat itu, Bintang tidak lagi menolak jika Fida minta di peluk saat mau tidur.


"Sekarang kamu tidur yaa,mmmh.." ucap Bintang sambil menarik nafasnya.


Setelah memastikan Fida telah tertidur, perlahan Bintang melepaskan pelukannya. Karena Ia merasa sudah sangat pegal di bagian tangannya, lalu Bintang pun ikut tidur dengan membelakangi Fida.


~************~


"Aku berangkat kerja dulu yaa, Fii.. Nanti jangan lupa sarapan.." pamit Bintang pada Fida.


"Jangan pergi, aku mau kamu temenin aku.." pinta Fida seraya memeluk Bintang, Ia merasa berat hati setiap kali melihat Bintang pergi untuk bekerja.

__ADS_1


"Kamu gak boleh seperti ini terus, aku harus kerja, Fii.." seru Bintang yang berusaha melepaskan pelukan Fida darinya.


"Tapi aku gak mau di tinggalkan sendiri di sini.." ujar Fida yang mulai kesal.


"Kamu bukan anak kecil lagi Fii, aku gak mungkin bawa kamu ke tempat kerjaan.." sahut Bintang yang tidak ingin bertengkar lagi dengan Fida.


"Itu karena kamu mau berduaan dengan teman kerja kamu itu kan..!" ucap Fida dengan nada keras.


"Kamu ngomong apaan sih, dia itu cuma teman kerja dan dia juga bukan seperti kita.." jelas Bintang sambil tetap menahan emosinya.


"Alahh,, kamu pasti bohong kan, kamu pasti suka sama dia. Ayo ngaku..!" bentak Fida yang kembali mengajak bertengkar.


"Terserah kamu mau ngomong apa, aku mau pergi kerja.." ucap Bintang sambil membuka pintu, namun gerakan tangannya tertahan saat Fida menarik dan mendorong tubuhnya ke dinding.


"Aku bilang jangan pergi, kamu gak ngerti juga, haahhh...!" ucap Fida dengan kasar.


"Aku capek Fii, capek banget..! Menghadapi sikap kamu yang semakin hari semakin kasar sama aku, aku memang gak bisa kasar tapi aku juga punya hati dan perasaan. Aku juga bisa ngerasain sakit dan sedih.."


Bintang mulai melepaskan uneg-uneg di dalam hatinya yang selama ini Ia tahan, karena merasa sudah tidak bisa lagi untuk menahan semuanya.


"Aku pikir kalau kita udah tinggal di sini, kamu akan berubah. Aku pikir kamu benar-benar sayang dan cinta sama aku, tapi kenyataannya kamu cuma cinta sama diri kamu sendiri. Kamu gak pernah sedikitpun peduli dengan perasaan aku, Fii.." ucap Bintang sambil menahan air matanya.


"Sekarang terserah kamu, aku gak berharap apa-apa lagi.." seru Bintang seraya berlalu pergi dengan perasaannya yang hanya bisa di jelaskan dengan satu kata, lelah.

__ADS_1


Fida hanya terdiam sambil menatap Bintang yang sudah jauh pergi, Ia tidak tau harus berpikir dan berbuat apa. Ia merasa seolah telah melakukan kesalahan, tapi tidak bisa lagi untuk memperbaikinya.


~*********~


Dalam perjalanan menuju tempat kerja, Bintang menghubungi Nadya dan menceritakan apa yang terjadi barusan padanya. Lalu Nadya menawarkan solusi untuk Bintang, tapi Bintang masih ragu dan harus memikirkannya.


"Akhirnya Mbak Bintang datang juga, kirain gak masuk.." ucap Alya yang menyambut Bintang dengan senyuman.


"Iyaa Al, maaf yaa aku telat. Tadi ada urusan mendadak,hee.." jelas Bintang sambil meletakkan tas dan djaketnya ke dalam sebuah lemari kecil.


"Gak apa-apa kok Mbak, aku juga baru beres-beres.." sahut Alya.


"Yaa udah Al, kalau begitu kita mulai beres-beresnya yaa.." ajak Bintang sambil tersenyum, Ia berusaha keras untuk menutupi kesedihannya dari Alya.


"Mbak Bintang habis nangis yaa..?" tanya Alya tiba-tiba.


"Hahh,, gak kok Al.." sahut Bintang berusaha untuk bersikap seperti biasa.


"Tapi mata Mbak kelihatan sembab lho, seperti habis nangis gitu.." jelas Alya.


"Gak kok Al, yaa udah fokus beres-beres aja. Biar cepat selesainya.." ujar Bintang yang mengalihkan pembicaraan.


"Padahal tadi nangisnya cuma sebentar, kenapa bisa jadi sembab yaa.." gumam Bintang dalam hati.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2