
Beberapa hari telah berlalu, Billa masih belum memberikan jawaban atas pernyataan Riko yang memintanya untuk menjadi pacar. Billa masih ragu dan bingung, harus memberi jawaban apa.
"Kamu kenapa Bill, bengong aja. Pingsan nanti ayam tetangga..!" seru Safa yang melihat Billa asyik termenung.
"Ehh, iya Faa, gak papa kok. Siapa yang bengong.." sahut Billa yang segera menghentikan lamunannya.
"Kamu sering pulang bareng Riko, apa kalian udah jadian yaa Bill ?!" tanya Safa yang kini jiwa penasarannya meronta-ronta.
"Gak pacaran kok, cuma deket aja.." jawab Billa.
"Deket gimana tuh Bill, bisa jelasin gak,hee." seru Safa yang sangat ingin tau lebih banyak.
"Yaa deket, kaya aku sama kamu dan Bintang.." balas Billa sambil menggaruk kepalanya.
"Ohh, jadi gitu, terus kapan kalian mau pacaran ?!" seru Safa yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Kamu ini Faa, tanya mulu kaya wartawan,mmmh.." sahut Bintang.
"Udah Bill, jangan di jawab. Yang ada sampai besok juga gak selesai-selesai dia tanya.." sambung Bintang lagi yang mulai kesal.
"Kan aku cuma tanya lho Bin.." ucap Safa sambil memanyunkan bibirnya.
"Yaa udah ayo kita masuk kelas aja, sebentar lagi juga bel masuk bunyi.." ajak Billa pada kedua temannya itu, sambil berjalan menuju kelas mereka.
~***********~
__ADS_1
Di ruang kelas yang lain, terlihat Riko dan Farid sedang berbincang. Dengan wajah Riko yang terlihat serius, seperti membicarakan sesuatu hal yang penting.
"Menurut kamu gimana Far, Billa mau gak yaa jadi pacar aku ?!" tanya Riko pada Farid dengan wajah penuh kecemasan.
"Pasti maulah Rik, selama ini kamu kan udah berusaha keras untuk mendekatinya.." jawab Farid yang berusaha untuk menenangkan Riko.
"Semoga apa yang kamu katakan itu benar Far, makasih yaa.. Kamu memang teman aku yang paling baik.." seru Riko sambil tersenyum.
"Itu gunanya teman, saling mendukung dan memberikan semangat..!" ucap Farid dengan senyuman pula.
"Iyaa Far, kamu memang benar. Nanti pulang sekolah, akan aku tanya lagi ke Billa." seru Riko.
"Yang semangat yaa Rik.." sahut Farid sambil menepuk pundak Riko, sebagai tanda bahwa Ia memberikan dukungannya.
~***********~
Waktu yang di tunggu akhirnya pun tiba, kini Billa dan Riko telah berjalan bersebelahan. Di ikuti oleh Lusi dan Farid, yang berjalan di belakang mereka. Namun sesampainya di sebuah taman di dekat sekolah, Riko meminta Farid dan Lusi untuk meninggalkan dia dan Billa hanya berdua saja.
"Gimana Bill, apa kamu udah punya jawabannya ?!" tanya Riko yang mulai membuka suara, karena sejak tadi mereka hanya terdiam tanpa ada yang berbicara.
"Iyaa, aku udah punya jawabannya.." sahut Billa dengan suaranya yang terdengar penuh keraguan.
Riko hanya menatapnya dengan penuh semangat, dalam hati Ia berharap bahwa Billa akan memberinya jawaban seperti yang Ia inginkan.
"Terus jawaban kamu apa Bill..?!" tanya Riko yang kini tengah merasakan, tiba-tiba jantungnya berdetak dengan cepat dan kencang.
__ADS_1
Sambil menunggu jawabannya dari Billa, apakah jawaban yang seperti Ia harapkan atau justru jawaban yang akan membuat dirinya patah hati.
"Jawabannya..."
Perkataan Billa terputus, Ia menghela nafasnya yang tak beraturan. Lalu mencoba mengaturnya kembali dengan perlahan, dan melanjutkan perkataannya barusan.
"Aku mau jadi pacar kamu Riko..!" ucap Billa dengan suaranya yang terdengar lirih, namun masih bisa di dengar oleh Riko.
"Beneran Bill ?!"
Tanya Riko yang masih tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar, Ia pun bertanya kembali untuk memastikan. Namun Billa hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.
"Yess, yess, akhirnya..!!" Riko langsung meloncat dengan sangat girang, dengan senyuman di bibirnya yang begitu sumringah.
"Makasih yaa Bill, makasih banget kamu udah mau jadi pacar aku.." seru Riko pada Billa yang kini tertunduk malu.
"Sama-sama Riko, sekarang kita pulang yuk.. Kasian Lusi dan Farid, mereka dari tadi nungguin kita.." ajak Billa yang merasa tidak enak, terutama pada Farid yang membuatnya menunggu.
"Ohh, iyaa Bill, ayuk.." sahut Riko yang begitu semangat, dengan senyuman di bibirnya yang juga masih terlihat jelas.
Mereka melanjutkan perjalanan pulang, dengan arah yang berlawanan. Di sepanjang jalan, Riko masih terlihat sangat senang dengan jawaban yang di berikan oleh Billa padanya. Namun di sisi lain, akan ada dua hati yang hancur. Saat tau, bahwa mereka telah resmi berpacaran.
Bersambung..
🙏😊
__ADS_1