Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Berusaha Menghibur


__ADS_3

"Bin,, hari ini aku gak masuk kerja gak apa-apa kan..?" tanya Mery pada Bintang yang tengah bersiap-siap untuk pergi bekerja.


"Iyaa Mer, gak apa-apa kok. Nanti aku kasi tau ke bos kalau kamu lagi gak enak badan, kamu banyak istirahat yaa.. Jangan banyak pikiran dan sedih terus, aku pergi dulu.." ucap Bintang sambil berjalan menuju pintu.


"Iyaa Bin terimakasih, kamu hati-hati.." seru Mery seraya menghela nafasnya dengan berat.


Ia kini membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil meraih ponsel yang ada di sampingnya. Mery ingin menghubungi Gemy dan bertanya tentang keadaannya, namun Ia ragu dan mengurungkan niatnya itu. Mery masih ingat dengan perkataan Gemy waktu itu padanya, agar jangan lagi menghubungi Gemy.


Seketika itu juga, air mata Mery terjatuh saat mengingat terakhir kali Ia berbicara dengan Gemy. Rasa rindu dalam hatinya kini semakin besar, bersamaan dengan rasa kecewa yang juga Ia rasakan.


"Kenapa harus secepat ini kita berpisah, Gemy.. Aku masih sangat menyayangi kamu, tapi kamu... Hiks,,hiiks,, hiikks..."


Mery kembali menangis sambil mengusap air matanya yang mengalir, Ia menatap foto Gemy yang masih tersimpan di dalam ponselnya. Hingga Ia pun merasa lelah karena cukup lama menangis, dan akhirnya tertidur dengan ponsel yang masih berada di dalam genggaman tangannya.


Mery yang sedang tertidur, kini terbangun. Ia di kejutkan oleh suara ponselnya yang berdering, lalu perlahan Mery pun menjawab panggilan masuk itu yang ternyata dari Bintang.


Bintang : "Hallo Mer, kamu lagi apa..? Sarapan yang ada di meja tadi, udah kamu makan belum..?"


Mery : "Ternyata kamu, Bin.. Aku pikir Gemy,mmmh.. Aku tadi ketiduran, jadi belum sempat sarapan.."


Bintang : "Yaa udah kamu sarapan dulu gih, jangan mikirin Gemy terus. Dia aja belum tentu mikirin kamu,mmmh.."


Mery : "Iyaa iyaa, habis ini aku sarapan kok.."


Bintang : "Yaa udah kalau gitu, aku matiin dulu teleponnya. Kamu baik-baik di kost-an yaa, jangan coba-coba bunuh diri lho,hehehee.."

__ADS_1


Mery : "Dasar kamu ini, sembarangan aja kalau ngomong.."


Bintang : "Yaa kan takutnya lho Mer,hee.. Udah yaa, daaa.."


Tuuttt,, tuuttt,, tuuuttt..


Sambungan telepon pun telah terputus, Mery segera bangkit dari tempat tidur dan menghampiri meja yang berada tidak jauh darinya. Ia lalu mengambil bungkusan makanan yang telah Bintang siapkan, dan langsung menyantapnya meski sebenarnya Ia sedang tidak berselera makan.


~************~


"Gimana keadaan kamu sekarang, Mer..?" tanya Bintang pada Gemy.


"Masih gak baik Bin, rasanya masih sulit di percaya kalau Gemy udah mutusin aku. Aku masih sulit untuk menerima, aku gak tau harus mikir dan ngerasain apa.." balas Mery.


"Entahlah Bin, aku gak begitu yakin soal itu. Aku masih sayang banget sama Gemy, sebenarnya aku gak bisa ngelepasin Gemy gitu aja.." ucap Mery sambil menarik nafasnya.


"Aku tau itu, tapi kalau Gemy nya sendiri udah gak mau dan gak bisa meneruskan hubungannya sama kamu gimana. Gak mungkin kan mau kamu paksa, aku gak mau kamu semakin kecewa, Mer.. Karena itu, jangan berharap apa-apa lagi dari dia yaa.." ujar Bintang sambil menatap Mery yang tertunduk merasakan sedih.


"Iyaa Bin, kamu memang benar. Aku gak boleh terus-menerus larut dalam kesedihan seperti ini, aku pasti bisa tetap baik-baik aja tanpa Gemy.." seru Mery sambil tersenyum pada Bintang.


"Nah gitu dong, ini baru Mery yang aku kenal. Penuh semangat dan ceria, jangan sedih-sedih lagi yaa.. Nanti aku pasti ikutan sedih.." sahut Bintang.


"Terimakasih yaa Bin, kamu selalu menghibur dan menyemangati aku. Aku sangat menghargainya.." ucap Mery dengan tulus, sambil tersenyum menatap Bintang yang juga tersenyum padanya.


"Sama-sama yaa Mer, itulah gunanya teman. Saling membantu, memberi semangat dan dukungan satu sama lainnya.." balas Bintang sambil merangkul tubuh Mery.

__ADS_1


"Ohh iyaa Bin, apa kamu gak ke rumah Kak Yumie..? Kan udah beberapa hari ini kamu gak ke rumahnya.." tanya Mery yang merasa heran, karena tidak biasanya Bintang sampai berhari-hari tidak menemui Yumie.


"Untuk sementara waktu ini, aku gak ketemu dan nginap di rumah Yumie dulu, Mer.." ucap Bintang.


"Memang kenapa Bin, apa kalian berantem atau ada masalah..?" tanya Mery lagi yang merasa penasaran.


"Gak berantem kok Mer, cuma Yumie minta aku untuk gak nemuin atau datang ke rumah dia dulu. Karena mantan suaminya akhir-akhir ini sering datang ke rumah, intinya dia berusaha untuk bisa rujuk lagi sama Yumie,mmmmh.." jelas Bintang.


"Oh gitu, semoga hubungan kalian tetap baik-baik aja yaa, Bin.. Jangan sampai seperti aku sama Gemy, yang akhirnya kandas gitu aja.." ujar Mery.


"Aamiin, semoga aja yaa Mer.. Terimakasih yaa udah di do'ain,hee.." balas Bintang sambil tersenyum.


"Sama-sama, Bin.. Gimana kalau sekarang kita jalan-jalan, aku suntuk di kost-an. Pasti teringat sama Gemy terus, nanti ujung-ujungnya jadi sedih dan pengen nangis.." ujar Mery.


"Yaa udah ayo kita jalan-jalan, nanti kita sekalian cari makan dan cemilan. Aku yang traktir deh,hehee.." seru Bintang.


"Serius Bin..?" tanya Mery.


"Iyaa serius dong, ayo kita siap-siap.." ajak Bintang pada Mery.


Kini keduanya pun langsung bersiap-siap untuk pergi, terlihat Mery yang begitu semangat. Untuk sesaat Ia lupa dengan kesedihannya tentang Gemy, dan memang hal itu yang Ia dan Bintang harapkan...


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2