Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Mencari Alasan


__ADS_3

Sudah seminggu Riska berada di kost-an Della, dan selama itu Ia masih belum mendapatkan pekerjaan. Sedangkan pekerjaan yang Bintang tawarkan, selalu di tolak oleh Riska. Dengan alasan, bukan ahlinya, gajinya kecil, jarak yang cukup jauh, kerjanya terlalu berat, harus menginap dan banyak lagi alasannya.


Bintang sudah mencoba membicarakan itu dengan Della dan meminta Della untuk menasehatinya, tapi Riska tetap saja tidak menolak. Dia hanya mencari pekerjaan yang dia suka, dan cocok menurutnya.


"Sepupu kamu itu pemilih banget sih, katanya mau cari kerja. Tapi udah di cariin malah seperti itu, nolak terus.." seru Bintang yang merasa kesal.


"Sabar yaa sayang, Riska itu dari dulu memang pemilih. Kalau bukan karena saudara, aku juga gak mau dia tinggal di sini.." balas Della dengan raut wajah kesalnya.


"Terus sekarang kemana tuh orang, kok gak ada kelihatan sayang..?" tanya Bintang.


"Dia lagi pergi, katanya mau coba-coba cari kerjaan sama temannya.." jawab Della.


"Memang dia punya teman di sini..?" tanya Bintang lagi yang merasa aneh.


"Iyaa teman-teman yang dia kenal dari media sosial maksudnya sayang.." balas Della.


"Ohh, kirain kenal dari mana, karena dia kan belum lama di sini. Nanti malam ke kost-an yaa, aku jemput sayang.." ucap Bintang.


"Ke kost-an, memang mau ngapain sayang..? Apa ada acara atau hal penting..?" tanya Della.


"Gak ada acara atau hal penting kok sayang, cuma ada teman aku pengen banget bisa kenal dan ketemu sama kamu. Itu mantan aku yang namanya Sarah, yang sekarang berteman baik sama aku.." jelas Bintang.


"Ohh gitu, tapi sepertinya gak bisa deh sayang, karena nanti malam aku mau ke acara ulang tahun teman. Rencananya aku mau ngajak Riska, biar dia gak suntuk di kost-an terus. Gak apa-apa kan sayang..?" ujar Della.


"Jadi gitu yaa,mmmmh.. Yaa udah gak apa-apa sayang, tapi jangan pulang malam-malam yaa.." seru Bintang. "Terus jangan nakal juga lho.." sambung Bintang sambil mencubit hidung Della dengan gemasnya.


"Iyaa sayang, aku gak nakal kok dan akan pulang cepat.." balas Della sembari tersenyum.


"Kalau gitu aku mau pulang dulu yaa sayang, takut keburu magrib nanti di jalan.." ucap Bintang sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar.

__ADS_1


"Iyaa sayang, kamu hati-hati yaa.. Jadi nanti malam sayang gak usah datang lagi yaa.." ujar Della.


"Okey sayang, aku pulang dulu. Wassalamu'alaikum.." seru Bintang.


"Wa'alaikumsalam.." balas Della sambil melambaikan tangannya pada Bintang yang telah berlalu pergi dengan sepeda motornya.


~************~


Malam harinya, Sarah dan Sandra tengah bersiap-siap untuk pergi ke kost-an Anya. Namun tiba-tiba ponsel Sarah berdering, tanda ada panggilan masuk. Sarah pun segera mengangkatnya, tapi hanya beberapa menit. Setelah itu, Sarah meletakkan ponselnya di atas meja dengan raut wajah yang agak kecewa.


"Siapa yang telepon sayang..? Kok langsung cemberut gitu mukanya..?" tanya Sandra yang langsung menghampiri Sarah, lalu duduk di sampingnya.


"Bintang yang telepon, katanya malam ini gak bisa ngajak pacarnya buat ketemu aku. Karena pacarnya harus pergi ke acara ulang tahun temannya, gagal lagi deh, huuhhhh.." ujar Sarah sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Ohh gitu, sabar aja sayang, nanti juga pasti ketemu kok. Lagi pula kenapa sih, sepertinya kamu penasaran banget sama pacarnya Bintang..?" tanya Sandra menyeledik.


"Aku pengen tau aja sayang, orang seperti apa yang bisa buat Bintang akhirnya luluh.." jawab Sarah sambil tersenyum menatap wajah Sandra.


"Aku lihat di wajah sayang, seperti ada cemburunya gitu,hehehee.." ledek Sarah seraya tertawa kecil.


"Siapa yang cemburu, gak kok. Aku biasa aja, nih lihat.." seru Sandra sambil menunjukkan senyumnya yang terlihat di buat-buat.


"Masa sih sayang, gak percaya aku.." sahut Sarah yang langsung mencubit kedua pipi Sandra, keduanya kini terlihat saling cubit mencubit sambil tertawa terkekeh-kekeh.


Di sisi lain, Bintang dan Anya sedang asyik menonton televisi. Sesekali terdengar gelak tawa dari Anya, saat melihat acara komedi kesukaannya.


"Kok kamu diam aja sih Bin, padahal kan lucu banget,hehehee.." seru Anya yang melihat Bintang hanya diam saja, tanpa ekspresi apapun di wajahnya.


"Bin,, kamu dengar gak aku ngomong apa..? Bintang..!!" seru Anya sambil menepuk bahu Bintang yang langsung terkejut mendengar suara Anya.

__ADS_1


"Ada apa sih Nya, kok teriak-teriak gitu..? Bikin jantung mau copot aja.." sahut Bintang.


"Ada apa, ada apa.. Dari tadi di panggil, di ajak ngomong diam aja..!" seru Anya dengan bibirnya yang manyun.


"Masa sih Nya, kok aku gak denger yaa,hehee.." ucap Bintang.


"Iyaalah gak denger, orang kamu melamun sampai ke luar negeri sana.." ledek Anya.


"Iyaa iyaa maaf, memang tadi kamu ngomong apa sih..?" tanya Bintang.


"Udah lewat, udah habis waktunya.." balas Anya.


"Kamu ini, sama aku aja berani ngambek gitu. Giliran sama Nindy, takut banget.." ujar Bintang dengan senyum mengejek.


"Kan kamu tau sendiri, Nindy itu galak. Tapi ngangenin banget, bener kan Bin..?" tanya Anya seraya membayangkan wajah Nindy.


"Mana aku tau, kan kamu pacarnya Nindy bukan aku.." balas Bintang.


" Iyaa juga yaa,hee.. Terus kamu sama Della gimana, Bin..?" tanya Anya.


"Gak gimana-gimana Nya, cuma...." ucap Bintang yang menghentikan perkataannya.


"Cuma apa Bin, apa ada masalah..?" tanya Anya lagi.


"Gak ada masalah, cuma.. Sepertinya aku mau ke kamar mandi dulu,hehehee.." seru Bintang sambil tertawa terkekeh-kekeh, lalu berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Anya dengan raut wajah kesal.


"Dasar nih anak, ngerjain aja. Awas aja yaa.." sahut Anya dengan tersenyum tipis, Ia pun melanjutkan menonton televisi sambil menunggu rasa kantuk datang.


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2