
Setelah tau tentang alasan kenapa Sarah berubah, Bintang pun membiarkan Sarah begitu saja. Ia tidak ingin berharap apapun lagi, dan bersikap seolah tidak tau apa-apa. Hal ini justru membuat Sarah bertanya-tanya, karena tidak biasanya Bintang bersikap acuh dan tak peduli padanya. Karena merasa penasaran, Sarah pun ingin menanyakannya pada Bintang.
Sarah yang telah berulangkali menghubungi Bintang, belum juga mendapatkan jawaban. Ia pun mulai cemas dan merasa tidak tenang, hingga akhirnya Sarah memutuskan untuk menemui Anya yang menurutnya pasti tau tentang keadaan Bintang.
Tokk,, tokk,, tokkk...
"Anya,, buka pintunya, kamu ada di dalam kan..?!" seru Sarah sambil mengetuk pintunya.
Pintu pun terbuka, dan terlihat Anya dengan raut wajahnya yang tidak menyenangkan menatap tajam pada Sarah.
"Kamu kenapa Nya, bukannya nyuruh masuk malah diem aja seperti patung.." ujar Sarah yang kini telah berada di dalam kost-an Anya, lalu duduk berhadapan dengannya.
"Tumben kamu ke sini, ada apa..?" tanya Anya yang menahan rasa marah dalam hatinya.
"Aku pengen tanya tentang Bintang, karena seharian ini aku hubungi tapi gak di angkat dan pesan aku juga gak ada di balas. Apa kamu tau Bintang kemana..? Atau dia ada ngubungin kamu, Nya..?" tanya Sarah tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
"Kamu kan pacarnya, harusnya kamu yang lebih tau dong. Kok tanya ke aku sih.." jawab Anya dengan ketus.
"Yaa kan kamu teman dekatnya, jadi aku pikir kamu tau Bintang kemana. Lagian kamu kenapa sih, kok aneh gitu sikap kamu. Seperti lagi kesal atau marah gitu.." ujar Sarah.
"Aku gak tau Bintang kemana, dia juga gak ada ngubungin aku.." sahut Anya.
"Masa sih, kok bisa gak tau. Bintang kan kalau ada apa-apa selalu cerita sama kamu, Nya.." seru Sarah yang merasa tidak percaya dengan jawaban Anya.
"Terserah kamu kalau gak percaya.." balas Anya.
__ADS_1
"Yaa udah kalau gitu, aku mau pulang dulu. Kirain kamu tau.." ucap Sarah seraya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar, meninggalkan Anya yang hanya diam sambil menatapnya pergi.
"Kamu pasti akan menyesal Sarah, karena sudah menyakiti Bintang seperti itu.." gumam Anya sambil menarik nafasnya dengan berat.
~***********~
Setelah seharian mengacuhkan Sarah, Bintang pun mencoba untuk menghubunginya. Bintang ingin menyelesaikan semuanya, meski Ia tau bagaimana nanti akhirnya.
Sarah: "Hallo sayang, kamu kemana aja..? Aku cemas mikirin kamu, takut terjadi sesuatu sama kamu.."
Bintang: "Iyaa maaf.."
Sarah: "Kamu kenapa sayang, kamu baik-baik ajakan..?"
Bintang: "Aku gak baik-baik aja, Sarah.."
Bintang: "Kalau kamu punya pacar yang lain, apa menurut kamu, aku bisa baik-baik aja..? Dan apa aku harus tetap memanggil kamu sayang, sedangkan kamu sendiri memanggil orang lain dengan panggilan sayang..?"
Sarah: "Kamu ngomong apa sih sayang, aku gak ngerti.."
Bintang: "Kamu ngerti dan tau maksud omongan aku, tapi kamu sengaja pura-pura seolah gak ngerti dan gak tau. Apa aku sebodoh itu di mata kamu, Sarah..?"
Sarah: . . . . . . .
Bintang: "Kenapa diam..? Bicaralah, apapun itu aku pasti terima dan gak akan marah. Yang penting kamu jujur, udah cukup kamu sembunyikan semuanya dari aku.."
__ADS_1
Sarah: "Maafin aku sayang, aku benar-benar minta maaf.."
Bintang: "Iyaa, di maafin kok.."
Sarah: "Aku memang punya yang lain di sini, karena aku gak bisa kita terus menjalani hubungan jarak jauh. Aku pengen kamu ada di sini, tapi kamu gak bisa. Akhirnya aku kenal sese'orang yang buat aku nyaman dan sayang, dan dia bisa dekat dengan aku di sini."
Bintang: "Iyaa gak apa-apa, aku bisa ngerti. Setiap orang menginginkan yang terbaik, tapi cara kamu itu benar-benar udah nyakitin perasaan aku. Bukankah dari awal aku udah pernah bilang, kalau suatu saat kamu menemukan orang yang lebih baik dari aku, yang lebih bisa buat kamu nyaman dan bahagia. Kamu ngomong aja, aku gak akan marah. Bukan seperti ini caranya.."
Sarah: "Maafin aku, aku udah salah sama kamu. Aku memang sayang sama dia, tapi aku juga gak mau putus dari kamu.."
Bintang: "Aku gak bisa, biar aku aja yang mundur. Kamu pilih aja dia, yang lebih dekat sama kamu. Bisa kamu ajak ketemu kapanpun yang kamu mau, gak seperti aku.."
Sarah: "Iyaa, aku ngerti. Aku gak akan pernah lupakan kamu, kamu pacar terbaik yang pernah aku miliki.."
Bintang: "Kalau aku terbaik, kamu gak akan menyakiti aku seperti ini.."
Sarah: "Maafin aku, Bin.."
Bintang: "Pasti aku maafin kok, cuma aku minta satu hal sama kamu. Tolong, jangan pernah muncul lagi dalam hidup aku. Wassalamu'alaikum.."
Sarah: "Wa'alaikumsalam,, tapi-...."
Tutt,, tutt,, tuttt...
Sambungan telepon pun terputus, Bintang lalu mematikan ponselnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia tidak bisa lagi membendung air mata yang sejak tadi Ia tahan, Bintang menutup wajahnya dengan bantal dan menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59