
Sejak Bintang menerima balasan surat dari Lisa, hubungan mereka pun semakin dekat. Mereka sering kali terlihat bersama, juga masih berkirim surat. Namun kedekatan mereka membuat Hira menjadi tidak senang, ada rasa tidak suka, marah dan kesal.
"Raa, kamu kenapa manyun aja, nahan laper yaa..?." tanya Bintang asal sambil menawarkan cemilan yang sedang ia makan.
"Aku biasa aja, gak laper juga.." sahut Hira.
"Bagus deh, nanti pulang kita ngerjain pr di rumah Lisa yuk. Aku udah bilang ke Lisa dan dia gak keberatan.." ajak Bintang yang melihat Hira masih saja cemberut.
"Malas, kamu aja. Lagi pula bisa di kerjain di rumah, kenapa harus di rumah Lisa.." Hira menatap tajam Bintang, mencoba mencari sesuatu yang mencurigakan.
"Kamu apaan sih, lihatin aku sampe kaya gitu. Kalau memang gak mau ya sudah, gak papa." seru Bintang sambil memalingkan wajahnya, karena tidak mau di tatap terus oleh Hira.
"Aku mau ke kelas aja, tuh Lisa mu udah nyariin." Hira pun berdiri dan berlalu pergi meninggalkan Bintang begitu saja, setelah melihat kedatangan Lisa.
"Hira kenapa Bin, kok kaya marah gitu ?." tanya Lisa yang melihat Hira pergi tanpa menyapanya.
"Entahlah, aku juga gak tau Lis. Mungkin lagi ada masalah atau lagi kesal sama seseorang.." seru Bintang yang sebenarnya juga tidak tau Hira kenapa.
"Terus udah kamu tanya, Hira ada masalah apa atau kesal sama siapa ?." tanya Lisa lagi.
__ADS_1
"Kenapa Lisa jadi tanya terus sih, padahal aku juga kan gak tau,mmmh.." Pikir Bintang.
"Kok diem Bin, bukannya jawab.." Lisa menepuk bahu Bintang yang di lihatnya seperti melamun.
"Oh iya tadi aku lupa Lis mau tanya ke Hira, nanti deh pulang sekolah aku tanyain.." sahut Bintang yang tak ingin Lisa terus bertanya.
"Sekarang ke kelas yuk, sebentar lagi bel masuk berbunyi Bin.." ajak Lisa sambil berjalan menuju kelas mereka.
"Ayuk Lis.." Bintang pun mengikutinya dari belakang.
~************~
Di depan pintu gerbang sekolah, tampak anak-anak mulai keluar dan mencari serta menunggu jemputan mereka. Terlihat Hira yang tengah berjalan terburu-buru, untuk bisa menghindari Bintang.
"Kenapa lagi anak itu, apa mungkin dia marah. Tapi marah kenapa ?." ucap Bintang dalam hati.
"Hira mana Bin, kok aku gak ada lihat.." Lisa melihat di sekeliling, tapi tidak menemukan Hira.
"Dia udah pulang duluan Lis, tadi aku udah berulang kali memanggilnya. Tapi mungkin dia gak mendengar.." jelas Bintang.
__ADS_1
"Jadi begitu, ya udah gak papa. Sekarang kita ke rumahku yuk, itu jemputannya udah datang.." ujar Lisa sambil menunjuk ke arah sebuah mobil yang tengah menghampiri mereka.
~***********~
Di sebuah kamar, tampak seorang gadis tengah tiduran sambil menatap sebuah foto dengan bingkai yang terbuat dari kayu. Terlihat jelas, itu adalah foto dua gadis kecil yang saling bergandengan tangan.
"Kenapa aku jadi ingin marah-marah kepada Bintang yaa, padahal dia kan gak salah apa-apa." ucap Hira. "Tapi aku gak suka lihat dia selalu bersama Lisa, aku kan juga temannya." gerutu Hira yang juga merasa bingung atas apa yang sedang ia rasakan saat ini.
Tokk..tokk..tokk..
"Hira, kamu kenapa belum makan sayang ?." terdengar suara ketukan pintu dan suara seorang perempuan memanggilnya.
"Iyaa Mahh, ini Hira mau makan kok.." jawab Hira sembari membuka pintu kamarnya, terlihat mamaa yang menatapnya dengan intens.
"Kamu kenapa sayang, sakit ?, tumben pulang sekolah gak langsung makan.." selidik mamaa yang tau kebiasaan Hira, setiap pulang sekolah pasti langsung makan.
"Hira gak papa Mahh, cuma pusing aja. Mungkin karena tadi terkena panas matahari yang terik banget." jawab Hira spontan, karena tidak ingin membuat mamaa nya khawatir.
"Ya udah kalau gitu sekarang kamu makan, mamaa temenin yaa.." sambil mengajak Hira ke meja makan dan menyiapkannya.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊