Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Penawaran Ibu


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Bintang masih saja diam tidak banyak bicara. Ayah dan Ibu yang mengetahui hal ini pun jadi ikut merasa sedih, tapi itu tetap tidak membuat Ibu mengijinkan Bintang pergi ke pameran.


"Apa Ibu tetap tidak mengijinkan Bintang pergi ke pameran itu ?." tanya Ayah yang merasa kasihan, melihat putrinya itu beberapa hari ini sering mengurung diri di kamar.


"Tidak Yah, Ibu tidak mau Bintang pergi kemana-mana." jawab Ibu sambil menarik nafasnya dengan berat.


"Apa Ibu tidak kasihan melihat Bintang sedih terus seperti itu ?." tanya Ayah lagi yang berharap Istrinya itu bisa berubah pikiran.


"Ibu tidak mau Bintang sedih terus, karena Ibu nanti akan Ibu pikirkan. Bagaimana caranya agar Bintang bisa kembali ceria dan semangat lagi Ayah.." seru Ibu sambil memijit-mijit kepalanya yang terasa sakit.


"Yaa sudah kalau begitu, Ayah setuju Bu. Tapi jangan biarkan Bintang berlama-lama merasakan sedih. Ayah tidak tega, Bu.." sahut Ayah.


"Iyaa Ayah, Ibu mengerti kok. Ibu mau ke kamar dulu ya Ayah, kepala Ibu tiba-tiba sakit mau istirahat.." ucap Ibu seraya berjalan sambil memegangi kepalanya.


"Iyaa Bu, istirahatlah." balas Ayah dengan raut wajahnya yang sedih, karena Ia tau bahwa Istrinya itu pasti kepikiran dengan putri mereka.


~*********~


Di dalam sebuah kamar, terlihat seorang anak perempuan tengah sibuk menulis tanpa peduli dengan apa yang ada di sekelilingnya.


"Akhirnya selesai juga.." gumam Bintang dalam hati, sambil menyimpan buka catatannya itu ke dalam laci.


Beberapa hari ini, Bintang memang sengaja mengurung diri di kamar sambil menulis tentang apa yang Ia rasakan. Hal ini di lakukan karena Bintang tidak memiliki teman, yang bisa memahami tentang hati dan pikirannya.

__ADS_1


Malam pun tiba, Ibu dan kak Tya telah selesai menyiapkan makan malam. Ibu menyuruh semuanya untuk makan, termasuk Bintang yang masih berada di dalam kamarnya.


Tokk..tokk..tokk


"Bintang, ayo kita makan Nak, Ibu sudah siapkan makanan kesukaan kamu.." seru Ibu yang berada di depan pintu kamar Bintang.


Tanpa menunggu lama, pintu pun terbuka dan Bintang segera keluar menghampiri Ibunya.


"Tapi Bintang gak lapar Bu.." sahut Bintang dengan wajahnya yang muram.


"Kamu harus makan Nak, apa perlu Ibu suapin ?." tanya Ibu yang terlihat serius.


"Ibu apaan sih, kan aku bukan anak kecil lagi. Jadi gak harus di suapin.." balas Bintang.


"Elehh,, elehhh yang lagi ngambek, pakai acara di jemput segala dari kamar buat makan,hehee..". ledek kak Tya pada Bintang yang kini sedang menatapnya dengan tajam.


"Kakak, sudah jangan godain adikmu, sekarang kita makan yaa.." ucap Ibu sambil mengambil nasi dan lauk pauk untuk Bintang.


Suasana seketika hening, saat keluarga itu mulai menikmati makan malamnya. Tak lupa Ayah memimpin do'a, semoga makanan yang mereka makan sehat dan berkah.


Waktu pun terus berlalu, satu persatu dari mereka telah selesai menghabiskan makanannya. Begitu juga Bintang, setelah meneguk beberapa kali air minum Ia segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah kamar. Namun kemudian terdengar suara Ibu memanggilnya, hingga membuat langkahnya terhenti.


"Bintang, duduk di sini dulu Nak, ada yang mau Ibu bicarakan.." ucap Ibu sambil menepuk kursi, sebagai isyarat agar Bintang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Iyaa Bu..". jawab Bintang dengan lesu.


"Maafin Ibu yaa Nak, sudah membuat kamu sedih beberapa hari ini." ucap Ibu sambil mengelus rambut putrinya itu dengan lembut.


"Iyaa Bu, gak papa kok. Lupain aja, aku gak mau bahas itu lagi." sahut Bintang sambil menundukkan kepalanya, yang menahan sedih dalam hati.


"Tapi kamu tenang Bin, Ibu sudah punya rencana untuk bisa menghilangkan rasa sedih kamu itu.." seru Ibu seraya tersenyum.


"Memang Ibu punya rencana apa ?." tanya Bintang yang mulai penasaran.


"Hari minggu nanti, kita semua akan ke pantai atau ke sungai untuk memancing. Kamu yang tentukan, kita mau pergi kemana.." ucap Ibu dengan semangatnya.


"Kita pergi mancing aja yaa Bu, kan udah lama juga Bintang gak mancing.. " sahut Bintang yang kini kembali ceria dan semangat.


"Makasih yaa Bu, Bintang seneng banget kita mau mancing. Bintang sayang banget sama Ibu.." seru Bintang sambil memeluk Ibunya dengan erat.


"Sama-sama sayang, Ibu juga saaaayang banget sama Bintang.." bisik Ibu lirih.


Ayah dan kak Tya yang sedari tadi hanya mendengar pembicaraan mereka, kini segera ikut memeluk Bintang dan Ibu. Kebahagiaan dan kehangatan pun tercipta saat itu, semakin mempererat hubungan di antara mereka.


Bersambung...


🙏😊

__ADS_1


__ADS_2